Featured Posts

thumbnail

Menggunakan Hashtag di Judul Postingan Bisa Tingkatkan Pengunjung #Blog #SEO

Menggunakan Tagar, Hashtag, atau Simbol # di Judul Postingan Bisa Meningkatkan Pengunjung Blog

Menggunakan Tagar, Hashtag, atau Simbol # di Judul Postingan
PERNAHKAH Anda menggunakan tanda pagar (tagar) atau hashtag (#) di judul postingan blog atau judul tulisan/artikel web Anda?

Jika belum pernah, coba saja. Menggunakan Tagar (#Hashtag) di Postingan #Blog Bisa meningkatkan jumlah pengunjung.

Tagar di postingan bukan hal baru. Di fitur Socialize Feedburner, kita ditawari penggunaan tagar saat postingan disebarkan ke Twitter.

Itu artinya, menggunakan tagar di judul postingan tidak melanggar kebijakan Google, bahkan dianjurkan. 

Menurut Wording Well yang menjadi sumber tulisan ini, menggunakan hashtag di judul posting blog bisa meningkatkan jumlah pengunjung (traffic) dan pelanggan (subsriber). Jadi, coba saja, seperti judul postingan ini :)

Jika postingan Anda ditambah tagar, maka saat dishare di Twitter dan Facebook, akan otomatis bergabung dengan tagar lain, termasuk yang menjadi trending di Twitter, Facebook, Instagram, atau media sosial lain.

Hashtags Meningkatkan Pengunjung dan Subscriber

Dengan menggunakan tagar (hashtag) di judul artikel, peluang mendatangkan pengunjung jadi tinggi. Peluang dishare pengunjung ke media sosial mereka juga tinggi.

Apakah menggunakan tagar di judul postingan blog menurunkan peringkat di Google? Jawabnnya, sama sekali tidak. NO. The answer, simply, is NO.

Hashtag dewasa ini bahkan sudah menjadi salah satu tren pencarian di Google. Artinya, tagar (hashtag) bagian dari SEO. (Google Has Recognized Hashtags as a Part of SEO.

Namun, jangan terlalu banyak menggunakan tagar di judul posting. Cukup maksimal dua saja, misalnya di akhir judul.

Jangan pernah menulis judul postingan blog seperti ini: #HowTo #Finance your #Writing #Career while Making #Money #Blogging. Itu kebanyakan dan bisa dianggap Spam.

Pengertian Tagar (Hashtag)

Pengertian Tagar (Hashtag)
Tagar adalah singkatan dari tanda pagar atau tag dan pagar. Tanda tagar adalah tanda pagar (simbol # yang diletakkan di awal kata atau frasa yang diketikkan pada jejaring sosial. 

Pesan singkat di microblogging layanan jejaring sosial seperti Twitter, Instagram, Google+ atau Facebook dapat ditandai dengan menempatkan "#" sebelum kata-kata penting, contoh:#Wikipedia merupakan sebuah #ensiklopedia yang dapat disunting siapa pun.

Tagar menyediakan cara untuk mengelompokkan pesan tersebut, karena orang dapat mencari tagar dan mendapatkan seperangkat pesan yang mengandung itu. (Wikipedia).

Menurut Twitter, Hashtag , tagar, atau simbol # digunakan untuk mengindeks kata kunci atau topik di Twitter. 

Fungsi Tagar dibuat di Twitter dan memungkinkan pengguna untuk mengikuti topik yang mereka minati dengan mudah.

Mengeklik atau menyentuh kata yang ber-hashtag di pesan apa pun akan menampilkan Tweet lain yang menyertakan hashtag tersebut. Hashtag dapat disertakan di mana saja di Tweet.

Kiat untuk menggunakan hashtag:
  • Anda tidak dapat menambahkan spasi atau tanda baca di hashtag karena hashtag tidak akan berfungsi dengan benar.
  • Jika Anda menge-Tweet dengan hashtag di akun publik, siapa pun yang mencari hashtag tersebut dapat menemukan Tweet Anda.
  • Sebaiknya jangan gunakan lebih dari 2 hashtag per Tweet agar efektif, meskipun Anda dapat menggunakan hashtag di Tweet sebanyak yang diinginkan.
  • Ketik kata kunci ber-hashtag di bilah pencarian untuk menemukan konten dan akun berdasarkan minat Anda.
Anda benar!!! Banyak pengguna yang menyalahgunakaan tagar. Tagar #PersibDay misalnya, dimanfaatkan oleh mereka yang jualan atau promosi hal lain yang sama sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan Persib Bandung.

Kembali ke topik, jelas menggunakan tagar, hashtag, atau simbol # di judul pPostinganblog bisa meningkatkan pengunjung. Anda bisa mencobanya. (www.komunikasipraktis.com).*

Komunikasi Praktis Updated at: Monday, September 18, 2017
thumbnail

Pengertian dan Kiat Sukses Jurnalisme Warga

Pengertian dan Kiat Sukses Jurnalisme Warga
Jurnalisme Warga adalah praktik jurnalistik oleh warga biasa (bukan wartawan). Ada kiat khusus agar jurnalisme warga kredibel.

Pengertian Jurnalisme Warga

Jurnalisme warga (citizen journalism) adalah kegiatan partisipasi aktif yang dilakukan oleh masyarakat dalam kegiatan pengumpulan, pelaporan, analisis serta penyampaian informasi dan berita. 

Tipe jurnalisme seperti ini akan menjadi paradigma dan tren baru tentang bagaimana pembaca atau pemirsa membentuk informasi dan berita pada masa mendatang.

Perkembangannya di Indonesia dipicu ketika pada tahun 2004 terjadi tragedi Tsunami di Aceh yang diliput sendiri oleh korban tsunami. Terbukti berita langsung dari korban dapat mengalahkan berita yang dibuat oleh jurnalis profesional.

Pada tahun 2008 muncul situs berita yang berbasis jurnalisme masyarakat yang pertama di Indonesia, yaitu Swaberita. Berbeda dengan situs berita lainnya seperti detikCom, okezone.com dan Kompas.com yang menggunakan jurnalis profesi.

Televisi, seperti Net, menyediakan slot khusus untuk mempublikasikan jurnalisme warga. Program berita NET News ditayangkan NET. Fokus utama pada program ini adalah segmen jurnalisme warga. (Wikipedia).

Kiat Sukses Jurnalisme Warga


Kemunculan media sosial membuat orang-orang mendapat sumber lain informasi, lewat jurnalisme warga. 

Kini masyarakat tak lagi terpaku pada sumber dari media massa dalam jaringan, cetak maupun elektronik. 

Konsekuensi dunia digital, setiap orang bisa jadi pembuat berita sekaligus penyebar berita.

Media sosial yang terbuka untuk umum menumbuhkan citizen journalism atau jurnalisme warga, mereka yang tidak berprofesi sebagai wartawan turut memberikan informasi kepada publik.

Jurnalisme ini tentu berbeda dengan apa yang dianut oleh media jurnalistik, terutama berkaitan dengan akurasi informasi. Citizen jurnalism bisa berupa opini atau laporan peristiwa.

Agar jurnalisme warga mendapat kepercayaan, lakukan hal-hal sebagai berikut:

1. Konten orisinal
Konten yang orisinal merupakan hal yang harus dipenuhi oleh para citizen journalist.

2. Etika publik
Etika publik yang paling harus diperhatikan adalah mengenai kejujuran. Penulis tidak boleh berbohong mengenai informasi, baik berupa teks maupun foto. 

Kita sendiri yang bangun kredibilitas. Kredibilitas tidak bisa dibangun dari satu-dua tulisan, melainkan perlu waktu hingga tahunan.

3. Format cerita
Para jurnalis warga disarankan untuk membuat tulisan berformat cerita. Jurnalis warga tidak dituntut mencantumkan kelengkapan informasi berdasarkan 5W+1H (what, who, when, where, why dan how) seperti layaknya jurnalis media.

4. Konsisten
Menjaga konsistensi mempublikasikan berita bagi para jurnalis warga perlu dilakukan bila mereka ingin dikenal. 

Usahakan mengunggah tulisan sesuai dengan waktu yang disanggupi, misalnya seminggu sekali. Bila perlu, siapkan beberapa tulisan untuk diunggah dalam waktu yang berbeda.

5. Spesialisasi bidang
Sebaiknya, usahakan fokus mengenai bidang tertentu, sesuai dengan keahlian atau yang diminati, agar mendapat nama di pembaca.

6. Media sosial
Manfaatkan media sosial untuk mempromosikan tulisan. Misalnya, ketika sudah mengunggah tulisan di blog atau platform citizen journalism, bagikan tautan tulisan di Twitter, Facebook, WhatsApp (WA), dan sebagainya agar banyak orang yang membaca. (Antara).*

Komunikasi Praktis Updated at: Thursday, August 31, 2017
thumbnail

Kode Meta Twitter Card: Cara Pasang Open Graph Twitter untuk Blogger

Kode Meta Twitter Card: Cara Pasang Open Graph Twitter untuk Blogger
Kode Meta Twitter Card: Cara Pasang Open Graph Twitter untuk Blogger

Twitter Card adalah kode Open Graph Twitter. Fungsinya agar postingan atau tulisan blog yang dibagikan di Twitter berisi judul, gambar, dan deskripsi artikel sehingga lebih menarik bagi para tweps (pengguna twitter).

Berikut ini kode Twitter Card untuk dipasang di Blog platfor Blogger.

Untuk blog Wordpress sangat gampang karena ada Plugin Twitter Card yang bisa diinstal dan diaktifkan.

Cara Pasang Open Graph Twitter untuk Blogger

1. Theme > Edit HTML
2. Copas kode berikut ini di bawah kode </head> atau digabungkan dengan Meta Tags lainnya.

<meta content='summary' name='twitter:card'/>
<meta content='@tips_komunikasi' name='twitter:site'/>
<meta content='@tips_komunikasi' name='twitter:creator'/>
<meta expr:content='data:blog.homepageUrl' name='twitter:domain'/>
<b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'>
<meta expr:content='data:blog.canonicalUrl' name="twitter:url" />
<meta expr:content='data:blog.pageName' name='twitter:title'/>
<meta expr:content='data:blog.postImageUrl' name='twitter:image:src'/>
<b:else/>
<meta expr:content='data:blog.homepageUrl' name='twitter:url'/>
<meta expr:content='data:blog.pageTitle' name='twitter:title'/>
<meta content='http://3.bp.blogspot.com/-dPRz5h2DbyM/VDT9fWAJH8I/AAAAAAAAAKQ/Mr7qZKA4tvI/s1600/komunikasi%2Bpraktis%2Blogo%2B300px.png' name='twitter:image:src'/>
</b:if>
<b:if cond='data:blog.metaDescription'>
<meta expr:content='data:blog.metaDescription' name='twitter:description'/>
</b:if>
<meta expr:content='data:blog.canonicalUrl' name='twitter:url'/>

Ganti kode/tulisan warna merah dengan versi Anda, lalu Save!

Note: Untuk menampilkan gambar besar, ubah kode summary menjadi summary_large_image

Setelah itu, silakan copas salah satu link artike Anda, dan tes di Twitter Validator. Hasilnya akan seperti ini:

Twitter Card Validator

Demikian Kode Meta Twitter Card atau cara memasang Open Graph Twitter untuk Blogger. Wasalam. (www.komunikasipraktis.com).*

Sumber

Komunikasi Praktis Updated at: Wednesday, August 30, 2017
thumbnail

7 Cara Menulis Posting SEO di Blog Agar Cepat Diindeks Mesin Pencari

Cara Menulis Posting SEO di Blog Agar Cepat Dindeks Mesin Pencari
Cara Menulis Posting SEO di Blog Agar Cepat Diindeks Mesin Pencari - Peringkat #1 Google.

POSTING adalah sebutan untuk isi (konten) blog atau website, juga media sosial, berupa tulisan, artikel, foto, ataupun video.

Agar posting blog banyak dibaca, kita harus melakukan pengoptimalan mesin pencari yang dikenal dengan Search Engine Optimization (SEO) atau Pengoptimalan Mesin Pencari.

Sebenarnya, jika postingan kita unik, asli, belum ada di blog lain, tidak perlu lagi SEO. Pasalnya, konten unik dan asli itu sendiri sudah merupakan SEO.

Namun, kita akan bersaing dengan puluhan, ratusan, bahkan ribuan posting lain yang satu topik. Karenanya, dibutuhkan SEO untuk mempercepat indeks dan membuat postingan tampil di halaman depan hasil pencarian (SERP).


Tips SEO berupa optimisasi posting blog untuk indeks mesin pencari ini bagian dari SEO Onpage, selain penggunaan Template SEO Optimized, Fast Loading, dan Mobile Friendly (Responsive).

Pengoptimalan SEO posting inilah yang menjadi pembeda sekaligus penentu utama indeks dan peringkat di halaman hasil pencarian.

Jika semua blogger menggunakan Template SEO, Meta Tags SEO, sama-sama responsive dan fast loading, maka kualitas tulisanlah (Quality Content) yang menjadi pembedanya.

Cara Menulis Posting Blog Agar Cepat Diindeks Mesin Pencari

1. Judul Tulisan Mengandung Kata Kunci

Panjang judul artikel yang ideal yaitu 40 – 70 karakter. Tempatkan kata kunci (keyword) pada awal judul artikel. Misalnya, jika kata kunci yang dibidik adalah Cara Menulis Posting SEO, maka judulnya menjadi "Cara Menulis Posting SEO di Blog Agar Cepat Dindeks Mesin Pencari".

2. Panjang Tulisan 800-2000 Kata.

Tidak ada batasan panjang-pendek postingan SEO. Namun, umumnya tulisan yang baik itu detail, lengkap, rinci, sehingga otomatis panjang.

Beberapa literatur menyebutkan antara 800 hingga 2000 kata. Semakin panjang akan semakin bagus.

Studi Banklinko menemukan: "The average Google first page result contains 1,890 words." Rata-rata, artikel yang muncul di halaman depan Google berisi 1,890 kata.

Tulisan yang lebih panjang dianggap bagus karena kerapatan kata kuncinya lebih banyak dan pengunjung akan menghabiskan waktu cukup lama untuk membaca artikel sehingga bisa menurunkan angka bounce rate.

3. Link Internal & Eksternal

Sertakan link terkait di postingan blog. Selain widget Related Post, sebaiknya dalam tulisan ada internal link, yaitu tautan ke tulisan lain yang satu topik, juga ada eksternal link, yaitu tautan ke situs lain atau artikel lain di luar blog.

Contoh terbaik link building ini adalah artike-artikel di Wikipedia yang kaya link atau tautan, baik internal maupun tautan keluar.

Baca: Posting SEO Friendly ala Wikipedia

3. Posting SEO: Higlight Text

Gunakan cetak tebal (bold), miring (italic), bahkan warna (color) untuk kata, istilah, atau kalimat yang dinilai penting.

4. Gunakan Heading Tag

Gunakan Subjudul dalam postingan dengan menggunakan Heading Tag H2, H3, H4. Di blogger sudah ada Heading, Subheading, Minor Heading untuk menulis posting SEO agar mudah dan cepat diindeks Google dan mesin pencari lainnya.

Gunakan Heading Tag

5. Permalink - URL Postingan SEO

Gunakan Url Postingan (Permalink) yang ringkas dan mengandung kata kunci (keyword). Panjang URL Tulisan tidak boleh lebih dari 100 karakter karena akan terpotong di SERP Google.

Permalink - URL Postingan SEO

6. Pengoptimalan Image/Gambar

Jangan lupa mengisi Title Text dan Alt Text pada gambar atau foto yang disisipkan dalam postingan. Jangan biarkan kosong agar berdampak baik bagi tulisan --menjadi posting SEO sehingga mudah diindeks Google.

Caranya, begitu upload, klik gambar sekali, lalu klik "Image Properties"

Title Text dan Alt Text pada gambar


7. Kata Kunci di Postingan

Kata kunci (Keywords) sebaiknya ada di awal, tengah, dan akhir tulisan. Jumlahnya maksimal 3% dari seluruh kata.

Terlalu banyak mengulang kata kunci di postingan, akibatnya akan fatal. Alih-alih menulis posting SEO, justu akan dianggap Spam oleh mesin pencari.

Demikian 7 Tips Cara Menulis Posting SEO di Blog Agar Cepat Diindeks Mesin Pencari. Wasalam. (www.komunikasipraktis.com).*

Komunikasi Praktis Updated at: Wednesday, August 30, 2017
thumbnail

Pengertian Komunikasi Manipulatif: Pencitraan

Pengertian Komunikasi Manipulatif: Pencitraan
Pengertian Komunikasi Manipulatif dalam Konteks Politik: Kelakuan Politisi untuk Pencitraan.

BANYAK pejabat melakukan komunikasi manipulatif untuk pencitraan. Mereka berkomunikasi via media sosial atau media massa demi menaikkan popularitas.

Mereka memanipulasi fakta, bahkan menipu diri sendiri, demi pencitraan. Dalam komunikasi politik, pencitraan demi popularitas ini disebut komuniksi manipulatif.

Politisi atau pejabat yang melakukan komunikasi manipulatif tak ubahnya pengemis yang pura-pura cacat untuk mengundang belas kasihan.

Pengertian Komunikasi Manipulatif

Apa itu komunikasi manipulatif? "Isi pesan yang tidak sebenarnya karena rekayasa, itulah inti komunikasi manipulatif," tulis di harian Kompas, 11 Februari 2013.

Istilah komunikasi manipulatif pernah diucapkan Prof Dr Santoso Hamidjoyo. Dapat terjadi pesan melalui media penuh kepentingan: mulai dari peng-”arah”-an pesan, penyajian pesan berat sebelah, sampai penyodoran kebohongan.

Kebohongan acap tiba-tiba jadi komoditas sebab pers tak tampil profesional. Penampilan kebohongan dalam praktik jurnalisme berarti terjadi komunikasi yang manipulatif. Jangan sampai itu adalah pesanan pemilik modal. Kepemilikan media yang sangat kuat dan besar (konglomerasi) cenderung berbuat yang berlebihan.

Fenomena pencitraan di kalangan politisi atau pejabat menyuburkan komunikasi manipulatif. Melalui berbagai upaya, mereka berkesan hebat, bersih, pro-rakyat, dll. Seringkali, seorang pejabat humoris dan menyenangkan hanya di media sosial. Faktanya, jutek! "Bikes" atau bikin kesel.

Komunikasi manipulatif tidak dilandasi oleh kejujuran. Cukup banyak contoh komunikasi manipulatif demi pencitraan: acting blusukan agar dikesankan dekat dan prorakyat, padahal kebijakannya prokapitalis; acting religius, padahal kedekatannya dengan masjid atau umat Islam hanya untuk pencitraan pro-Islam; dll.

Secara bahasa, manipulatif artinya tindakan memanipulasi atau menipu. KBBI menyebutkan,
  • manipulasi/ma·ni·pu·la·si/ n 1 tindakan untuk mengerjakan sesuatu dengan tangan atau alat-alat mekanis secara terampil; 2 ki upaya kelompok atau perseorangan untuk memengaruhi perilaku, sikap, dan pendapat orang lain tanpa orang itu menyadarinya; 3 ki penggelapan; penyelewengan: -- uang proyek di instansi itu telah diperiksa oleh Bepeka;
  • -- psikologis usaha memengaruhi individu dengan mengendalikan segala keinginan dan gagasan yang ada di bawah sadar, juga menggunakan sugesti;
  • memanipulasi/me·ma·ni·pu·la·si/ v 1 mengerjakan sesuatu dengan menggunakan tangan; 2 mengatur (mengerjakan) dengan cara yang pandai sehingga dapat mencapai tujuan yang dikehendaki: pembicara yang pandai dapat - sidang sehingga semua hadirin diam terpukau; 3 berbuat curang (memalsu surat-surat, menggelapkan barang, dan sebagainya): ia dihukum karena - cek;
  • memanipulasikan/me·ma·ni·pu·la·si·kan/ v memanipulasi;
  • pemanipulasian/pe·ma·ni·pu·la·si·an/ n proses, cara, perbuatan memanipulasi atau memanipulasikan
Bukan hanya politisi atau pejabat, kita juga sering melakukan komunikasi manipulatif, misalnya di media sosial.

Misalnya, kita merekayasa foto, keadaan, perasaan, atau hanya mengunggah hal-hal baik dan keceriaan di media sosial. Padahal, faktanya tidak seperti ditampilkan di status atau foto yang diupload di medsos.

Demikian sekilas ulasan tentang Pengertian Komunikasi Manipulatif dalam Konteks Politik: Kelakuan Politisi untuk Pencitraan. (www.komunikasipraktis.com).*

Komunikasi Praktis Updated at: Thursday, July 20, 2017
thumbnail

Pengertian Komunikasi: Makna, Jenis, Fungsi, Proses, Tipe, Unsur

Makna, arti, definisi, dan pengertian komunikasi. Lengkap secara harfiyah dan istilah. Juga Fungsi, Proses, Unsur, Elemen, dan Tipe Komunikasi.

Pengertian Komunikasi: Makna, Jenis, Fungsi, Proses, Tipe, Unsur
KOMUNIKASI adalah adalah aktivitas manusia yang paling dominan. Menurut hasil studi, hampir 90% dari kegiatan keseharian manusia dilakukan dengan berkomunikasi.

Menurut Jiwanta (1982) sebagaimana dikutip Tommy Suprapto dalam Pengantar & Teori Manajemen Komunikasi (MedPress, 2009), persentase waktu yang digunakan dalam proses komunikasi berkisar antara 75% sampai 90% dari jumlah waktu kegiatan, dengan rincian 5% untuk menulis, 10% membaca, 35% berbicara, dan 50% mendengar.

Dengan demikian, sebagian besar kegiatan kita sehari-hari adalah komunikasi. 

Apa itu komunikasi? Tulisan berikut ini akan meringkas pengertian komunikasi, mencakup makna, jenis, fungsi, proses, tipe, dan unsur komunikasi.

Pengertian Komunikasi

Secara harfiyah atau etimologis (asal-usul kata), komunikasi (communication) berasal dari bahasa Latin, communis, yang berarti “sama”, communico, communicatio, atau communicare yang berarti “membuat sama” (to make common).

"Membuat sama" maksudnya menjadikan sama-sama tahu, sama-sama paham, sama-sama mengerti.

Istilah pertama (communis) adalah istilah yang paling sering sebagai asal usul komunikasi, yang merupakan akar dari kata-kata Latin lainnya yang mirip. "Komunikasi menyarankan bahwa suatu pikiran, suatu makna, atau suatu pesan dianut secara sama" (Mulyana, 2005 : 4).

Secara maknawiya atau istilah (terminologi), komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberi tahu atau mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik langsung secara lisan maupun tal langsung melalui media (Effendy, 2006 : 5).

Dalam rumusan Harold Lasswell, komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu. 

Masih banyak definisi atau pengertian komunikasi yang disampaikan para ahli, namun intinya adalah --sebagimana dikemukakan Berelson dan Starainer-- proses penyampaian informasin, ide, emosi, keterampilan, dan seterusnya melalui penggunaan simbol kata, angka, grafik dan lain-lain (Fisher, 1990:10). 

Hal senada dikemukakan Onong U. Effendy (1984 : 6). Menurutnya, komunikasi adalah peristiwa penyampaian ide manusia.

Ringkasnya, komunikasi merupakan suatu proses penyampaian pesan yang dapat berupa pesan informasi, ide, emosi, keterampilan dan sebagainya melalui simbol atau lambang yang dapat menimbulkan efek berupa tingkah laku yang dilakukan dengan media-media tertentu.

Pengertian Komunikasi
Pengertian Komunikasi. Grafis: SlideShare

Unsur Komunikasi

Sebagai sebuah proses, komunikasi mengandung unsur atau elemen. Menurut Harold Lasswell yang dikutip Effendy (2005: 10), cara yang baik untuk menjelaskan komunikasi ialah menjawab pertanyaan: 
  • Who Says What in Which Channel To Whom With What Effect? 
  • Siapa mengatakan apa dengan saluran/media apa kepada siapa dengan dampak apa?)

Dengan demikian, setidaknya ada lima unsur dalam komunikasi:
  1. Komunikator (communicator, source, sender)
  2. Pesan (message)
  3. Media (channel, media)
  4. Komunikan (communicant, communicatee, receiver, recipient)
  5. Efek (effect, impact, influence)

Menurut ahli filsafat Yunani Kuno, Aristoteles, dalam Rhetorica, proses komunikasi memerlukan tiga unsur yang mendukungnya, yakni:
  1. Siapa yang berbicara
  2. Apa yang dibicarakan 
  3. Siapa yang mendengarkan. 

Unsur komunikasi dalam pandangan Aristoteles ini adalah elemen komunikasi dalam konteks Komunikasi Public Speaking (pidato/retorika) karena pada zaman Aristoteles, retorika menjadi bentuk komunikasi yang sangat populer di masyarakat Yunani.

Dalam rumusan Claude E. Shannon dan Warren Weaver (1949) sebagaimana dikutip Cangara (2005:21), berdasarkan hasil studi tentang pengiriman pesan melalui radio dan telepon, terjadinya proses komunikasi memerlukan lima unsur pendukungnya: 
  1. Pengirim
  2. Transmitter
  3. Signal
  4. Penerima
  5. Tujuan. 

David K. Berlo membuat formula komunikasi yang lebih sederhana yang dikenal dengan nama “SMCR”, yakni:
  1. Source (pengirim)
  2. Message (pesan)
  3. Channel (saluran – media)
  4. Receiver (penerima).

Charles Osgood, Gerald Miller, dan Melvin L. de Fleur menambahkan unsur efek (effect) dan umpan balik (feedback) sebagai pelengkap dalam membangun komunikasi yang sempurna. Kedua unsur ini nantinya lebih banyak dikembangkan pada proses komunikasi antarpribadi (interpersonal communication) dan komunikasi massa (mass communication).

Dalam pengertian praktis, unsur minimal komunikasi adalah komunikator, pesan, dan komunikan.

Jenis-Jenis Komunikasi

Komunikasi terjadi dalam beragaman tipe. Jenis-jenis atau tipe komunikasi disebut pula level atau tingkatan komunikasi.

Jenis-Jenis komunikasi antara lain dikemukakan kelompok sarjana komunikasi Amerika dalam Human Communication:
  1. Komunikasi Antarpribadi (Interpersonal Communication)
  2. Komunikasi Kelompok Kecil (Small Group Communication)
  3. Komunikasi Organisasi (Organizational Communication)
  4. Komunikasi Massa (Mass Communication)
  5. Komunikasi Publik (Public Communication).

Joseph A. de Vito dalam Comminicology (1982) membagi komunikasi atas empat macam: 
  1. Komunikasi Antarpribadi
  2. Komunikasi Kelompok Kecil
  3. Komunikasi Publik 
  4. Komunikasi Massa.

Jenis komunikasi lainnya yang dikenal dalam literatur komunikasi antara lain Komunikasi Intrapersonal (Intrapersonal Communications).

Dari segi substansi atau isi pesan, jenis-jenis komunikasi antara lain:
  1. Komunikasi Politik
  2. Komunikasi Dakwah
  3. Komunikasi Propaganda
  4. Komunikasi Pembangunan
  5. Komunikasi Budaya
Selain itu, dari segi saluran atau media yang digunakan, ada juga yang disebut Komunikasi Media, Komunikasi Verbal, Komunikasi Lisan, Komunikasi Visual, dan sebagainya.

Fungsi Komunikasi

Dari pengertian komunikasi secara bahasa, dapat dikatakan fungsi utama komunikasi adalah penyampaian pesan (informasi, ide, gagasan, pemikiran) supaya dimengerti atau dipahami yang akhirnya diterima dan diikuti.

Fungsi komunikasi menurut para ahli antar lain sebagai berikut:

  1. Thomas M. Scheidel – Manusia itu pada umumnya berkomunikasi untuk saling menyatakan dan mendukung identitas diri mereka dan untuk membangun interaksi sosial dengan orang-orang yang disekelilingnya serta untuk mempengaruhi orang lain agar berpikir, merasa, ataupun bertingkah seperti apa yang kita harapkan.
  2. Rudolf F. Verderber – Komunikasi memiliki 2 fungsi, yakni fungsi sosial dan fungsi pengambilan keputusan. Fungsi sosial bertujuan untuk kesenangan, menunjukan ikatan, membangun dan memelihara hubungan dengan orang lain. Sedangkan fungsi pengambilan keputusan ialah memutuskan untuk melakukan atau tidak melakukan terhadap sesuatu pada saat-saat tertentu.
  3. Judy C. Pearson & Paul E. Nelson – komunikasi memiliki fungsi untuk kelangsungan hidup diri sendiri dan kelangsungan hidup bermasyarakat. Untuk kelangsungan hidup diri sendiri misalnya: dalam meningkatkan kesadaran pribadi, keselamatan jiwa, menampilkan diri sendiri kepada orang lain juga menggapai ambisi diri. Fungsi untuk kelangsungan hidup bermasyarakat yakni untuk memperbaiki hubungan sosial masyarakat dan mengembangkan keberadaan suatu masyarakat.
  4. Gordon I. Zimmerman – komunikasi itu berguna dalam menyelesaikan setiap tugas penting bagi kebutuhan kita, juga untuk memberi sandang pangan kepada diri sendiri dan memuaskan kepenasaran kita kepada lingkungan, serta untuk menikmati hidup. Selain itu, hal terpenting dari komunikasi ialah untuk menciptakan dan memupuk hubungan dengan orang lain disekitar kita.

Fungsi utama komunikasi menurut Effendi adalah sebagai berikut:
  1. To inform (menginformasikan). Yakni memberikan informasi kepada orang lain tentang suau peristiwa, masalah, pendapat, pikiran, segala tingkah laku orang lain dan apa yang disampaikan orang lain.
  2. To aducate (mendidik). Yakni sebagai sarana pendidikan. Karena melalui komunikasi, manusia dalam suatu lingkungan masayarakat dapat menyampaikan segala bentuk pengetahuan, ide, gagasan kepada orang lain sehingga orang lain dapat menerima segala bentuk informasi yang kita berikan.
  3. To Entertain (menghibur). Komunikasi juga berfungsi untuk menghibur orang lain dan menyenangkan hati orang lain.
  4. To influence (mempengaruhi). Selain sebagai sarana untuk menyampaikan pendidikan, informasi dan sebagai sarana dalam menghibur orang lain, komunikasi juga berfungsi untuk memberikan pengaruh kepada orang lain. Saling mempengaruhi segala bentuk sikap dan perilaku orang lain agar mengikuti apa yang diharapkan.

Proses Komunikasi

Proses komunikasi tergambarkan dalam ulasan Unsur Komunikasi di atas. Proses komunikasi dimulai dari adanya PESAN lalu disampaikan oleh KOMUNIKATOR kepada KOMUNIKAN melalui MEDIA untuk menimbulkan EFEK dan UMPAN BALIK.

Dengan kata lain, proses komunikasi berkaitan dengan siapa pengirimnya (komunikator), apa yang dikatakan atau dikirimkan (pesan), saluran komunikasi apa yang digunakan (media), ditujukan untuk siapa (komunikan), dan apa akibat yang akan ditimbulkannya (efek).

Proses Komunikasi

Dalam grafis di atas, proses komunikasi itu terjadi ketika seseorang memiliki pesan untuk disampaikan.

Sebelum menyampaikan pesan, ia memilih kata-kata atau simbol yang berisi pesa (encoding) dan saluran (media) yang akan diterima oleh komunikan.

Penerima pesan akan memberikan respons dan umpan balik (feedback) kepada pengirim pesan.

Proses pengiriman pesan itu melibatkan proses encoding, decoding, respons, dan umpan balik:
  • Encoding (Penyandian) adalah  mengubah pesan abstrak menjadi konkret, misalnya pemilihan kata-kata, simbol, lambang, dan media atau saluran.
  • Dedoding (Penyandian Balik) adalah proses menguraikan pesan dalam diri komunikan sehingga memahami pesan yang diterima.
  • Response (Respons) adalah tanggapan, sikap, atau reaksi yang ditimbulkan atau diberikan.
  • Feeback (Umpan Balik) adalah respon yang disampaikan kepada pengirim pesan.

Demikian ulasan ringkas tentang Pengertian Komunikasi: Makna, Jenis, Fungsi, Proses, Tipe, Unsur. Semoga bermanfaat untuk pemahaman kita tentang komunikasi. Wasalam. (www.komunikasipraktis.com).*

Referensi: Ensiklopedia Komunikasi (Alex Sobur), Filsafat Komunikasi (Dani Vardiansyah), Ilmun Komunikasi (Deddy Mulyana), Pengantar Ilmu Komunikasi (Hafied Cangara).

Komunikasi Praktis Updated at: Monday, July 10, 2017
Subscribe via Email
Copyright © Komunikasi Praktis. All rights reserved. New Johny Wuss Template by Contoh Blog & Creating Website
Web Partners: Romeltea Media - Blog Romeltea - Risalah Islam - Info Bandung. Member of BATIC Media Network