Featured Posts

thumbnail

Pengertian Komunikasi Manipulatif: Pencitraan

Pengertian Komunikasi Manipulatif: Pencitraan
Pengertian Komunikasi Manipulatif dalam Konteks Politik: Kelakuan Politisi untuk Pencitraan.

BANYAK pejabat melakukan komunikasi manipulatif untuk pencitraan. Mereka berkomunikasi via media sosial atau media massa demi menaikkan popularitas.

Mereka memanipulasi fakta, bahkan menipu diri sendiri, demi pencitraan. Dalam komunikasi politik, pencitraan demi popularitas ini disebut komuniksi manipulatif.

Politisi atau pejabat yang melakukan komunikasi manipulatif tak ubahnya pengemis yang pura-pura cacat untuk mengundang belas kasihan.

Pengertian Komunikasi Manipulatif

Apa itu komunikasi manipulatif? "Isi pesan yang tidak sebenarnya karena rekayasa, itulah inti komunikasi manipulatif," tulis di harian Kompas, 11 Februari 2013.

Istilah komunikasi manipulatif pernah diucapkan Prof Dr Santoso Hamidjoyo. Dapat terjadi pesan melalui media penuh kepentingan: mulai dari peng-”arah”-an pesan, penyajian pesan berat sebelah, sampai penyodoran kebohongan.

Kebohongan acap tiba-tiba jadi komoditas sebab pers tak tampil profesional. Penampilan kebohongan dalam praktik jurnalisme berarti terjadi komunikasi yang manipulatif. Jangan sampai itu adalah pesanan pemilik modal. Kepemilikan media yang sangat kuat dan besar (konglomerasi) cenderung berbuat yang berlebihan.

Fenomena pencitraan di kalangan politisi atau pejabat menyuburkan komunikasi manipulatif. Melalui berbagai upaya, mereka berkesan hebat, bersih, pro-rakyat, dll. Seringkali, seorang pejabat humoris dan menyenangkan hanya di media sosial. Faktanya, jutek! "Bikes" atau bikin kesel.

Komunikasi manipulatif tidak dilandasi oleh kejujuran. Cukup banyak contoh komunikasi manipulatif demi pencitraan: acting blusukan agar dikesankan dekat dan prorakyat, padahal kebijakannya prokapitalis; acting religius, padahal kedekatannya dengan masjid atau umat Islam hanya untuk pencitraan pro-Islam; dll.

Secara bahasa, manipulatif artinya tindakan memanipulasi atau menipu. KBBI menyebutkan,
  • manipulasi/ma·ni·pu·la·si/ n 1 tindakan untuk mengerjakan sesuatu dengan tangan atau alat-alat mekanis secara terampil; 2 ki upaya kelompok atau perseorangan untuk memengaruhi perilaku, sikap, dan pendapat orang lain tanpa orang itu menyadarinya; 3 ki penggelapan; penyelewengan: -- uang proyek di instansi itu telah diperiksa oleh Bepeka;
  • -- psikologis usaha memengaruhi individu dengan mengendalikan segala keinginan dan gagasan yang ada di bawah sadar, juga menggunakan sugesti;
  • memanipulasi/me·ma·ni·pu·la·si/ v 1 mengerjakan sesuatu dengan menggunakan tangan; 2 mengatur (mengerjakan) dengan cara yang pandai sehingga dapat mencapai tujuan yang dikehendaki: pembicara yang pandai dapat - sidang sehingga semua hadirin diam terpukau; 3 berbuat curang (memalsu surat-surat, menggelapkan barang, dan sebagainya): ia dihukum karena - cek;
  • memanipulasikan/me·ma·ni·pu·la·si·kan/ v memanipulasi;
  • pemanipulasian/pe·ma·ni·pu·la·si·an/ n proses, cara, perbuatan memanipulasi atau memanipulasikan
Bukan hanya politisi atau pejabat, kita juga sering melakukan komunikasi manipulatif, misalnya di media sosial.

Misalnya, kita merekayasa foto, keadaan, perasaan, atau hanya mengunggah hal-hal baik dan keceriaan di media sosial. Padahal, faktanya tidak seperti ditampilkan di status atau foto yang diupload di medsos.

Demikian sekilas ulasan tentang Pengertian Komunikasi Manipulatif dalam Konteks Politik: Kelakuan Politisi untuk Pencitraan. (www.komunikasipraktis.com).*

Komunikasi Praktis Updated at: Thursday, July 20, 2017
thumbnail

Pengertian Komunikasi: Makna, Jenis, Fungsi, Proses, Tipe, Unsur

Makna, arti, definisi, dan pengertian komunikasi. Lengkap secara harfiyah dan istilah. Juga Fungsi, Proses, Unsur, Elemen, dan Tipe Komunikasi.

Pengertian Komunikasi: Makna, Jenis, Fungsi, Proses, Tipe, Unsur
KOMUNIKASI adalah adalah aktivitas manusia yang paling dominan. Menurut hasil studi, hampir 90% dari kegiatan keseharian manusia dilakukan dengan berkomunikasi.

Menurut Jiwanta (1982) sebagaimana dikutip Tommy Suprapto dalam Pengantar & Teori Manajemen Komunikasi (MedPress, 2009), persentase waktu yang digunakan dalam proses komunikasi berkisar antara 75% sampai 90% dari jumlah waktu kegiatan, dengan rincian 5% untuk menulis, 10% membaca, 35% berbicara, dan 50% mendengar.

Dengan demikian, sebagian besar kegiatan kita sehari-hari adalah komunikasi. 

Apa itu komunikasi? Tulisan berikut ini akan meringkas pengertian komunikasi, mencakup makna, jenis, fungsi, proses, tipe, dan unsur komunikasi.

Pengertian Komunikasi

Secara harfiyah atau etimologis (asal-usul kata), komunikasi (communication) berasal dari bahasa Latin, communis, yang berarti “sama”, communico, communicatio, atau communicare yang berarti “membuat sama” (to make common).

"Membuat sama" maksudnya menjadikan sama-sama tahu, sama-sama paham, sama-sama mengerti.

Istilah pertama (communis) adalah istilah yang paling sering sebagai asal usul komunikasi, yang merupakan akar dari kata-kata Latin lainnya yang mirip. "Komunikasi menyarankan bahwa suatu pikiran, suatu makna, atau suatu pesan dianut secara sama" (Mulyana, 2005 : 4).

Secara maknawiya atau istilah (terminologi), komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberi tahu atau mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik langsung secara lisan maupun tal langsung melalui media (Effendy, 2006 : 5).

Dalam rumusan Harold Lasswell, komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu. 

Masih banyak definisi atau pengertian komunikasi yang disampaikan para ahli, namun intinya adalah --sebagimana dikemukakan Berelson dan Starainer-- proses penyampaian informasin, ide, emosi, keterampilan, dan seterusnya melalui penggunaan simbol kata, angka, grafik dan lain-lain (Fisher, 1990:10). 

Hal senada dikemukakan Onong U. Effendy (1984 : 6). Menurutnya, komunikasi adalah peristiwa penyampaian ide manusia.

Ringkasnya, komunikasi merupakan suatu proses penyampaian pesan yang dapat berupa pesan informasi, ide, emosi, keterampilan dan sebagainya melalui simbol atau lambang yang dapat menimbulkan efek berupa tingkah laku yang dilakukan dengan media-media tertentu.

Pengertian Komunikasi
Pengertian Komunikasi. Grafis: SlideShare

Unsur Komunikasi

Sebagai sebuah proses, komunikasi mengandung unsur atau elemen. Menurut Harold Lasswell yang dikutip Effendy (2005: 10), cara yang baik untuk menjelaskan komunikasi ialah menjawab pertanyaan: 
  • Who Says What in Which Channel To Whom With What Effect? 
  • Siapa mengatakan apa dengan saluran/media apa kepada siapa dengan dampak apa?)

Dengan demikian, setidaknya ada lima unsur dalam komunikasi:
  1. Komunikator (communicator, source, sender)
  2. Pesan (message)
  3. Media (channel, media)
  4. Komunikan (communicant, communicatee, receiver, recipient)
  5. Efek (effect, impact, influence)

Menurut ahli filsafat Yunani Kuno, Aristoteles, dalam Rhetorica, proses komunikasi memerlukan tiga unsur yang mendukungnya, yakni:
  1. Siapa yang berbicara
  2. Apa yang dibicarakan 
  3. Siapa yang mendengarkan. 

Unsur komunikasi dalam pandangan Aristoteles ini adalah elemen komunikasi dalam konteks Komunikasi Public Speaking (pidato/retorika) karena pada zaman Aristoteles, retorika menjadi bentuk komunikasi yang sangat populer di masyarakat Yunani.

Dalam rumusan Claude E. Shannon dan Warren Weaver (1949) sebagaimana dikutip Cangara (2005:21), berdasarkan hasil studi tentang pengiriman pesan melalui radio dan telepon, terjadinya proses komunikasi memerlukan lima unsur pendukungnya: 
  1. Pengirim
  2. Transmitter
  3. Signal
  4. Penerima
  5. Tujuan. 

David K. Berlo membuat formula komunikasi yang lebih sederhana yang dikenal dengan nama “SMCR”, yakni:
  1. Source (pengirim)
  2. Message (pesan)
  3. Channel (saluran – media)
  4. Receiver (penerima).

Charles Osgood, Gerald Miller, dan Melvin L. de Fleur menambahkan unsur efek (effect) dan umpan balik (feedback) sebagai pelengkap dalam membangun komunikasi yang sempurna. Kedua unsur ini nantinya lebih banyak dikembangkan pada proses komunikasi antarpribadi (interpersonal communication) dan komunikasi massa (mass communication).

Dalam pengertian praktis, unsur minimal komunikasi adalah komunikator, pesan, dan komunikan.

Jenis-Jenis Komunikasi

Komunikasi terjadi dalam beragaman tipe. Jenis-jenis atau tipe komunikasi disebut pula level atau tingkatan komunikasi.

Jenis-Jenis komunikasi antara lain dikemukakan kelompok sarjana komunikasi Amerika dalam Human Communication:
  1. Komunikasi Antarpribadi (Interpersonal Communication)
  2. Komunikasi Kelompok Kecil (Small Group Communication)
  3. Komunikasi Organisasi (Organizational Communication)
  4. Komunikasi Massa (Mass Communication)
  5. Komunikasi Publik (Public Communication).

Joseph A. de Vito dalam Comminicology (1982) membagi komunikasi atas empat macam: 
  1. Komunikasi Antarpribadi
  2. Komunikasi Kelompok Kecil
  3. Komunikasi Publik 
  4. Komunikasi Massa.

Jenis komunikasi lainnya yang dikenal dalam literatur komunikasi antara lain Komunikasi Intrapersonal (Intrapersonal Communications).

Dari segi substansi atau isi pesan, jenis-jenis komunikasi antara lain:
  1. Komunikasi Politik
  2. Komunikasi Dakwah
  3. Komunikasi Propaganda
  4. Komunikasi Pembangunan
  5. Komunikasi Budaya
Selain itu, dari segi saluran atau media yang digunakan, ada juga yang disebut Komunikasi Media, Komunikasi Verbal, Komunikasi Lisan, Komunikasi Visual, dan sebagainya.

Fungsi Komunikasi

Dari pengertian komunikasi secara bahasa, dapat dikatakan fungsi utama komunikasi adalah penyampaian pesan (informasi, ide, gagasan, pemikiran) supaya dimengerti atau dipahami yang akhirnya diterima dan diikuti.

Fungsi komunikasi menurut para ahli antar lain sebagai berikut:

  1. Thomas M. Scheidel – Manusia itu pada umumnya berkomunikasi untuk saling menyatakan dan mendukung identitas diri mereka dan untuk membangun interaksi sosial dengan orang-orang yang disekelilingnya serta untuk mempengaruhi orang lain agar berpikir, merasa, ataupun bertingkah seperti apa yang kita harapkan.
  2. Rudolf F. Verderber – Komunikasi memiliki 2 fungsi, yakni fungsi sosial dan fungsi pengambilan keputusan. Fungsi sosial bertujuan untuk kesenangan, menunjukan ikatan, membangun dan memelihara hubungan dengan orang lain. Sedangkan fungsi pengambilan keputusan ialah memutuskan untuk melakukan atau tidak melakukan terhadap sesuatu pada saat-saat tertentu.
  3. Judy C. Pearson & Paul E. Nelson – komunikasi memiliki fungsi untuk kelangsungan hidup diri sendiri dan kelangsungan hidup bermasyarakat. Untuk kelangsungan hidup diri sendiri misalnya: dalam meningkatkan kesadaran pribadi, keselamatan jiwa, menampilkan diri sendiri kepada orang lain juga menggapai ambisi diri. Fungsi untuk kelangsungan hidup bermasyarakat yakni untuk memperbaiki hubungan sosial masyarakat dan mengembangkan keberadaan suatu masyarakat.
  4. Gordon I. Zimmerman – komunikasi itu berguna dalam menyelesaikan setiap tugas penting bagi kebutuhan kita, juga untuk memberi sandang pangan kepada diri sendiri dan memuaskan kepenasaran kita kepada lingkungan, serta untuk menikmati hidup. Selain itu, hal terpenting dari komunikasi ialah untuk menciptakan dan memupuk hubungan dengan orang lain disekitar kita.

Fungsi utama komunikasi menurut Effendi adalah sebagai berikut:
  1. To inform (menginformasikan). Yakni memberikan informasi kepada orang lain tentang suau peristiwa, masalah, pendapat, pikiran, segala tingkah laku orang lain dan apa yang disampaikan orang lain.
  2. To aducate (mendidik). Yakni sebagai sarana pendidikan. Karena melalui komunikasi, manusia dalam suatu lingkungan masayarakat dapat menyampaikan segala bentuk pengetahuan, ide, gagasan kepada orang lain sehingga orang lain dapat menerima segala bentuk informasi yang kita berikan.
  3. To Entertain (menghibur). Komunikasi juga berfungsi untuk menghibur orang lain dan menyenangkan hati orang lain.
  4. To influence (mempengaruhi). Selain sebagai sarana untuk menyampaikan pendidikan, informasi dan sebagai sarana dalam menghibur orang lain, komunikasi juga berfungsi untuk memberikan pengaruh kepada orang lain. Saling mempengaruhi segala bentuk sikap dan perilaku orang lain agar mengikuti apa yang diharapkan.

Proses Komunikasi

Proses komunikasi tergambarkan dalam ulasan Unsur Komunikasi di atas. Proses komunikasi dimulai dari adanya PESAN lalu disampaikan oleh KOMUNIKATOR kepada KOMUNIKAN melalui MEDIA untuk menimbulkan EFEK dan UMPAN BALIK.

Dengan kata lain, proses komunikasi berkaitan dengan siapa pengirimnya (komunikator), apa yang dikatakan atau dikirimkan (pesan), saluran komunikasi apa yang digunakan (media), ditujukan untuk siapa (komunikan), dan apa akibat yang akan ditimbulkannya (efek).

Proses Komunikasi

Dalam grafis di atas, proses komunikasi itu terjadi ketika seseorang memiliki pesan untuk disampaikan.

Sebelum menyampaikan pesan, ia memilih kata-kata atau simbol yang berisi pesa (encoding) dan saluran (media) yang akan diterima oleh komunikan.

Penerima pesan akan memberikan respons dan umpan balik (feedback) kepada pengirim pesan.

Proses pengiriman pesan itu melibatkan proses encoding, decoding, respons, dan umpan balik:
  • Encoding (Penyandian) adalah  mengubah pesan abstrak menjadi konkret, misalnya pemilihan kata-kata, simbol, lambang, dan media atau saluran.
  • Dedoding (Penyandian Balik) adalah proses menguraikan pesan dalam diri komunikan sehingga memahami pesan yang diterima.
  • Response (Respons) adalah tanggapan, sikap, atau reaksi yang ditimbulkan atau diberikan.
  • Feeback (Umpan Balik) adalah respon yang disampaikan kepada pengirim pesan.

Demikian ulasan ringkas tentang Pengertian Komunikasi: Makna, Jenis, Fungsi, Proses, Tipe, Unsur. Semoga bermanfaat untuk pemahaman kita tentang komunikasi. Wasalam. (www.komunikasipraktis.com).*

Referensi: Ensiklopedia Komunikasi (Alex Sobur), Filsafat Komunikasi (Dani Vardiansyah), Ilmun Komunikasi (Deddy Mulyana), Pengantar Ilmu Komunikasi (Hafied Cangara).

Komunikasi Praktis Updated at: Monday, July 10, 2017
thumbnail

Cara Menghasilkan Uang dari Blog

Cara Menghasilkan Uang dari Blog
Cara Menghasilkan Uang dari Blog butuh keahlian, kesabaran, dan ketekunan. Konten Berkualitas dan SEO menjadi kunci.

DALAM istilah Google, menghasilkan uang dari blog disebut turn your passion into profit. "Ubah hobi Anda menjadi penghasilan," kata Google di laman resmi AdSense Indonesia.

"AdSense adalah cara sederhana yang gratis untuk memperoleh penghasilan dengan menempatkan iklan di situs web Anda."

Passion adalah hobi, bakat, atau minat. Blogging adalah menyalurkan bakat, minat, atau passion itu dengan berbagi pengalaman dan pengetahuan atau wawasan.

Hakikat blogging atau ngeblog memang menyalurkan passion sekaligus berbagi (share) dengan pembaca atau pengguna interney (user).

Dari hobi, maka bisa lahir uang dengan cara monetisasi (monetize) blog, termasuk menjadi penayang iklan Google (Publisher AdSense).

Bagi sebagian orang, menghasilkan uang adalah motif utama ngeblog. Tadinya tidak tertarik dengan dunia blogging. Namun, ketika tahu blog bisa menghasilkan uang, ia menjadi sangat tertarik dan langsung bersemangat membuat blog.

AdSense adalah sumber utama penghasilan blogger, namun bukan satu-satunya. Sumber lainnya antara lain menjual produk atau jasa sendiri dan promosi/menjual produk orang lain (affiliate marketing).

Penghasilan dari blog bisa mencapai puluhan juta rupiah per bulan. Namun, dari berbagai share pengalaman sejumlah blogger, penghasilan rata-rata blogger Indonesia di kisaran 100-200 dolar atau sekitar 1-2 juta rupiah per bulan.


5 Blogger Paling Kaya di Dunia

Laman Money and Matter pernah menurunkan laporan tentang 5 blogger terkaya di dunia (richest blogger in the world). Penghasilan mereka mencapai miliaran rupiah per bulan.

Ke-5 Blogger Paling Kaya di Dunia itu adalah sebagai berikut:
  1. Michael Arrington. Pemilik techcrunch.com. Rata-rata pendapatan US$ 700 ribu atau Rp 9,1 miliar per bulan. 
  2. Pete Cashmore. Pemilik mashable.com. Penghasilannya hingga US$ 500 ribu atau setara dengan Rp 6,5 miliar per bulan.
  3. Perez Hilton. Blognya, perezhilton.com, berisi tentang berita seputar selebriti dan kabar yang berkembang di Hollywood. Penghasilan lebih dari US$ 400 ribu atau Rp 5,2 miliar per bulan.
  4. Timothy Sykes. Blog miliknya adalah timothsykes.com yang berisi tentang informasi mengenai saham dan bisnis. Penghasilan: US$ 190 ribu atau Rp 2,4 miliar per bulan.
  5. Vitaly Friedman. Pemilik dari blog smashingmagazine.com. Blognya berisi berbagai informasi mengenai perkembangan website dan desain yang sangat berkaitan tentang dunia teknologi. Penghasilan bulanan sebesar US$ 150 ribu atau setara dengan Rp 1,9 miliar.
Wow! Menggiurkan dan "bikin iri" bukan?

Cara Menghasilkan Uang dari Blog
Blogger berbahasa Inggris memang lebih banyak menghasilkan uang ketimbang blog berbahasa Indonesia. 

Ada (banyak?) blogger Indonesia yang sudah diterima Google AdSense, namun hingga setahun baru menghasilkan 100 dolar sebagai batas minimal pengiriman.

Kesimpulannya, jika Anda ingin menghasilkan uang lebih banyak dari AdSense, maka buatlah blog dalam bahasa Inggris. Maksunya, postingannya berbahasa Inggris. Tentu, Anda harus mahir menulis dalam bahasa Inggris dulu.

Menghasilkan uang dari blog bahasa Indonesia bukan hanya butuh kesabaran, ketekunan, tapi juga kerja ekstra keras. Anda harus membuat konten yang sekiranya dicari banyak orang dan mampu bersaing dengan postingan blogger lain. Di sini Anda butuh Pengoptimalan Mesin Pencari atau Search Engine Optimization (SEO).

Blog yang bisa diterima menjadi publisher Google Adsense dan menghasilkan uang adalah blog yang banyak pengunjung, minimal 1000 pengunjung unik (unique visitors) per hari. 

Bisa saja blog yang dikunjungi ratusan orang per hari diterima menjadi publisher AdSense, namun penghasilannya juga sedikit, mungkin di bawah 100 dolar per bulan.


Cara Menghasilkan Uang dari Blog

Dari ulasan ringkas di atas, maka Cara Menghasilkan Uang dari Blog adalah dengan menjadi penayang iklan Google, menjual produk dan jasa, dan mengikuti program afiliasi.

Namun, sumber penghasilan terbesar adalah Google AdSense dan menjual produk/jasa sendiri.

Blog-blog yang menayangkan iklan Google dipastikan banyak pengunjung. Jumlah pengunjung akan meningkat seiring dengan meningkatnya kualitas postingan atau konten blog plus Trik SEO.

Maka, langkah pertama untuk menghasilkan uang dari blog adalah membuat blog lalu mengisinya dengan Konten Berkualitas.

Menurut Google dalam Panduan Membuat Konten yang Bermanfaat, postingan atau konten blog yang berkualitas itu antara lain:
  1. Berguna dan informatif: Jika meluncurkan situs untuk restoran, Anda dapat menyertakan lokasi, jam buka, informasi kontak, menu, dan blog untuk berbagi acara yang akan datang.
  2. Lebih bernilai dan berguna daripada situs lain: Jika Anda menulis cara melatih anjing, pastikan artikel Anda memberikan nilai lebih atau perspektif yang berbeda dibanding sejumlah artikel di web terkait pelatihan anjing.
  3. Dapat dipercaya: Tampilkan kredibilitas situs Anda dengan menggunakan sumber daya, kutipan, tautan, ulasan, dan testimoni asli. Biografi penulis atau testimoni dari pelanggan nyata dapat membantu meningkatkan reputasi dan kepercayaan situs Anda.
  4. Kualitas tinggi: Sebaiknya situs Anda memiliki konten yang unik, spesifik, dan berkualitas tinggi. Konten sebaiknya tidak diproduksi secara massal atau dialihdayakan ke sejumlah besar situs lain. Perlu diingat bahwa konten Anda sebaiknya dibuat dengan tujuan utama memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung, bukan untuk memiliki peringkat tinggi di mesin telusur.
  5. Menarik: Buat situs Anda berwarna dan terasa hidup dengan menambahkan gambar produk, tim, atau diri Anda sendiri. Pastikan pengunjung tidak terganggu dengan kesalahan ejaan, gaya, dan fakta. Iklan yang terlalu banyak juga dapat mengganggu pengunjung. Libatkan pengunjung dengan berinteraksi dengan mereka melalui pembaruan rutin, kotak komentar, atau widget media sosial.
Susah?
Untuk sukses memang butuh keahlian, kesabaran, dan ketekunan. Tidak ada jalan pintas untuk suses. Demikian juga Cara Menghasilkan Uang dari Blog. Wasalam. (www.komunikasipraktis.com).*

Buku Panduan Menjadi Blogpreneur


Dapatkan di Nuansa
Komunikasi Praktis Updated at: Thursday, July 06, 2017
thumbnail

Komunikasi Lebaran: Koleksi Gambar Kartu Ucapan Selamat Idul Fitri

Komunikasi Lebaran: Koleksi Gambar Kartu Ucapan Selamat Idul Fitri Keren Terbaik

MENGIRIMKAN ucapan Selamat Idul Fitri atau Selamat Lebaran merupakan kebiasaan kaum Muslim Indonesia tiap kali merayakan Lebaran usai puasa Ramadhan.

Seringkali ucapan Selamat Idul Fitri itu disertai rangkaian kata-kata indah, puitis, untuk mengiringi ucapan selamat lebaran, mohon maaf lahir batin, taqabbalallahu minna waminkum, minal 'aizin wal faizin, dan sebagainya.

Ucapan Selamat Idul Fitri bisa dikatakan sebagai bentuk komunikasi lebaran. Saat ini berkirim kartu lebaran sudah mulai langka, digantikan pesan singkat SMS, WhatsApp, dan Media Sosial.

Berikut ini Koleksi Desain Gambar Kartu Ucapan Selamat Idul Fitri paling keren terbaik yang bisa diedit dan dikirim kepada sahabat atau kerabat via WhatsApp atau diupload di media sosial.

Koleksi Gambar Kartu Ucapan Selamat Idul Fitri


Gambar Ucapan Selamat Idul Fitri


Gambar Ucapan Selamat Idul Fitri

Gambar Ucapan Selamat Idul Fitri

Gambar Ucapan Selamat Idul Fitri

Gambar Ucapan Selamat Idul Fitri

Gambar Ucapan Selamat Idul Fitri

Gambar Ucapan Selamat Idul Fitri

Gambar Ucapan Selamat Idul Fitri

Gambar Ucapan Selamat Idul Fitri

Gambar Ucapan Selamat Idul Fitri

Gambar Ucapan Selamat Idul Fitri

Koleksi Gambar Ucapan Selamat Idul Fitri di atas bersumber Google Image. Silakan cari sendiri dengan kata kunci Selamat Idul Fitri, Ucapan Idul Fitri, atau Idul Fitri saja.

Gambar di atas, kecuali dua terakhir, masih bisa ditambah dengan kata-kata lain dan nama Anda. Bisa diedit di CorelDraw atau PhotoShop sebelum dikirim via WA, Line, atau diunggah di akun media sosial.*

Komunikasi Praktis Updated at: Wednesday, June 21, 2017
thumbnail

Pengertian Persekusi - Contoh dan Penyebabnya

Pengertian Persekusi
Pengertian Persekusi. Dalam beberapa hari terakhir, tiba-tiba istilah persekusi populer dan sering digunakan dalam judul berita.

Penyebabnya adalah kasus "main hakim sendiri" terhadap pengguna media sosial yang dinilai menghina seseorang atau kelompok dalam statusnya.

Berikut ini beberapa judul berita yang menggunakan kata persekusi:

  • Ketum PBNU: Lawan Persekusi
  • Pengakuan Pelaku yang Persekusi Remaja 15 Tahun
  • Polda Metro Sudah Terima 3 Laporan Kasus Persekusi
  • Dua Orang Pelaku Persekusi dan Pengintimidasi Anak Dibela FPI
  • Kapolri Ancam Copot Kapolres yang Takut Lawan Persekusi
  • Persekusi di Solok, Kapolri Ultimatum Polda dan Polres
  • Kapolri: Persekusi Bukan Delik Aduan, Bisa Langsung Diproses
  • Begini Detik-detik Persekusi yang Dialami PMA
  • Polisi Buru Pendukung FPI yang Persekusi Bocah Anti-Rizieq

Pengertian Persekusi

Secara bahasa, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) persekusi adalah pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga yang kemudian disakiti, dipersusah, atau ditumpas.

persekusi/per·se·ku·si/ /pĂ©rsekusi/ v pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga dan disakiti, dipersusah, atau ditumpas;

Di Wikipedia, Persekusi (bahasa Inggris: persecution) adalah perlakuan buruk atau penganiyaan secara sistematis oleh individu atau kelompok terhadap individu atau kelompok lain, khususnya karena suku, agama, atau pandangan politik.


Persekusi adalah salah satu jenis kejahatan kemanusiaan yang didefinisikan di dalam Statuta Roma Mahkamah Pidana Internasional. Timbulnya penderitaan, pelecehan, penahanan, ketakutan, dan berbagai faktor lain dapat menjadi indikator munculnya persekusi, tetapi hanya penderitaan yang cukup berat yang dapat dikelompokkan sebagai persekusi.


Dengan demikian, persekusi mirip dengan istilah main hakim sendiri. Bentuk persekusi dengan ancaman, penganiayaan, hingga pengeroyokan dapat dikenakan pasal-pasal dalam KUHP, seperti pengancaman pasal 368, penganiayaan 351, dan pengeroyokan 170.

Pasal 368 KUHP mengatur tentang pemerasan dan pengancaman. Pasal 368 KUHP Ayat 1 berbunyi 'Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa seorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang itu atau orang lain, atau supaya membuat hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena pemerasan dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan'.

Pasal 351 KUHP Ayat 1 berbunyi 'Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah'.

Pasal 170 Ayat 1 disebutkan 'Barang siapa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan'.


Mengapa terjadi persekusi?

Persekusi terjadi akibat kebebasan berpendapat yang kebablasan di media sosial. Orang dengan bebas dan seenaknya menghina ulama atau tokoh lain.

Di sisi lain, pihak yang merasa menjadi korban penghinaan tidak percaya kepada aparat penegak hukum yang selama ini cenderung dan terkesan pro-Ahoker. Maka, terjadilah persekusi!

Jadi, bisa dikatakan, maraknya persekusi akibat krisis kepercayaan kepada penegak hukum dan tidak beretikanya pengguna media sosial yang melakukan penghinaan dan pelecehan terhadap orang lain.

Bagaimanapun, selalu ada pemicu munculnya sebuah tindakan, termasuk persekusi. Pelalu persekusi sudah muak terhadap fenonema pengguna media sosial yang suka menghina dan melecehkan dalam statusnya.

Demikian pengertian persekusi. (www.komunikasipraktis.com).*

Komunikasi Praktis Updated at: Saturday, June 03, 2017
thumbnail

Pengertian Jurnalisme Advokasi

Pengertian Jurnalisme Advokasi
Pengertian Jurnalisme Advokasi. 

Jurnalisme Advokasi adalah sebuah genre jurnalisme yang dengan sengaja dan transparan mengadopsi sudut pandang non-objektif, biasanya untuk beberapa tujuan sosial atau politik.

Mirip propaganda, namun laporan jurnalisme advokasi berbasis fakta dan itu yang membedakannya dengan propaganda.

Advocacy journalism is a genre of journalism that intentionally and transparently adopts a non-objective viewpoint, usually for some social or political purpose. Because it is intended to be factual, it is distinguished from propaganda. (Wikipedia)

Pengertian Jurnalisme Advokasi

Secara bahasa, advokasi artinya pembelaan (KBBI). Jurnalisme advokasi secara praktis adalah jurnalisme yang melaporkan sebuah kasus, isu, masalah, atau peristiwa dengan tujuan membentuk opini publik sehingga muncul kesadaran dan  dukungan publik.

Jurnalistik advokasi merupakan kegiatan jurnalistik yang dilakukan oleh wartawan dengan cara mengarahkan fakta hasil reportase untuk membentuk opini publik. 

Pemberitaan jurnalisme advokasi lebih banyak ditujukan untuk suatu kepentingan tertentu yang disajikan dalam bentuk pemberitaan fakta dan peristiwa. 

Berita-berita yang dimunculkan tidak hanya berupa informasi, akan tetapi mengemukakan persoalan-persoalan yang erat kaitannya dengan masyarakat. Dalam hal ini wartawan harus menuliskan fakta demi fakta secara intens dan benar.

Jurnalisme Advokasi biasanya mengambil kasus penderitaan kaum lemah atau korban ketidakadilan. Tradisi advokasi di bidang jurnalistik sudah mewabah di Eropa dan Amerika. 

Berdasarkan catatan Karin Wahl-Jorgensen dan Thomas Hanitzsch dalam The Handbook of Journalism Studies, tradisi jurnalisme advokasi di Eropa dan Amerika berkembang pada tahun 1800-an dan 1920-an.

Eropa nampaknya menjadi benua yang lebih ramah bagi pertumbuhan jurnalisme advokasi. Di benua ini, jurnalisme bisa menunjukkan diri sebagai kekuatan yang memiliki sikap untuk membela atau menentang sesuatu.

Bukan hanya kepentingan publik, jurnalisme advokasi di Eropa juga hadir untuk membela kepentingan politik dan bisnis pihak-pihak tertentu.

Kondisi yang relatif berbeda muncul di Amerika. Di benua ini, jurnalisme muncul layaknya “priyayi”. Dia mengklaim diri obyektif, sehingga bersih dari kepentingan apa pun. Tradisi normatif ini lama-lama mengikis perkembangan jurnalisme advokasi di Amerika pada masa itu.

Menurut Morris Janowitz, seperti dikutip di dalam The Handbook of Journalism Studies, jurnalisme advokasi lebih banyak berperan dalam menyuarakan dan mewakili kelompok tertentu yang tidak tergabung di dalam lingkaran kekuasaan. Kelompok seperti ini biasanya luput dari pemberitaan, relatif tidak mendapat tempat di media, dan termasuk kelompok marjinal.

Pada tahap ini, istilah Civic Advocacy Journalism mulai muncul. Tujuannya jelas, membela kaum lemah, mengungkapkan kebenaran, dan memicu perubahan sosial.

Kejujuran jurnalisme advokasi akan menjadi penyeimbang. Ia akan menjadi antitesis kerajaan media yang sering kali berlindung di balik ketiak obyektivitas, namun pada kenyataanya gencar menggunakan frekuensi publik atau ruang publik untuk kepentingan politik dan bisnis si pemilik atau koleganya yang sedang berkuasa.*

Komunikasi Praktis Updated at: Thursday, May 25, 2017
Subscribe via Email