Info Pelatihan Komunikasi

Tuesday, September 30, 2014

Perbedaan Jurnalistik, Pers, dan Media

Perbedaan Jurnalistik, Pers, dan Media
Istilah jurnalistik, pers, dan media merupakan tiga serangkai yang tidak bisa dipisahkan. Ketiganya saling terkait, baik dalam konteks pengertian (teoretis) maupun dalam konteks praktis.

Bahkan, pers dan media tampak "sama", misalnya dalam istilah "insan pers", "jumpa pers", "insan media",  dan "praktisi media". Catatan Romeltea.

TIAP kali ditanya soal perbedaan Pers, Jurnalistik, dan Media, biasanya jawaban saya mengacu pada yang saya tulis di buku Jurnalistik Terapan (Batic Press, 2004). Di Bab I buku tersebut saya tulis sebagai berikut:

Jika dicermati, maka pengertian “jurnalistik”, “media massa”, dan “pers” sama-sama bermuara pada dunia kewartawanan dan kepenulisan. Ketiga istilah itu berkaitan erat satu sama lain dan tidak bisa dipisahkan. Perbedaan makna di antara ketiga istilah itu sebagai berikut:

 Pengertian Jurnalistik lebih mengarah pada “aktivitas” atau proses kerja kewartawanan dan kepenulisan.

 Media massa mengarah pada benda atau “produk aktivitas” tersebut tempat dituangkan atau disiarkannya aktivitas kewartawanan dan kepenulisan.
 Pers lebih mengandung pengertian "lembaga" atau perusahaan yang bergerak di bidang penyiaran hasil kerja wartawan atau penulis.
Kini mari kita "dalami lagi" ketiga istilah tersebut guna lebih memperjelas perbedaan dan persamaannya --dalam konreks "komunikasi praktis", bukan "tinjauan akademis".

PENGERTIAN PERS
Kamus Bahasa Besar Indonesia (KBBI) mengartikan pers /pérs/ n sebagai (1) usaha percetakan dan penerbitan; (2) usaha pengumpulan dan penyiaran berita; (3) penyiaran berita melalui surat kabar, majalah, dan radio; (4) orang yang bergerak dalam penyiaran berita; (5) medium penyiaran berita, spt surat kabar, majalah, radio, televisi, dan film.

Dalam pengertian KBBI tersebut, pers meliputi juga pengertian jurnalistik, wartawan, dan media.

Dalam Kamus Bahasa Inggris, pers (press) diartikan sebagai (1) pers. (2) tekanan. (3) alat pemeras. (4) mesin pencetak. (5) pres (for a tennis racket). -kkt. (1) menyeterika (a suit). (2) menekan (a button). (3) memeras (fruit). (4) mencetak (records). (5) mendesak. (6) mendesakkan (o's point). 7 menekankan.

Dalam kaitan dengan jurnalistik dan media, pengertian pers dalam bahasa Inggris yang adalah "mesin pencetak" (memproduksi media cetak seperti suratkabar dan majalah).

Menurut UU No. 40/1999 tentang Pers, pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik dan segala saluran yang tersedia.

Literatur-litaeratur komunikasi menunjukkan, press (pers) mengacu pada "media cetak", terutama suratkabar dan majalah, terkait dengan proses produksinya yang menggunakan mesin cetak.

Dalam perkembangannya pers mempunyai tiga pengertian, yakni:
  1. Pers dalam pengertian luas: meliputi segala jenis penerbitan dan publikasi/penyiaran informasi, termasuk radio dan televisi.
  2. Pers dalam arti sempit hanya terbatas pada pers cetak, yakni suratkabar, majalah, dan buletin.
  3. Pers dalam pengertian lembaga publikasi/penyiaran dan sarana komunikasi massa sebagaimana disebutkan dalam UU Pers.
PENGERTIAN JURNALISTIK
Secara bahasa jurnalistik adalah hal yang menyangkut kewartawanan dan persuratkabaran (KBBI). Dalam bahasa Inggris, jurnalistik --sering ditulis journalism, bukan journalistic-- adalah kewartawanan.

Ada banyak pengertian jurnalistik yang dikemukakan para pakar atau kamus. Pengertian jurnalistik yang “agak lengkap” ditemukan di Free Dictionary, yaitu “The collecting, writing, editing, and presenting of news or news articles in newspapers and magazines and in radio and television broadcasts” (pengumpulan, penulisan, penyuntingan, dan penyajian berita atau artikel berita di suratkabar, majalah, radio, dan televisi). (Baca: Pengertian Jurnalistik Lengkap).

Kata dasar jurnalistik adalah “jurnal” (journal), artinya laporan atau catatan, atau “jour” dalam bahasa Prancis yang berarti “hari” (day) atau “catatan harian” (diary). Dalam bahasa Belanda journalistiek artinya "penyiaran catatan harian".
Orang yang melakukan aktivitas jurnalistik secara rutin --karena menjadi profesinya-- disebut jurnalis, wartawan, atau reporter.

PENGERTIAN MEDIA
Media adalah kata jamak dari medium yang berarti alat, sarana, atau saluran. Dalam konteks komunikasi, media dibagi dalam dua pengertian:
  1. Media dalam pengertian umum, yaitu segala jenis alat komunikasi, termasuk suratkabar, radio, TV, telepon, faksimil, dan surat.
  2. Media dalam pengertian khusus, yaitu media yang merupakan singkatan dari "media massa" (mass media) atau "media komunikasi massa" (mass media communication) yang berarti sarana komunikasi kepada orang banyak.
Kedua pengertian tersebut tersirat dalam pengertian media secara bahasa, yaitu (1) alat; (2) alat (sarana) komunikasi seperti koran, majalah, radio, televisi, film, poster, dan spanduk; (3) yang terletak di antara dua pihak (orang, golongan, dsb); (4) perantara; penghubung. (KBBI).

Dalam bahasa Inggris pun demikian. Media/medium diartikan sebagai (1) cenayang, medium, dukun yang dapat berhubungan dengan roh. (2) perantaraan. (3) perantara. (4) alat jalur (of communications).

Literatur komunikasi menyebutkan, kata media juga berasal dari bahasa latin, medius, yang secara harafiah berarti "tengah, perantara, atau pengantar".

Media dalam konteks jurnalistik dan pers adalah singkatan dari media massa. Tidak semua media bisa disebut media massa. Sebuah media komunikasi/publikasi bisa disebut "media" atau "media massa" jika memiliki karakteristik sebagai berikut:
  1. Publisitas, disebarluaskan kepada khalayak/dikonsumsi publik.
  2. Universalitas, pesannya bersifat umum.
  3. Periodisitas, tetap atau berkala.
  4. Kontinuitas, berkesinambungan.
  5. Aktualitas, berisi hal-hal baru.
Uraian di atas memperjelas pemahaman, ketiga istilah ini --jurnalistik, pers, dan media-- merupakan tiga serangkai yang tidak bisa dipisahkan. Ketiganya saling terkait, baik dalam konteks pengertian (teoretis) maupun dalam konteks praktis. Wasalam. (www.komunikasipraktis.com).*

Referensi:
  • Asep Syamsul M. Romli, Jurnalistik Terapan, Batic Press, Bandung, 2004
  • Asep Syamsul M. Romli, Kamus Jurnalisti, Simbiosa, Bandung, 2009.
  • Asep S. Muhtadi, Jurnalistik Pendekatan Teori dan Praktik, Logos, Jakarta, 1999.
  • Dja'far H. Assegaf, Jurnalistik Masa Kini, Ghalia, Jakarta, 1985.
  • Elvinaro Ardianto, dkk. Komunikasi Massa Sebuah Pengantar, Simbiosa, Bandung, 2007.

Karya Tulis Ilmiah: Pengertian, Karakteristik, dan Jenis-Jenis

Karya Tulis Ilmiah: Pengertian, Karakteristik, dan Jenis-Jenis
Karya Tulis Ilmiah --biasa disingkat Karya Ilmiah (Scientific Paper)-- adalah tulisan atau laporan tertulis yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian suatu masalah oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.

Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan (referensi) bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.

Karya ilmiah sering juga disebut "tulisan akademis" (academic writing) karena biasa ditulis oleh kalangan kampus perguruan tinggi --dosen dan mahasiswa.

Karya ilmiah berfungsi sebagai sarana untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi berupa penjelasan (explanation), prediksi (prediction), dan pengawasan (control).

Karakteristik Karya Ilmiah

Karakteristik karya ilmiah yang membedakannya dengan tulisan non-ilmiah antara lain:
  1. Mengacu pada teori sebagai landasan berpikir (kerangka pemikiran) dalam pembahasan masalah.
  2. Lugas --tidak emosional, bermakna tunggal, tidak menimbulkan interprestasi lain.
  3. Logis --disusun berdasarkan urutan yang konsisten
  4. Efektif --ringkas dan padat.
  5. Efisien -- hanya mempergunakan kata atau kalimat yang penting dan mudah dipahami.
  6. Objektif  berdasarkan fakta --setiap informasi dalam kerangka ilmiah selalu apa adanya,

    sebenarnya, dan konkret.
  7. Sistematis --baik penulisan dan pembahasan

    sesuai dengan prosedur dan sistem yang berlaku.

Jenis-Jenis Karya Tulis Ilmiah

1. Artikel
Dalam istilah jurnalistik, artikel adalah tulisan berisi pendapat subjektif penulisanya tentang suatu masalah atau peristiwa.

Dalam konteks ilmiah, artikel adalah karya tulis yang dirancang untuk dimuat dalam jurnal atau buku kumpulan artikel yang ditulis dengan tata cara ilmiah dan mengikuti pedoman atau konvensi ilmiah yang telah disepakati. Artikel ilmiah diangkat dari hasil pemikiran dan kajian pustaka atau hasil pengembangan proyek.

Sistematika Artikel:
  1. Judul
  2. Nama Penulis -- tanpa gelar akademik
  3. Abstrak --ringkasan tulisan, gambaran umum isi artikel.
  4. Kata Kunci --3-5 keywords.
  5. Pendahuluan -- latar belakang masalah dan rumusan singkat (1-2 kalimat) pokok bahasan dan tujuannya.
  6. Kerangka Teori (Kajian Teori) --dasar teori yang menjadi acuan.
  7. Pembahasan --kupasan, analisis, argumentasi, komparasi, keputusan, dan pendirian atau sikap penulis
  8. Penutup -- simpulan dan saran
  9. Daftar Pustaka
2. Makalah
Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. Makalah biasanya disajikan dalam sebuah seminar atau dipresentasikan di kelas (tugas perkuliahan).

Makalah juga diartikan sebagai karya ilmiah mahasiswa mengenai suatu topik tertentu yang tercakup dalam ruang lingkup suatu perkuliahan. Makalah mahasiswa umumnya merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan suatu perkuliahan, baik berupa kajian pustaka maupun hasil kegiatan perkuliahan lapangan.

Pengertian yang lain dari makalah adalah karya tulis yang memuat pemikiran tentang suatu masalah atau topik tertentu yang ditulis secara sistematis dan runtut dengan disertasi analisis yang logis dan objektif. Makalah ditulis untuk memenuhi tugas terstruktur yang diberikan oleh dosen atau ditulis atas inisiatif sendiri untuk disajikan dalam forum ilmiah.

Sistematika Makalah:
  1. Pendahuluan
  2. Pembahasan
  3. Kesimpulan
3. Kertas Kerja
Kertas kerja (work paper) pada prinsipnya sama dengan makalah, namun dibuat dengan analisis lebih dalam dan tajam dan dipresentasikan pada seminar atau lokakarya yang biasanya dihadiri oleh ilmuwan. Kertas kerja itu menjadi acuan untuk tujuan tertentu dan bisa diterima atau dimentahkan oleh forum ilmiah.

4. Paper
Paper adalah sebutan khusus untuk makalah di kalangan akademisi (mahasiswa) dalam kaitannya dengan pembelajaran dan pendidikannya sebelum menyelesaikan jenjang studi (Diploma/S1/S2/S3). Sistematika penulisannya sama dengan artikel atau makalah, tergantung panduan yang berlaku di perguruan tinggi masing-masing.

5. Skripsi
Skripsi adalah karya tulis ilmiah mahasiswa untuk menyelesaikan jenjang studi S1 (Sarjana). Skripsi berisi tulisan sistematis yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendaagt (teori) orang lain.

Pendapat yang diajukan harus didukung oleh data dan fakta empiris-objektif, baik bedasarkan penelitian langsung (obsevasi lapangan, atau percobaan di laboratorium), juga diperlukan sumbangan material berupa temuan baru dalam segi tata kerja, dalil-dalil, atau hukum tertentu tentang salah satu aspek atau lebih di bidang spesialisasinya.

6. Tesis
Tesis adalah karya tulis ilmiah mahasiswa untuk menyelesaikan jenjang studi S2 (Pasca Sarjana) yang sifatnya lebih mendalam dibandingkan dengan skripsi. Tesis mengungkapkan pengetahuan baru yang diperoleh dari penelitian sendiri.

7. Disertasi
Disertasi --disebut juga "Ph.D Thesis"-- adalah karya tulis ilmiah mahasiswa untuk menyelesaikan jenjang studi S3 (meraih gelar Doktor/Dr) yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta yang sahih (valid) dengan analisis yang terinci). Disertasi ini berisi suatu temuan penulis sendiri, yang berupa temuan orisinal.

8. Artikel Ilmiah Populer
Selain ketujuh jenis karya ilmiah, ada juga yang disebut artikel ilmiah populer, yaitu artikel ilmiah yang ditulis dengan gaya bahasa populer (bahasa media/bahasa jurnalistik) untuk dimuat di media massa (suratkabar, majalah, tabloid).

Berbeda dengan artikel ilmiah, artikel ilmiah popular tidak terikat secara ketat dengan aturan penulisan ilmiah. Artikel ilmiah ditulis lebih bersifat umum, untuk konsumsi publik. Dinamakan ilmiah populer karena ditulis bukan untuk keperluan akademik, tetapi untuk "dikomunikasikan" kepada publik melalui media massa.

Artikel ilmiah populer bisa hasil penelitian ilmiah, namun disajikan dengan lebih ringkas dan lugas, bisa pula dibuat berdasarkan berpikir deduktif atau induktif, atau gabungan keduanya yang bisa ‘dibungkus’ dengan opini penulis. Wasalam. (www.komunikasipraktis.com).*

Referensi:
  1. Dwiloka, Bambang. 2005. Teknik Menulis Karya Ilmiah. Penerbit Rineka Cipta
  2. Hariwijaya, M. 2008. Pedoman Penulisan Ilmiah Proposal dan Skripsi. Tugu Publisher
  3. Farkhan, M. 2006. Penulisan Karya Ilmiah. Jakarta: Penerbit Cella.
  4. Sudjana, N. 1988. Tuntunan penyusunan karya ilmiah: makalah-skripsi-tesis-disertasi. Sinar Baru.
  5. Nasuhi, H. . dkk. 2007. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi, Tesis, dan Disertasi)Jakarta: CeQDA.

Arti dan Asal-Usul Teks Lorem Ipsum Dolor Sit Amet

Arti dan Asal-Usul Teks Lorem Ipsum Dolor Sit Amet
DEMO sebuah tema atau template website biasanya berisi naskah atau teks yang diawali dengan kata-kata "Lorem Ipsum Dolor Sit Amet..." 

Menurut Wikipedia, "Lorem ipsum" adalah teks pengisi untuk contoh naskah atau isi website (placeholder text, filler text) yang biasanya digunakan untuk mendemonstrasikan unsur-unsur grafis sebuah dokumen atau presentasi visual, seperti huruf, tipografi, dan layout.

Lorem Ipsum adalah contoh teks atau dummy dalam industri percetakan dan penataan huruf atau typesetting. Lorem Ipsum telah menjadi standar contoh teks sejak tahun 1500an, saat seorang tukang cetak yang tidak dikenal mengambil sebuah kumpulan teks dan mengacaknya untuk menjadi sebuah buku contoh huruf.

Teks Lorem Ipsum selengkapnya:
"Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum."

Menurut laman Lorem Ipsum, teks Lorem Ipsum bukanlah naskah sembarangan atau "asal". Lorem Ipsum bukanlah teks-teks yang diacak, tetapi berakar dari sebuah naskah sastra Latin klasik dari era 45 Sebelum Masehi (SM) sehingga usianya telah mencapai lebih dari 2000 tahun!

Richard McClintock, seorang professor Bahasa Latin dari Hampden-Sidney College di Virginia, mencoba mencari makna salah satu kata latin Lorem Ipsum yang dianggap paling tidak jelas, yakni consectetur, yang diambil dari salah satu bagian Lorem Ipsum. Setelah ia mencari maknanya di di literatur klasik, ia mendapatkan sebuah sumber yang tidak bisa diragukan.

McClintock menemukan, Lorem Ipsum berasal dari bagian 1.10.32 dan 1.10.33 dari naskah "de Finibus Bonorum et Malorum" (Sisi Ekstrem dari Kebaikan dan Kejahatan) karya Cicero yang ditulis tahun 45 SM.

Buku de Finibus Bonorum et Malorum adalah risalah dari teori etika yang sangat terkenal pada masa Renaissance. Baris pertama dari Lorem Ipsum, "Lorem ipsum dolor sit amet..", berasal dari sebuah baris di bagian 1.10.32.

Bagian standar dari teks Lorem Ipsum yang digunakan sejak tahun 1500-an itu kini direproduksi. Bagian 1.10.32 dan 1.10.33 dari "de Finibus Bonorum et Malorum" karya Cicero juga direproduksi, persis seperti bentuk aslinya, diikuti oleh versi bahasa Inggris yang berasal dari terjemahan tahun 1914 oleh H. Rackham.

Tujuan Penggunaan Lorem Ipsum

Tujuan penggunaan teks Lorem Ipsum buka tanpa alasan, apalagi "asal". Maksud penggunaan Lorem Ipsum adalah karena ia memiliki penyebaran huruf yang normal. Itu lebih baik daripada menggunakan kalimat seperti "Bagian isi disini, bagian isi disini" sehingga ia seolah menjadi naskah Inggris yang bisa dibaca.

Banyak paket Desktop Publishing dan editor situs web yang kini menggunakan Lorem Ipsum sebagai contoh teks. Karenanya, pencarian terhadap kalimat "Lorem Ipsum" akan berujung pada banyak situs web yang masih dalam tahap pengembangan.

Berbagai versi juga telah berubah dari tahun ke tahun, kadang karena tidak sengaja, kadang karena disengaja (misalnya karena dimasukkan unsur humor atau semacamnya).

Variasi Tulisan Lorem Ipsum

Ada banyak variasi tulisan Lorem Ipsum yang tersedia, tapi kebanyakan sudah mengalami perubahan bentuk, entah karena unsur humor atau kalimat yang diacak hingga nampak sangat tidak masuk akal. Jika anda ingin menggunakan tulisan Lorem Ipsum, Anda harus yakin tidak ada bagian yang memalukan yang tersembunyi di tengah naskah tersebut.

Semua generator Lorem Ipsum di internet cenderung untuk mengulang bagian-bagian tertentu. Karena itu inilah generator pertama yang sebenarnya di internet. Ia menggunakan kamus perbendaharaan yang terdiri dari 200 kata Latin, yang digabung dengan banyak contoh struktur kalimat untuk menghasilkan Lorem Ipsun yang nampak masuk akal.

Karena itu, Lorem Ipsun yang dihasilkan akan selalu bebas dari pengulangan, unsur humor yang sengaja dimasukkan, kata yang tidak sesuai dengan karakteristiknya dan sebagainya.

Lorem Ipsum Standar yang Digunakan Sejak Tahun 1500-an
"Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum."

Bagian 1.10.32 dari "de Finibus Bonorum et Malorum", ditulis oleh Cicero pada tahun 45 SM
"Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque laudantium, totam rem aperiam, eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo. Nemo enim ipsam voluptatem quia voluptas sit aspernatur aut odit aut fugit, sed quia consequuntur magni dolores eos qui ratione voluptatem sequi nesciunt. Neque porro quisquam est, qui dolorem ipsum quia dolor sit amet, consectetur, adipisci velit, sed quia non numquam eius modi tempora incidunt ut labore et dolore magnam aliquam quaerat voluptatem. Ut enim ad minima veniam, quis nostrum exercitationem ullam corporis suscipit laboriosam, nisi ut aliquid ex ea commodi consequatur? Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem eum fugiat quo voluptas nulla pariatur?"

Terjemahan tahun 1914 oleh H. Rackham
"But I must explain to you how all this mistaken idea of denouncing pleasure and praising pain was born and I will give you a complete account of the system, and expound the actual teachings of the great explorer of the truth, the master-builder of human happiness. No one rejects, dislikes, or avoids pleasure itself, because it is pleasure, but because those who do not know how to pursue pleasure rationally encounter consequences that are extremely painful. Nor again is there anyone who loves or pursues or desires to obtain pain of itself, because it is pain, but because occasionally circumstances occur in which toil and pain can procure him some great pleasure. To take a trivial example, which of us ever undertakes laborious physical exercise, except to obtain some advantage from it? But who has any right to find fault with a man who chooses to enjoy a pleasure that has no annoying consequences, or one who avoids a pain that produces no resultant pleasure?"

Bagian 1.10.33 dari "de Finibus Bonorum et Malorum", ditulis oleh Cicero pada tahun 45 SM
"At vero eos et accusamus et iusto odio dignissimos ducimus qui blanditiis praesentium voluptatum deleniti atque corrupti quos dolores et quas molestias excepturi sint occaecati cupiditate non provident, similique sunt in culpa qui officia deserunt mollitia animi, id est laborum et dolorum fuga. Et harum quidem rerum facilis est et expedita distinctio. Nam libero tempore, cum soluta nobis est eligendi optio cumque nihil impedit quo minus id quod maxime placeat facere possimus, omnis voluptas assumenda est, omnis dolor repellendus. Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet ut et voluptates repudiandae sint et molestiae non recusandae. Itaque earum rerum hic tenetur a sapiente delectus, ut aut reiciendis voluptatibus maiores alias consequatur aut perferendis doloribus asperiores repellat."

Terjemahan tahun 1914 oleh H. Rackham
"On the other hand, we denounce with righteous indignation and dislike men who are so beguiled and demoralized by the charms of pleasure of the moment, so blinded by desire, that they cannot foresee the pain and trouble that are bound to ensue; and equal blame belongs to those who fail in their duty through weakness of will, which is the same as saying through shrinking from toil and pain. These cases are perfectly simple and easy to distinguish. In a free hour, when our power of choice is untrammelled and when nothing prevents our being able to do what we like best, every pleasure is to be welcomed and every pain avoided. But in certain circumstances and owing to the claims of duty or the obligations of business it will frequently occur that pleasures have to be repudiated and annoyances accepted. The wise man therefore always holds in these matters to this principle of selection: he rejects pleasures to secure other greater pleasures, or else he endures pains to avoid worse pains."

Teks untuk Blog Baru

Jika Anda membuat blog atau website baru, namun belum ada naskah yang bisa diposting, maka ada baiknya mengutip teks berikut ini yang diambil dari Wikipedia. Jumlah kata dan struktur naskahnya sekaligus memberi contoh naskah online yang baik, yakni ringkas, jumlah baris per alinea (maksimal lima baris), plus contoh quoted:

Lorem ipsum is a placeholder text (filler text) commonly used to demonstrate the graphic elements of a document or visual presentation, such as font, typography, and layout, by removing the distraction of meaningful content.

The lorem ipsum text is typically a mangled section of De finibus bonorum et malorum, a 1st-century BC Latin text by Cicero, with words altered, added, and removed that make it nonsensical and not proper Latin.

A common form of lorem ipsum text reads as follows:
"Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum."

Another version of the text uses the word "adipisici" (rather than "adipisicing"; the digraph ng at the end of words is alien to classical Latin).

Other versions of lorem ipsum include additional words to add variety so that repeated verses will not word-wrap on the same phrases. (wikipedia).

Di bagian judul Anda bisa menuliskan judul-judul yang menarik, namun relevan dengan rencana isi blog/website. Misalnya, jika blognya tentang Sepakbola, maka judul naskahnya seputar sepakbola yang bisa disusun sendiri atau "nyontek" dari berita-berita sepakbola teraktual. Good luck! (www.komunikasipraktis.com).*

Monday, September 29, 2014

Pengertian Jurnalistik: Daftar Definisi Jurnalistik

Pengertian Jurnalistik: Daftar Definisi Jurnalistik
Pengertian/Definisi Jurnalistik secara bahasa, praktis, dan menurut para ahli.

JURNALISTIK adalah ilmu, teknik, dan proses yang berkenaan dengan penulisan berita, feature, dan artikel opini di media massa, baik media cetak, media elektronik, maupun media online.

Pengertian jurnalistik pun terkait erat dengan penulisan dan media.

Pengertian Jurnalistik Secara Bahasa

Secara etimologis, jurnalistik (journalistic, journalism) berakar kata "jurnal" (Inggris), "du jour" (Prancis), dan lebih jauh lagi ke zaman Romawi Kuno, yaitu "diurna".

Jurnal artinya laporan atau catatan. Du Jour artinya hari atau catatan harian, sama dengan pengertian diurna. Dalam bahasa Belanda, journalistiek artinya "penyiaran catatan harian".

Jadi, secara etimologis (asal-usul kata), jurnalistik adalah laporan tentang peristiwa sehari-hari yang saat ini kita kenal dengan istilah "berita" (news). Berita sendiri adalah laporan peristiwa aktual, faktual, penting, dan menarik yang dipublikasikan (dimuat) di media massa.

Pengertian Jurnalistik Menurut Para Ahli

Pengertian jurnalistik secara terminologis (istilah) atau definisi jurnalistik sangat banyak. Berikut ini daftar pengertian jurnalistik yang dikemukakan para ahli dan praktisi jurnalistik.
  1. Jurnalistik adalah segala bentuk yang terkait dengan pembuatan berita dan ulasan mengenai berita yang disampaikan kepada publik. (F. Fraser Bond).

  2. Jurnalistik adalah pengumpulan, penulisan, penafsiran, pemrosesan, dan penyebaran informasi umum, pendapat pemerhati, hiburan umum secara sistematis dan dapat dipercaya untuk diterbitkan pada surat kabar, majalah, dan disiarkan di stasiun siaran. (Roland E. Wolseley)

  3. Jurnalistik adalah pengiriman informasi dari sini ke sana dengan benar, seksama, dan cepat, dalam rangka membela kebenaran dan keadilan. (Erik Hodgins)

  4. Jurnalistik adalah usaha memproduksi kata-kata dan gambar-gambar yang dihubungkan dengan proses transfer ide atau gagasan dengan bentuk suara, inilah cikal bakal makna jurnalistik sederhana. (M. Djen Amar)

  5. Jurnalistik adalah suatu kepandaian praktis mengumpulkan, mengedit berita untuki pemberitaan dalam surat kabar, majalah, atau terbitan terbitan berkala lainnya. Selain bersifat ketrampilan praktis, jurnalistik merupakan seni. (M. Ridwan)

  6. Jurnalistik adalah teknik mengelola berita sejak dari mendapatkan bahan sampai kepada menyebarluaskannya kepada khalayak. (Onong U. Effendi)

  7. Jurnalistik adalah semacam kepandaian karang-mengarang yang pokoknya memberi perkabaran pada masyarakat dengan selekas-lekasnya agar tersiar seluas-luasnya. (Adinegoro)

  8. Jurnalistik adalah segala sesuatu yang menyangkut kewartawanan. (Summanang)

  9. Jurnalistik adalah kegiatan pencatatan dan atau pelaporan serta penyebaran tentang kejadian sehari-hari. (Astrid S. Susanto)

  10. Jurnalistik adalah proses atau teknik mencari, mengolah, menulis, dan menyebarluaskan informasi berupa berita (news) dan opini (views) kepada publik melalui media massa. (Asep Syamsul M. Romli).

  11. Jurnalistik adalah kegiatan menyiapkan, mencari, mengumpulkan, mengolah, menyajikan, dan menyebarkan berita melalui media berkala kepada khalayak seluas-luasnya dengan secepat-cepatnya. (Haris Sumadiria).

  12. Jurnalistik merupakan suatu kegiatan komunikasi yang dilakukan dengan cara menyiarkan berita ataupun ulasannya mengenai berbagai peritiwaatau kejadian sehari-hari yang aktualdan factual dalam waktu yang secepat-cepatnya. (A.W. Widjaya)

  13. Jurnalistik adalah seni atau ketrampilan mencari, mengumpulkan, mengolah, menyusun, dan menyajikan berita tentang peristiwa yang terjadi sehari-hari secara indah, dalam rangka memenuhi segala kebutuhan hati nurani khalayaknya. (Kustadi Suhandang)

  14. Jurnalistik adalah bidang profesi yang mengusahakan penyajian informasi tentang kejadian dan atau kehidupan sehari-hari (pada hakikatnya dalam bentuk penerangan, penafsiran dan pengkajian) secara berkala, dengan menggunakan sarana-sarana penerbitan yang ada. (Ensiklopedi Indonesia).

  15. Jurnalistik adalah pekerjaan mengumpulkan, menulis, menyunting dan menyebarkan berita dan karangan untuk surat kabar, majalah, dan media massa lainnya seperti radio dan televisi. (Leksikon Komunikasi)
Dari sejumlah pengertian jurnalistik di atas, dapat diambil kesimpulan,  jurnalistik adalah proses mengumpulkan, menulis, menyunting, dan menyebarluaskan berita melalui media massa.

Jurnalistik bisa pula diartikan sebagai proses komunikasi dan pemberitaan melalui media massa. (www.komunikasipraktis.com).*

Referensi:
  1. Asep Syamsul M. Romli, Jurnalistik Terapan: Pedoman Kewartawanan dan Kepenulisan, Bandung, Batic Press, 2005.
  2. Asep Syamsul M. Romli, Kamus Jurnalistik. Bandung, Simbiosa, 2009.
  3. AS Haris Sumadiria, Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Feature Panduan Praktis Jurnalis Profesional, Bandung, Simbiosa Rekatama Media, 2005.
  4.  A. Muis, Jurnalistik Hukum Komunikasi Massa, Jakarta: PT. Dharu Annutama. 1999.
  5. Jafar Assegaff, Jurnalistik Masa Kini: Pengantar ke Praktek Kewartawanan, Jakarta:Ghalia Indonesia, 1982.
  6. Kustadi Suhandang, Pengantar Jurnalistik: Seputar Organisasi, Produk, dan Kode Etik. Bandung:Penerbit Nuansa, 2004.