Featured Posts

thumbnail

Ukuran Unit Iklan Google AdSense Terbaik Paling Menghasilkan

 Unit Iklan Google AdSense Terbaik
Ukuran Unit Iklan Google AdSense Terbaik Paling Menghasilkan.

PUBLISHER Google AdSense tentu mencari ukuran unit iklan terbaik yang paling menghasilkan.

Kita mulai dari versi Google sendiri. Disebutkan di laman Bantuan AdSense, sebagai acuan sederhana, ukuran iklan yang lebar cenderung berkinerja lebih baik daripada iklan yang memanjang karena lebih mudah dibaca.

Pembaca menyerap informasi dalam "unit pikiran", hanya beberapa kata dalam satu waktu. Ukuran yang lebih lebar memudahkan pengguna membaca lebih banyak teks dalam sekilas tanpa harus berpindah baris dan kembali ke margin kiri setiap beberapa kata seperti yang terpaksa dilakukan pada iklan yang lebih sempit.

"Jika ditempatkan dengan benar, ukuran iklan lebar ini dapat meningkatkan penghasilan Anda secara signifikan," tulis Bantuan AdSense.

Kesimpulannya, Ukuran Unit Iklan Google AdSense Terbaik Paling Menghasilkan atau ukuran yang dianggap paling efektif adalah sebagai berikut:
  1. Kotak Besar 336x280
  2. Kotak Sedang 300x250
  3. Spanduk Utama 728x90
  4. Separuh Laman 300x600
  5. Di Seluler: Spanduk Seluler Besar 320x100. 

Ukuran Unit Iklan Google AdSense Terbaik Paling Menghasilkan


Ingatlah selalu bahwa meskipun beberapa ukuran iklan tersebut biasanya berkinerja baik, sebaiknya gunakan ukuran yang selaras dengan laman.

"Akan lebih baik bila Anda menambahkan satu unit iklan yang disarankan daripada menambahkan dua unit iklan yang lebih kecil saling berdampingan," demikian saran Google.

Dari berbagai forum, ada juga yang menyebutkan ukuran iklan 160x600.

Ukuran 160×600 sebaiknya dipasang dalam artikel, tepatnya di bawah judul, dengan menggunakan float left atau right.

Ukuran Iklan 336×280  sebaiknya ditempatkan di Bawah Artikel.

Demikian Ukuran Unit Iklan Google AdSense Terbaik Paling Menghasilkan. Baca Juga: Cara Menghasilkan Uang dari Blog. (www.komunikasipraktis.com).*

Komunikasi Praktis Updated at: Wednesday, October 18, 2017
thumbnail

Naskah Berita Net TV Janggal, Melanggar Kaidah Tata Bahasa Indonesia

Naskah Berita Net TV Janggal, Melanggar Kaidah Tata Bahasa Indonesia
Naskah Berita Net TV Janggal, Melanggar Kaidah Tata Bahasa Indonesia

BAHASA Jurnalistik, yakni bahasa yang digunakan wartawan atau media dalam menulis dan menyajikan berita, harus tetap mematuhi kaidah bahasa Indonesia.

Ciri atau karakteristik bahasa jurnalistik atau bahasa khas media adalah lugas dan ringkas. Namun, keringkasan dan kelugasan itu juga tetap harus mematuhi kaidah tata bahasa.

Naskah berita Net TV yang melanggar kaidah tata bahasa adalah menggunakan kata dasar di naskah isi berita (body).

Padahal, dalam dunia jurnalistik atau bahasa jurnalistik, kata dasar hanya boleh ada dalam judul.

Misalnya: Presiden Bantah Ada Kebangkitan PKI. Kata dasar bantah hanya boleh digunakan dalam judul. Dalam isi berita tetap harus menggunakan imbuhan, menjadi: Presiden membantah ada kebangkitan PKI.

Contoh lain: timbulkan kekhawatiran di kalangan....
Harusnya: menimbulkan kekhawatiran

Nah, di Net TV, silakan simak, di laman resmi Net TV juga ada, naskah berita Net TV sering menggunakan kata dasar juga di tubuh beritanya. Terdengarnya pun janggal.

Jadi, jangan mentang-mentang bahasa jurnalistik itu lugas dan ringkas, kata dasar pun digunakan di tubuh berita. Itu menyalahi aturan.

Pedoman Penggunaan Bahasa di Media Massa menyebutkan, antara lain:
  1. Wartawan hendaknya sedapat mungkin menaati kaidah tata bahasa.
  2. Wartawan hendaknya tidak menghilangkan imbuhan, bentuk awal, atau prefiks. 
  3. Pemenggalan kata awalan me dapat dilakukan dalam kepala berita, mengingat keterbatasan ruang. Akan tetapi pemenggalan jangan sampai dipukulratakan sehingga merembet pula ke dalam tubuh berita!
(To be Continued).*
Komunikasi Praktis Updated at: Tuesday, October 03, 2017
thumbnail

Menggunakan Hashtag di Judul Postingan Bisa Tingkatkan Pengunjung #Blog #SEO

Menggunakan Tagar, Hashtag, atau Simbol # di Judul Postingan Bisa Meningkatkan Pengunjung Blog

Menggunakan Tagar, Hashtag, atau Simbol # di Judul Postingan
PERNAHKAH Anda menggunakan tanda pagar (tagar) atau hashtag (#) di judul postingan blog atau judul tulisan/artikel web Anda?

Jika belum pernah, coba saja. Menggunakan Tagar (#Hashtag) di Postingan #Blog Bisa meningkatkan jumlah pengunjung.

Tagar di postingan bukan hal baru. Di fitur Socialize Feedburner, kita ditawari penggunaan tagar saat postingan disebarkan ke Twitter.

Itu artinya, menggunakan tagar di judul postingan tidak melanggar kebijakan Google, bahkan dianjurkan. 

Menurut Wording Well yang menjadi sumber tulisan ini, menggunakan hashtag di judul posting blog bisa meningkatkan jumlah pengunjung (traffic) dan pelanggan (subsriber). Jadi, coba saja, seperti judul postingan ini :)

Jika postingan Anda ditambah tagar, maka saat dishare di Twitter dan Facebook, akan otomatis bergabung dengan tagar lain, termasuk yang menjadi trending di Twitter, Facebook, Instagram, atau media sosial lain.

Hashtags Meningkatkan Pengunjung dan Subscriber

Dengan menggunakan tagar (hashtag) di judul artikel, peluang mendatangkan pengunjung jadi tinggi. Peluang dishare pengunjung ke media sosial mereka juga tinggi.

Apakah menggunakan tagar di judul postingan blog menurunkan peringkat di Google? Jawabnnya, sama sekali tidak. NO. The answer, simply, is NO.

Hashtag dewasa ini bahkan sudah menjadi salah satu tren pencarian di Google. Artinya, tagar (hashtag) bagian dari SEO. (Google Has Recognized Hashtags as a Part of SEO.

Namun, jangan terlalu banyak menggunakan tagar di judul posting. Cukup maksimal dua saja, misalnya di akhir judul.

Jangan pernah menulis judul postingan blog seperti ini: #HowTo #Finance your #Writing #Career while Making #Money #Blogging. Itu kebanyakan dan bisa dianggap Spam.

Pengertian Tagar (Hashtag)

Pengertian Tagar (Hashtag)
Tagar adalah singkatan dari tanda pagar atau tag dan pagar. Tanda tagar adalah tanda pagar (simbol # yang diletakkan di awal kata atau frasa yang diketikkan pada jejaring sosial. 

Pesan singkat di microblogging layanan jejaring sosial seperti Twitter, Instagram, Google+ atau Facebook dapat ditandai dengan menempatkan "#" sebelum kata-kata penting, contoh:#Wikipedia merupakan sebuah #ensiklopedia yang dapat disunting siapa pun.

Tagar menyediakan cara untuk mengelompokkan pesan tersebut, karena orang dapat mencari tagar dan mendapatkan seperangkat pesan yang mengandung itu. (Wikipedia).

Menurut Twitter, Hashtag , tagar, atau simbol # digunakan untuk mengindeks kata kunci atau topik di Twitter. 

Fungsi Tagar dibuat di Twitter dan memungkinkan pengguna untuk mengikuti topik yang mereka minati dengan mudah.

Mengeklik atau menyentuh kata yang ber-hashtag di pesan apa pun akan menampilkan Tweet lain yang menyertakan hashtag tersebut. Hashtag dapat disertakan di mana saja di Tweet.

Kiat untuk menggunakan hashtag:
  • Anda tidak dapat menambahkan spasi atau tanda baca di hashtag karena hashtag tidak akan berfungsi dengan benar.
  • Jika Anda menge-Tweet dengan hashtag di akun publik, siapa pun yang mencari hashtag tersebut dapat menemukan Tweet Anda.
  • Sebaiknya jangan gunakan lebih dari 2 hashtag per Tweet agar efektif, meskipun Anda dapat menggunakan hashtag di Tweet sebanyak yang diinginkan.
  • Ketik kata kunci ber-hashtag di bilah pencarian untuk menemukan konten dan akun berdasarkan minat Anda.
Anda benar!!! Banyak pengguna yang menyalahgunakaan tagar. Tagar #PersibDay misalnya, dimanfaatkan oleh mereka yang jualan atau promosi hal lain yang sama sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan Persib Bandung.

Kembali ke topik, jelas menggunakan tagar, hashtag, atau simbol # di judul pPostinganblog bisa meningkatkan pengunjung. Anda bisa mencobanya. (www.komunikasipraktis.com).*

Komunikasi Praktis Updated at: Monday, September 18, 2017
thumbnail

Pengertian dan Kiat Sukses Jurnalisme Warga

Pengertian dan Kiat Sukses Jurnalisme Warga
Jurnalisme Warga adalah praktik jurnalistik oleh warga biasa (bukan wartawan). Ada kiat khusus agar jurnalisme warga kredibel.

Pengertian Jurnalisme Warga

Jurnalisme warga (citizen journalism) adalah kegiatan partisipasi aktif yang dilakukan oleh masyarakat dalam kegiatan pengumpulan, pelaporan, analisis serta penyampaian informasi dan berita. 

Tipe jurnalisme seperti ini akan menjadi paradigma dan tren baru tentang bagaimana pembaca atau pemirsa membentuk informasi dan berita pada masa mendatang.

Perkembangannya di Indonesia dipicu ketika pada tahun 2004 terjadi tragedi Tsunami di Aceh yang diliput sendiri oleh korban tsunami. Terbukti berita langsung dari korban dapat mengalahkan berita yang dibuat oleh jurnalis profesional.

Pada tahun 2008 muncul situs berita yang berbasis jurnalisme masyarakat yang pertama di Indonesia, yaitu Swaberita. Berbeda dengan situs berita lainnya seperti detikCom, okezone.com dan Kompas.com yang menggunakan jurnalis profesi.

Televisi, seperti Net, menyediakan slot khusus untuk mempublikasikan jurnalisme warga. Program berita NET News ditayangkan NET. Fokus utama pada program ini adalah segmen jurnalisme warga. (Wikipedia).

Kiat Sukses Jurnalisme Warga


Kemunculan media sosial membuat orang-orang mendapat sumber lain informasi, lewat jurnalisme warga. 

Kini masyarakat tak lagi terpaku pada sumber dari media massa dalam jaringan, cetak maupun elektronik. 

Konsekuensi dunia digital, setiap orang bisa jadi pembuat berita sekaligus penyebar berita.

Media sosial yang terbuka untuk umum menumbuhkan citizen journalism atau jurnalisme warga, mereka yang tidak berprofesi sebagai wartawan turut memberikan informasi kepada publik.

Jurnalisme ini tentu berbeda dengan apa yang dianut oleh media jurnalistik, terutama berkaitan dengan akurasi informasi. Citizen jurnalism bisa berupa opini atau laporan peristiwa.

Agar jurnalisme warga mendapat kepercayaan, lakukan hal-hal sebagai berikut:

1. Konten orisinal
Konten yang orisinal merupakan hal yang harus dipenuhi oleh para citizen journalist.

2. Etika publik
Etika publik yang paling harus diperhatikan adalah mengenai kejujuran. Penulis tidak boleh berbohong mengenai informasi, baik berupa teks maupun foto. 

Kita sendiri yang bangun kredibilitas. Kredibilitas tidak bisa dibangun dari satu-dua tulisan, melainkan perlu waktu hingga tahunan.

3. Format cerita
Para jurnalis warga disarankan untuk membuat tulisan berformat cerita. Jurnalis warga tidak dituntut mencantumkan kelengkapan informasi berdasarkan 5W+1H (what, who, when, where, why dan how) seperti layaknya jurnalis media.

4. Konsisten
Menjaga konsistensi mempublikasikan berita bagi para jurnalis warga perlu dilakukan bila mereka ingin dikenal. 

Usahakan mengunggah tulisan sesuai dengan waktu yang disanggupi, misalnya seminggu sekali. Bila perlu, siapkan beberapa tulisan untuk diunggah dalam waktu yang berbeda.

5. Spesialisasi bidang
Sebaiknya, usahakan fokus mengenai bidang tertentu, sesuai dengan keahlian atau yang diminati, agar mendapat nama di pembaca.

6. Media sosial
Manfaatkan media sosial untuk mempromosikan tulisan. Misalnya, ketika sudah mengunggah tulisan di blog atau platform citizen journalism, bagikan tautan tulisan di Twitter, Facebook, WhatsApp (WA), dan sebagainya agar banyak orang yang membaca. (Antara).*

Komunikasi Praktis Updated at: Thursday, August 31, 2017
Subscribe via Email
Copyright © Komunikasi Praktis. All rights reserved. New Johny Wuss Template by Contoh Blog & Creating Website
Web Partners: Romeltea Media - Blog Romeltea - Risalah Islam - Info Bandung. Member of BATIC Media Network