Pengertian Jurnalistik Online

Jurnalistik Online
Pengertian, Definisi, Karakteristik, dan Keunggulan Jurnalistik Online.

Jurnalistik Online adalah jurnalistik generasi baru seiring kemunculan media online (internet) sebagai salah satu media baru (new media). Jurnalistik Online (Online Journalism) --disebut juga:

  1. Jurnalistik Digital (Digital Journalism)
  2. Jurnalistik Siber (Cyber Journalism)
  3. Jurnalistik Internet (Internet Journalism)
  4. Jurnalisme Daring
  5. Jurnalistik Situs Web (Website Journalism).

Setiap wartawan modern atau wartawan masa kini WAJIB menguasi wawasan dan keterampilan Jurnalistik Online. Semua media konvensional --suratkabar, majalah, tabloid, radio, dan televisi (TV)-- memiliki versi online yang bisa diakses oleh pembaca di seluruh dunia.

Jurnalistik Online hadir dengan karakteristik yang berbeda dengan jenis jurnalistik sebelumnya. Jurnalistik Online bukan saja tersaji untuk pembaca (manusia), tapi juga harus mampu "dibaca" oleh mesin pencari (search engine) karena "mayoritas" --kalau tidak semua-- pembaca (user) menggunakan mesin pencari, terutama Google, untuk mencari berita, data, atau informasi yang mereka butuhkan.

Pengertian Jurnalistik Online

Jurnalistik Online adalah jurnalistik yang tersaji secara online di internet. Penulis buku Jurnalistik Online pertama di Indonesia, Asep Syamsul M. Romli, mendefinisikan jurnalistik online sebagai "proses pengumpulan, penulisan, penyuntingan, dan penyebarluasan berita secara online di internet".

Menurut Romli, Jurnalistik Online adalah jurnalisme “generasi ketiga” setelah jurnalistik cetak (print journalism) –suratkabar, tabloid, majalah– dan jurnalistik elektronik (electronic journalism, broadcast journalism) –jurnalistik radio dan televisi.

Jurnalistik Online adalah “jurnalistik masa depan” (future journalism) yang terus berkembang seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Jurnalistik Online bakan sudah “beranak” dengan melahirkan “cabang” berupa:
  • “Jurnalisme blog” (Blog journalism)
  • “Jurnalistik mobil” (Mobile journalism)
  • “Jurnalisme twitter” (Twitter journalism)
Jurnalistik Online juga menumbuhkembangkan konsep “Jurnalisme Warga” (Citizen Journalism) yang diperkokoh dengan perkembangan media sosial (social media) seperti Facebook, Twitter, dan Youtube.

Karakteristik Jurnalistik Online

Karakteristik Jurnalistik Online sebagaimana dikemukakan Romli dalam bukunya adalah sebagai berikut:
  1. Unlimited Space. Jurnalistik Online memungkinkan halaman (page) tak terbatas. Ruang bukan masalah. Artikel dan berita bisa sepanjang dan selengkap mungkin, tanpa batas.
  2. Audience Control. Jurnalistik Online memungkinkan audiens (reader, user, visitor) lebih leluasa memilih berita/informasi.
  3. Nonlienarity. Dalam Jurnalistik Online tiap berita berdiri sendiri sehingga audiens tidak harus membaca secara berurutan.
  4. Storage and retrieval. Jurnalistik Online memungkinkan berita “abadi”, tersimpan (terarsipkan) dan bisa diakses kembali dengan mudah kapan dan di mana saja.
  5. Immediacy. Jurnalistik Online menjadikan informasi bisa disampaikan secara sangat cepat dan langsung.
  6. Multimedia Capability. Jurnalistik Online memungkinkan sajian berita berupa teks, suara, gambar, video, dan komponen lainnya sekaligus.
  7. Interactivity. Jurnalistik Online memungkinkan interaksi langsung antara redaksi (wartawan) dengan audiens, seperti melalui kolom komentar dan social media sharing.

Keunggulan Jurnalistik Online

  1. Produksi berita online lebih mudah dan murah ketimbang produksi berita cetak dan elektronik.
  2. Jurnalistik Online memungkinkan semua orang menjadi wartawan atau memproduksi dan menyebarluaskan informasi (everybody can be journalist).
  3. Jurnalistik Online tidak mengenal deadline. Berita dapat dipublikasikan (posting) dan diedit kapan dan di mana saja.
  4. Berita Jurnalistik Online tersebar dengan cepat. Internet saat ini merupakan cara tercepat penyebaran berita (the fastest way to report news).
  5. Sirkulasi media/berita online bisa menjangkau seluruh dunia, tidak seperti di media cetak dan elektronik (radio/TV) yang terbatas.
  6. Dalam jurnalistik online, banyak elemen yang bisa ditambahkan untuk melengkapi sebuah berita (news story), seperti video, kotak komentar, gambar bergerak (moving image), hyperlink, berita terkait (related news), dan sebagainya.
  7. Kesalahan dalam berita atau artikel dapat dengan mudah dikoreksi dan di-update.
  8. Online journalism does not create a lot of jobs. Jurnalistik Online tidak membutuhkan banyak orang (karyawan), bahkan bisa dilakukan oleh satu orang saja.
Jurnalistik online adalah jurnalistik berbasis intenet dan multimedia. Karenanya, wartawan media online tidak saja dituntut mahir menulis (writing skills), tapi juga mahir mengolah foto dan video, dan memahami dasar-dasar HTML seperti pembuatan hyperlink dalam tulisannya. (http://jurnalistikpraktis.blogspot.com).*


» Thanks for reading: Pengertian Jurnalistik Online
Previous
« Prev Post
Komunikasi Praktis Updated at: Wednesday, April 16, 2014

0 comments:

Post a Comment

Komentar Spam dan yang menyertakan alamat blog atau link aktif tidak akan muncul.

Subscribe via Email