Dasar-Dasar Jurnalistik Online

Dasar-Dasar Jurnalistik Online
Jurnalistik Online (Online Journalism) adalah proses penulisan dan penyebarluasan berita melalui internet.

Pengertian "teringkas" jurnalistik online dikemukakan J.G. Stoval dalam Web journalism: Practice and promise of a new medium (Pearson Education, Inc., 2004), yaitu "jurnalistik di webisite".
"Online journalism is loosely defined as journalism on the Web, which is considered a news  medium in the sense that it allows the posting of news and information".

Menurut Stoval, jurnalistik online secara longgar didefinisikan sebagai jurnalisme di Web, yang dianggap sebagai media berita dalam arti bahwa website  memungkinkan adanya posting berita dan informasi.

Istilah Laian Jurnalistik Online
Dari definisi Stoval ini pula muncul istilah lain untuk jurnalistik online, yaknik

  1. Web Journalism (Jurnalistik Website)
  2. Internet Journalism (Jurnalistik Internet) 
  3. Cyber Journalism (Jurnalistik Siber).

Web --singkatan dari website-- atau site (situs) adalah "lokasi virtual" di WWW, berisi beberapa subjek atau halaman web terkait perusahaan dan file data yang dapat diakses melalui browser.

Setiap website memiliki alamat web yang unik sendiri yang dapat dicapai melalui koneksi internet. Halaman pembukaan sebuah situs web biasanya disebut homepage yang berisi hyperlink ke halaman lain pada situs yang sama atau lainnya.

Sebuah web server tunggal dapat mendukung beberapa situs Web dan situs web tunggal mungkin berada pada beberapa server web, kadang-kadang ribuan mil terpisah.
Virtual location on WWW, containing several subject or company related webpages and data files accessible through a browser. Each website has its own unique web address (see uniform resource locator) which can be reached through an internet connection. The opening page of a website is usually called homepage which contains hyperlinks to other pages on the same or other site(s). A single web server may support multiple websites and a single website may reside on multiple web servers, sometimes thousands of miles apart. (www.businessdictionary.com).

Kehadiran website-lah yang menjadi "gara-gara" (penyebab) munculnya jurnalistik online. Saat pertama kali ditemukan oleh Sir Timothy John Tim Berners-Lee, website dimaksudkan untuk memudahkan tukar-menukar dan memperbarui informasi pada sesama peneliti di tempat ia bekerja.

Karena "menyentuh" informasi itulah, website pun kini berkembang menjadi media online, yakni media komunikasi massa yang tersaji secara online di internet berupa website (situs web).

Jurnalistik Online: Jurnalistik Generasi Baru

Jadilah jurnalistik online sebagai "jurnalistik generasi baru" atau "jurnalistik generasi ketiga" setelah jurnalistik cetak --jurnalistik yang tersaji di media cetak (koran, majalah)-- dan jurnalistik elektronik (radio, televisi).

Media publikasi jurnalistik online pun, yakni media online, disebut "new media" (media baru), setelah media cetak dan media elektronik.

Sebagai jurnalistik generasi baru, jurnalistik online memiliki karakteristik tersendiri. Gaya penulisannya pun baru pula, tidak seperti jurnalistik cetak dan elektronik.

Kebaruan gaya penulisan jurnalistik online muncul terutama karena karakteristik media online yang "to scan, not to read" (dipindai, bukan dibaca).

Perubahan gaya penulisan itu lalu memunculkan teknik baru penulisan karya jurnalistik, yakni online news writing, penulisan berita online, antara lain:

  1. Tidak ada "indent" (lekuk) di alinea
  2. Harus ada spasi antar-alinea
  3. Batasan maksimum baris dalam alinea (maksimum lima baris per alinea)
  4. Naskah yang maksimal setengah (50%) panjang naskah media cetak
  5. "Penyesuaian" dengan mesin pencari (search engine) --terutama Google-- karena umumnya pembaca mencari data dan berita melalui mesin pencari.

Perubahan penting lainnya, dengan kehadiran jurnalistik online dan media online, berita pun menjadi "gratis". Orang tidak lagi perlu berlangganan koran atau majalah untuk mendapatkan informasi terkini; juga tidak perlu menunggu hari baru (besok) untuk mengetahui peristiwa hari ini.

Para wartawan pun tidak hanya harus menguasai ilmu dan teknik jurnalistik "konvensional", tapi juga harus menguasai teknik jurnalistik online, termasuk dasar-dasar jurnalistik online seperti uraian di atas. Wasalam. (www.komunikasipraktis.com).*

NEXT POSTING:
  1. Karakteristik Jurnalistik Online.
  2. Karakteristik Media Online.
  3. Gaya Penulisan Jurnalistik/Media Online.'
  4. Online Writing Tips.
  5. SEO Online Writing.
  6. Blog Journalism.

» Thanks for reading: Dasar-Dasar Jurnalistik Online
Previous
« Prev Post
Komunikasi Praktis Updated at: Friday, October 03, 2014

0 comments:

Post a Comment

Komentar Spam dan yang menyertakan alamat blog atau link aktif tidak akan muncul.

Subscribe via Email