Featured Posts

thumbnail

Pengertian Vox Pop dan Cara Membuatnya

Vox Pop adalah salah satu format berita dalam jurnalisme televisi dan jurnalistik radio. Jurnalistik cetak juga bisa menerapkan model pemberitaan ini, namun secara tertulis.

Pengertian Vox Pop dan Cara Membuatnya
Pengertian Vox Pop dan Cara Membuatnya. Gambar: Gfiles

Pengertian Vox Pop

Dalam literatur jurnalistik, Vox Pop adalah kumpulan opini masyarakat tentang satu hal tertentu. Vox pop bukan wawancara, biasanya hanya terdiri dari satu pertanyaan, yang dijawab oleh sejumlah orang.

Vox pop memberi ilustrasi apa yang dipikirkan orang tentang satu hal tertentu

Secarabahas, istilah Vox Pop berasal dari bahasa Latin, vox populi, yang berarti “suara rakyat.” 

Vox pop bukanlah format berita, namun biasa digunakan untuk melengkapi format berita yang ada. 

Jumlah narasumber yang diwawancarai sekitar 4-5 orang, dan diusahakan mewakili berbagai kalangan (tua, muda, laki-laki, perempuan, kaya, miskin, dan sebagainya). Durasi vox pop sebaiknya singkat saja dan langsung menjawab pertanyaan yang diajukan.

BBC menerjemahkan Vox Pop dengan "Suara Warga" atau "Suara Masyarakat" karena memang format atau jenis reportase ini meminta pendapat warga atau anggota masyarakat.

Vox pops, bila dikemas menarik, bisa menjadi “drama mini” dan tak mengherankan jika kumpulan suara publik ini sering dipakai atau disiarkan oleh stasiun TV dan radio.

Vox pops berguna ketika melakukan peliputan di negara atau daerah, di mana orang-orang tidak terlalu nyaman berbicara dengan wartawan.

Format ini tidak mengharuskan orang-orang menyebutkan nama mereka, mereka tidak harus secara khusus menyiapkan jawaban dan jika tidak ingin diwawancara, mereka dengan mudah akan mengatakan tidak.

Jika Vox Pops dipakai untuk berita radio, orang-orang yang dimintai pendapat akan lebih gampang untuk tidak membuka identitas, karena wajah mereka tidak akan ditampilkan.

Cara Membuat Vox Pop

1. Susun Pertanyaan.

Tentukan topik atau pertanyaan yang akan dikemukakan. Susun pertanyaan seringkas mungkin. Hindari jenis pertanyaan dengan jawaban ya atau tidak (yes no question), yaitu pertanyaan yang hanya membutuhan jawaban ringkas "ya" atau "tidak".

Jangan ajukan pertanyaan seperti “Apakah ia presiden yang baik?” Ajukan jenis pertanyaan seperti “Apa harapan Anda dari Presiden yang baru dilantik ini?”

Anda bisa mengajukan pertanyaan kepada sekelompok orang pada waktu yang bersamaan.

Misalnya, “Apakah Presiden sudah memilih calon yang tepat untuk menjadi Kapolri?” Kemudian Anda bisa bertanya kepada larang kedua “Apakah Anda setuju dengan pendapat tadi?”

Variasikan pertanyaan karena pertanyaan yang repetitif akan menghasilkan jawaban yang repetitif pula.

2. Lakukan pendekatan

Jangan lupa untuk tersenyum. Perkenalkan siapa Anda dan coba ciptakan suasana yang membuat orang-orang merasa nyaman.

Jika Anda terlihat seperti pejabat atau sibuk dengan peralatan rekaman, orang-orang tidak akan mau berbicara dengan Anda.

3. Dengar apa kata mereka.

Sangat mudah bagi wartawan untuk tidak mendengarkan secara seksama ketika tengah sibuk merekam gambar, menerjemahkan atau mengecek volume suara.

Tapi ingat yang penting di sini adalah jawaban dari orang-orang yang kita tanya. Coba perhatikan dialog antara seorang reporter dan dua pemilih yang baru saja mencoblos berikut ini:

Reporter: Boleh tahu siapa yang baru saja Anda pilih?
Pemilih 1: (Tertawa) Saya tak begitu ingat...

Reporter: Oya? Apa Anda tahu nama-nama calon yang ada di kartu suara?
Pemilih 1: Saya tak tahu...
Pemilih 2: Saya juga tak tahu.

Dalam kasus ini reporter tidak hanya mendapatkan bahan yang bagus untuk vox pops, tapi juga bahan untuk membuat laporan yang lebih mendalam tentang pemilu.

Misalnya, ternyata minat terhadap pemilu ini sangat rendah, bahkan para pemilih tak tahu siapa calon-calon yang ikut, yang akhirnya membuat mereka tidak tahu siapa yang mestinya dicoblos.

4. Lokasi wawancara

Lokasi wawanca Vox Pop bisa dilakukan di tempat di mana orang-orang biasanya bertemu atau berkumpul, seperti pasar dan tempat pemungutan suara.

Hindari merekam di pinggir jalan untuk mencegah masuknya suara-suara yang akan mengganggu, seperti klakson atau bunyi mesin mobil yang terlalu keras.

Bisa juga mencari vox pops di dalam ruangan seperti di kafe, tapi pastikan suara suasana kafe tidak terlalu keras.

Bila suasana terlalu bising, suara orang-orang yang kita mintai pendapat bisa "tenggelam" dan akhirnya tak bisa didengarkan dengan baik. 

5. Jawaban Singkat

Pastikan jawaban yang diberikan narasumber singkat. Cukup beberapa kalimat dari setiap orang.

Pastikan suara Anda tidak ada di dalam rekaman jawaban opini. Normalnya, suara reporter tidak muncul dalam vox pop, kecuali ketika menanyakan pertanyaan, umumnya di bagian awal. 

Tapi keseluruhan vox pop dibagnun berdasarkan jawaban-jawaban orang. Jika Anda bicara terlalu banyak, ini akan merepotkan proses pengeditan.

6. Rekaman

Saat merekam vox pop, pastikan alat perekam ada dalam kondisi RECORD/PAUSE. Rekam suara Anda sendiri tengah menanyakan pertanyaan yang bakal diajukan di vox pop pertama. Lalu geser tombol ke arah PAUSE. 

Saat akan mengajukan pertanyaan berikut, geser ke RECORD. Jengan begitu, Anda tak perlu mengedit perntanyaan terus menerus. Jangan ragu untuk menanyakan detil jawaban lebih lanjut.

Demikian Pengertian Vox Pop dan Cara Membuatnya untuk pemberitaan televisi atau radio.Wasalam. (www.komunikasipraktis.com).*

Sumber: BBC, Academia.

Komunikasi Praktis Updated at: Saturday, April 20, 2019
thumbnail

Pengertian & Perbedaan Pekerjaan dan Profesi

Pekerjaan dan profesi itu berbeda, meski sama-sama bekerja. Berikut ini pengertian dan perbedaan antara pekerjaan dan profesi, termasuk karakteristik profesi.

Pengertian & Perbedaan Pekerjaan dan Profesi


Menurut kamus bahasa, pekerjaan adalah kegiatan atau sesuatu yang dilakukan untuk mendapat nafkah atau penghasilan. Pekerjaan juga berarti barang apa yang dilakukan (diperbuat, dikerjakan, dan sebagainya); tugas kewajiban; hasil bekerja; perbuatan; pencaharian; yang dijadikan pokok penghidupan.

Profesi merupakan bagian dari pekerjaan. Menurut kamus bahasa, profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan, kejuruan, dan sebagainya) tertentu. Orangnya disebut profesional, seperti dokter, bidan, pengacara, polisi, tentara, guru, dosen, dan wartawan.

Sebuah pekerjaan disebut profesi jika membutuhkan keahlian tertentu, memiliki kebebasan, keterikatan, dan harus mematuhi kode etik sebagai batasan kebebasannya dalam bekerja.

Kalangan profesional biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut.

Kaum profesional cenderung mengendalikan kerja dan pengetahuan teoretis mereka agar terhindar adanya intervensi dari luar. Pedoman perilaku mereka adalah kode etik.

Karena memiliki keahlian khusus, profesi biasanya memiliki imbalan yang tinggi.

Pengertian Profesi

Mengutip Wikipedia, istilah "profesi" merupakan kata serapan dari kata dalam bahasa Inggris "profess", yang dalam bahasa Yunani adalah "Επαγγελια", yang bermakna "janji untuk memenuhi kewajiban melakukan suatu tugas khusus secara tetap".

Profesi juga sebagai pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut.

Contoh profesi adalah pada bidang hukum, kesehatan, keuangan, militer, teknik desainer, tenaga pendidik.

Seseorang yang berkompeten di suatu profesi tertentu, disebut profesional. Walau demikian, istilah profesional juga digunakan untuk suatu aktivitas yang menerima bayaran, sebagai lawan kata dari amatir. 

Contohnya adalah petinju profesional menerima bayaran untuk pertandingan tinju yang dilakukannya, sementara olahraga tinju sendiri umumnya tidak dianggap sebagai suatu profesi.

Pengertian Profesi Menurut Para Ahli

Peter Jarvis (1983:21): profesi adalah suatu pekerjaan yang sesuai dengan studi intelektual atau pelatihan khusus dimana tujuannya untuk menyediakan pelayanan keterampilan bagi orang lain dengan upah tertentu.

Hughes E.C (1963): profesi adalah suatu pekerjaan di bidang tertentu dimana seorang profesional memiliki pengetahuan lebih baik dari kliennya mengenai sesuatu yang terjadi pada klien tersebut.

Cogan (1983:21): profesi adalah suatu keterampilan khusus yang dalam praktiknya didasarkan atas suatu struktur teoritis tertentu dari beberapa bagian ilmu pengetahuan.

Schein E.H (1962), pengertian profesi adalah suatu set pekerjaan yang membangun suatu set norma yang sangat khusus yang berasal dari peran khusus di masyarakat.

Karakteristik Profesi

Menurut Lakshamana Roa dalam Assegaff (1985:19), sebuah pekerjaan disebut profesi jika memenuhi empat kriteria:
  1. Kebebasan dalam pekerjaan itu
  2. Panggilan dan keterikatan dengan pekerjaan itu
  3. Keahlian 
  4. Tanggung jawab yang terikat pada kode etik.
Syarat sebuah profesi diberikan oleh AECT (Association for Educational Communication and Technology) dan dinyatakan Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia I pada tahun 1988. 

Keduanya memberikan beberapa syarat dalam mendefinisikan suatu profesi, secara garis besar harus ada: 
  1. Latihan dan Sertifikasi
  2. Standard dan Etika
  3. Kepemimpinan
  4. Asosiasi dan Komunikasi
  5. Pengakuan sebagai Profesi
  6. Tanggung Jawab Profesi 
  7. Hubungan dengan Profesi Lainnya.
Demikian Pengertian & Perbedaan Pekerjaan dan Profesi. Wasalam. (www.komunikasipraktis.com).

Sumber:
  • Assegaf, Ja’afar, Jurnalistik Masa Kini: Pengantar Ke Praktek Kewartawanan, 2000, Ghalia Indonesia: Jakarta.
  • Dewan Pers, Standar Kompetensi Wartawan, 2010 Dewan Pers: Jakarta.
  • Mulyasa, .Kompetensi; Konsep, Karakteristik dan Implementasi, 2003, Remaja Rosda Karya: Bandung.

Komunikasi Praktis Updated at: Friday, April 19, 2019
thumbnail

Pengertian Big Data dan Contoh Penggunaannya

Big Data  adalah istilah umum untuk segala kumpulan himpunan data dalam jumlah yang sangat besar dan kompleks. Big Data juga melahirkan Jurnalisme Data.

pengertian big data


Setiap hari kita menciptakan banyak data, data ini bisa berasal dari mana saja; posting ke situs media sosial, gambar digital dan video, catatan transaksi pembelian dan lain-lain. Data ini adalah big data.

Pengertian Big Data

Big Data (Mahadata) adalah himpunan data (data set) dalam jumlah yang sangat besar, rumit, dan tak terstruktur, sehingga sukar ditangani bila hanya menggunakan perkakas manajemen basis data biasa atau aplikasi pemroses data tradisional.

Big Data awalnya merupakan sebuah teknologi yang di perkenalkan untuk menanggulangi ledakan informasi yang akibat terjadi pertumbuhan pengguna perangkat mobile device dan data internet.

Big Data memiliki tiga karakteristik:
  1. Volume. Big data memiliki jumlah data yang sangat besar sehingga dalam proses pengolahan data dibutuhkan suatu penyimpanan yang besar dan dibutuhkan analisis yang lebih spesifik.
  2. Velocity. Big data memiliki aliran data yang yang cepat dan real time.
  3. Variety. Big data memiliki bentuk format data yang beragam baik terstruktur ataupun tidak terstruktur dan bergantung pada banyaknya sumber data.

Contoh Big Data

Seluruh status dan daftar gambar & video di media sosial. Pengguna Facebook saja lebih dari 2,23 miliar orang. Belum lagi Twitter, Instagram, dan media sosial lainynya.

Informasi yang Google dapatkan seperti daftar seluruh situs yang ada di dunia, pengguna Android, dan orang yang menggunakan layanan Google lainnya

Indonesia yang mulai menerapkan E-KTP tentu menyimpan seluruh informasi penduduk ke dalam komputer. Serta data pengguna telpon seluler yang terus ditambahkan.

Informasi belanja online seperti di Lazada, Tokopedia, Bukalapak, dan lain-lain.

Contoh pemanfaatan big data 

Perusahaan ritel dapat menggunakan informasi dari social media seperti Facebook, Twitter, Instagram, untuk menganalisis bagaimana perilaku, persepsi pelanggan terhadap suatu produk atau brand dari perusahan.

Dengan menggunakan tools untuk pengambilan ataupun pengolahan datanya, misalnya dengan menggunakan software Gephi, Python, Netlytics, NiFi, dan Tableau.

Big Data dan Media

Martha L. Stone dalam Big Data for Media (2014) yang diterbitkan Oxford University menyebutkan, industri media sangat terdampak oleh banjir data.

pengertian big data

Yang dimaksud Big Data oleh industri media terdiri dari Empat V:
  1. Volume data — banjir data dalam jumlah yang yang diterima masyarakat.
  2. Velocity data — data yang cepat hadir yang berarti perlunya secara cepat dianalisis terutama terkait berita.
  3. Variety of structure — karena makin banyaknya data yang tidak terstruktur formatnya.
  4. Values — volume, kecepatan, dan struktur data itu semuanya memiliki values terutama untuk kepentingan jurnalisme, bisnis dan income.

pengertian big data

Big Data makin kuat dalam masyarakat termasuk di dalamnya data dari media sosial. Big Data menyebabkan berubahnya cara akses terhadap media sekaligus cara memproduksi berita.

Informasi sudah banjir dalam format digital dan tidak perlu dibeli dalam bentuk kertas sangat mempengaruhi lembaga media. Karenanya, mediac cetak --yang harus dibeli-- bertumbangan alias berhenti terbit.

Big Data juga mendorong audiens dan pembaca tidak peduli lagi kepada lembaga media massa arus utama, apalagi yang dicetak dan harus dibeli.

Informasi sudah dalam kondisi gratis di mana-mana. Media sosial yang gratis sudah menjadi sumber utama untuk mendapatkan berita atau informasi.

Masyarakat tidak perlu menunggu media cetak sehari sesudah kejadian atau analisis dan komentar seminggu sekali melalui majalah.

Kebiasaan membaca media cetak setiap pagi dari koran pagi, atau siang dari koran sore tidak lagi dapat dipertahankan.

Media online mudah diakses kapan pun dan dimana pun. Dengan mengklik situs atau aplikasi media berbasis online itu, publik akan mendapatkan informasi yang dibutuhkan secara instan dan cepat.

Bahkan, untuk media massa elektronik seperti televisi dan radio pun akses informasi dapat diperoleh melalui perangkat gadget seperti smartphone.

Pengertian Big Data dan Contoh Penggunaannya

Konvergensi, sinergi, dan integrasi dengan digital merupakan pilihan yang harus ditempuh bagi media massa tradisional di era digital dan era Big Data.

Demikian Pengertian Big Data dan Contoh Penggunaannya. Wasalam. (www.komunikasipraktis.com).*

Sumber1 Sumber2 Sumber3

Komunikasi Praktis Updated at: Friday, April 19, 2019
thumbnail

Personal Branding: Pengertian dan Tips

Personal Branding adalah pencitraan pribadi. Personal branding disebut juga personal image building atau membangun citra pribadi di mata publik. Hal ini penting bagi kesuksesan karier, bisnis, popularitas, eksistensi, dan kepercayaan diri.

Personal Branding

Personal branding merupakan eksplorasi keunikan yang dimiliki sebagai bagian dari pengembangan diri.

Era internet memungkinkan semua orang melakukan personal branding melalui media sosial atau website pribadi (blog). Share, like, comment, dan status update juga merupakan bagian dari personal branding, disadari atau tidak.

Personal branding sebenarnya merupakan bagian dari strategi kegiatan kehumasan atau Public Relation yang diterapkan bagi individu. Seperti yang dikatakan Kartajaya dkk (2005), brand (merek) bukanlah hanya produk, tetapi orang pun membuat dirinya menjadi sebuah brand.

Pengertian Personal Branding

Menurut Kupta (dalam Montoya, 2006) personal branding adalah segala sesuatu yang ada pada diri Anda yang membedakan dan menjual, seperti pesan, pembawaan diri dan taktik pemasaran.

“A personal presentation that represents a skill set, a big idea, a belief system, and value–equation that other people find of interest. Personal Branding is everything you that differentiates and market yourself, such as your message, self-presentation, and marketing tactics” (Kupta).

Berikut ini pengertian Personal Branding lainnya:

  • Personal Branding adalah sesuatu tentang bagaimana mengambil kendali atas penilaian orang lain terhadap anda sebelum ada pertemuan langsung dengan anda. (Montoya & Vandehey, 2008).
  • Personal Branding adalah kemampuan menggunakan atribut-atribut secara bebas yang menunjukkan kemampuan anda dalam mengatur harapan-harapan yang ingin orang lain terima dalam pertemuannya dengan anda. (Mobray, 2009)
Dapat disimpulkan, personal branding adalah suatu proses membentuk persepsi masyarakat terhadap aspek-aspek yang dimiliki oleh seseorang, di antaranya adalah kepribadian, kemampuan, atau nilai-nilai, dan bagaimana stimulus – stimulus ini menimbulkan persepsi positif dari masyarakat yang pada akhirnya dapat digunakan sebagai alat pemasaran.

Pengertian brand (merek) sendiri, menurut American Marketing Association (AMA), adalah sebuah nama, istilah, tanda, simbol atau desain, atau sebuah kombinasi di antaranya, yang bertujuan untuk mengidentifikasikan sebuah barang atau jasa yang dihasilkan oleh produsen dan berfungsi sebagai pembeda dari kompetitornya.(Kotler, P., dan Keller, L. K., 2006)

Brand atau merek merepresentasikan persepsi dan perasaan konsumen terhadap sebuah produk dan kinerja dari produk serta apa saja yang berarti bagi konsumen. Merek ada di dalam pikiran konsumen dan nilai sebenarnya dari merek yang kuat adalah kemampuannya untuk menangkap keinginan dan kesetiaan dari konsumen (Kotler, P. dan Amstrong, G., 2006). 

Sedangkan Branding adalah kumpulan kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh perusahaan atau seseorang dalam rangka proses membangun dan membesarkan brand (Amalia E. Maulana, 2010).

Elemen Personal Branding

Menurut Montoya & Vandehey (2008), personal branding dapat dibagi menjadi tiga elemen utama:

1. Diri Sendiri. 

Seseorang dapat membentuk sebuah personal branding melalui sebuah polesan dan metode komunikasi yang disusun dengan baik.  Dirancang untuk menyampaikan dua hal penting kepada target market, yaitu:

- Siapakah seseorang tersebut sebagai suatu pribadi?
- Spesialisasi apa yang seseorang itu lakukan?

Personal Brand adalah sebuah gambaran mengenai apa yang masyarakat pikirkan tentang seseorang. Hal tersebut mencerminkan nilai-nilai, kepribadian, keahlian dan kualitas yang membuat seseorang berbeda dengan yang lainnya.

2. Promise. 

Personal Brand adalah sebuah janji, sebuah tanggung-jawab untuk memenuhi harapan yang timbul pada masyarakat akibat dari personal brand itu sendiri.

3. Relationship.

Sebuah personal branding yang baik akan mampu menciptakan suatu relasi yang baik dengan klien. Semakin banyak atributatribut yang dapat diterima oleh klien dan semakin tingginya tingkat kekuasaan seseorang, menunjukkan semakin baiknya tingkat relasi yang ada pada personal branding tersebut.

Personal Branding: Pengertian dan Tips

Tujuan Personal Branding

Ada tiga alasan utama pentingnya membangun personal branding:

1. Anda membutuhkan kepercayan dari orang

Setiap orang butuh kepercayaan dari orang lain. Tanpa kepercayaan, tidak akan ada orang lain yang peduli dengan Anda, jika tidak punya bukti nyata untuk membuktikannya.

Karena itulah, sangat penting bagi Anda untuk membangun personal branding untuk bidang yang Anda tekuni. Harapannya orang akan percaya kepada Anda. Jika sudah ada kepercayaan, maka langkah Anda untuk menjual diri Anda dan keahlian Anda akan lebih mudah.

2. Anda membutuhkan pengakuan dari orang lain

Selain kepercayaan dari orang lain Anda juga butuh pengakuan. Anda butuh diakui eksistensinya di bidang tertentu yang Anda kerjakan. Percaya saja tidak cukup, jika tidak ada pengakuan.

Jika Anda memiliki brand yang bagus orang bukan hanya percaya pada Anda tapi juga mengakui eksistensi Anda. Dengan begitu orang akan lebih respek dengan diri Anda. Kalau respek sudah Anda dapat, maka peluang Anda untuk menjual diri Anda kepada orang lain, juga akan semakin mudah.

3. Anda membutuhkan orang lain untuk menggunakan jasa atau produk Anda jual

Jika Anda menjual diri Anda, keterampilan atau jasa Anda, maka hal yang Anda harapkan pastilah orang lain mau menggunakan jasa Anda. Biasanya masyarakat di luar sana hanya mau menggunakan jasa kita jika brand yang kita miliki kuat.

Contoh sederhana, di Indonesia ini banyak sekali internet marketer yang memasarkan pelatihan atau produk yang mereka buat kepada masyarakat luas. Tapi di antara sekian banyak internet marketer tersebut, semua pasti sukses menjual pelatihan dan produknya? Jawabannya, belum tentu.

Mungkin benar saat ini sudah banyak orang yang ahli internet marketing, tapi masalahnya tidak semua orang tahu tentang hal itu. Tidak semua internet memiliki branding yang baik.

Untuk itulah jika Anda ingin semakin ingin dikenal banyak orang di bidang yang Anda tekuni.

4. Promosi

Memberitahu orang lain tentang siapa diri kita, apa yang kita lakukan, apa yang membuat kita berbeda, bagaimana kita membuat nilai untuk mereka dan apa yang mereka harapkan ketika mereka berhubungan dengan kita.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Personal Branding

Berikut adalah beberapa faktor yang mempengaruhi personal branding seseorang sebagai berikut:

1. Passion

Passion terkait dengan gairah pada satu bidang atau aktivitas yang Anda tekuni. Passion itu penting, karena sebelum Anda membangun personal branding Anda harus berpikir ekstra keras.

Anda harus bertanya kepada diri Anda sendiri “ingin sebagai apa saya ingin di kenal olah masyarakat luas?”. Hal itu akan mudah Anda temukan jika Anda sudah memiliki passion pada bidang atau aktivitas tertentu yang akan menjadi branding Anda.

Bagaimana jika belum? Tidak ada pilihan lain kecuali Anda menemukan passion Anda. Cari tahu bidang atau aktivitas apa yang paling Anda cintai.

2. Integritas

Integritas adalah bersatunya pikiran, perkataan, dan perbuatan. Henry Cloud menjelaskan ketika berbicara tentang integritas, maka berkaitan tentang menjadi orang yang utuh dan terpadu. Kunci integritas yaitu kejujuran, komitmen, dan perilaku secara konsisten.

3. Keahlian atau kualitas

Faktor ketiga yang mempengaruhi personal branding Anda adalah keahlian atau kualitas. Jika Anda ingin personal branding yang kuat, mutlak diperlukan keahlian atau kualitas serta keunikan.

Proses dan Tips Personal Branding

Untuk memperoleh personal brand yang baik pertama-tama yang dibutuhkan adalah “produk” yang baik. Produk di sini dapat berupa keahlian, attitude, penampilan, cara bicara dan tentu saja yang tidak kalah penting adalah reputasi. 

Setelah itu, diperlukan cara mengkomunikasikan reputasi atau produk tersebut. Dalam hal komunikasi ini terdapat banyak caranya seperti misalnya menulis artikel, menjadi pembicara, mengajar, terlibat dalam organisasi profesi, memiliki online networking atau blog dan sebagainya. 

Tentu saja kegiatan tersebut perlu dikaitkan dengan talenta dan kesukaan seseorang. Seseorang yang lebih senang menulis akan lebih memilih menulis artikel dan yang senang sebagai pembicara akan memilih menjadi pembicara (Catur, 2011).
1. Membuat website pribadi (blog)

Blog membuka kemungkinan Anda dikenal orang jauh lebih mudah. Dengan membuat blog, Anda bisa menulis apa saja yang sesuai dengan keahlian Anda dan tunjukkan kepada orang lain.

Semakin rajin Anda menulis, maka semakin cepat pula Anda terindeks dan mendapatkan peringkat di mesin pencari. Hal ini memang tidak mudah tapi bukan berarti tidak bisa dipelajari.

2. Membuat Buku

Tidak bisa dipungkiri bahwa buku sampai saat ini bisa membantu seseorang dalam membangun personal branding.

Anda bisa perhatikan betapa banyak trainer dan motivator bermunculan lantaran mereka menulis sebuah buku. Ini membuktikan buku bisa menjadi saran yang baik untuk membangun personal branding.

3. Microblogging

Microbloggin dapat membentuk personal branding seseorang. Pembentukan personal branding tersebut dapat dilakukan melalui tulisan yang dibuat dalam microbloggingnya. Pembentukan personal branding tersebut yang dilihat dari tema tulisan, jumlah komen/retwitt, jenis tulisan, keunikan tulisan dan arah tulisan.

Semua orang memiliki personal brand, baik apakah Anda sengaja membangunnya atau tidak karena ada saatnya orang-orang akan membicarakan Anda. Wasalam. (www.komunikasipraktis.com).

Referensi:
  • Montoya, Peter. 2002. The Personal Branding Phenomenon. Personal Branding Press. Graham Wilson, London.
  • Haroen,Dewi, Personal Branding, Kunci Kesuksesan di Dunia Politik, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta , 2014.
  • Birowo, Mathilda&IndahSukotjo (2014) ,Brand Yourself, Jakarta , PT Grasindo.
  • Pamungkas, Indra Novianto Adinayu , Brandology, (2016). Deepublish , Jogjakarta.
  • JMA Vol. 18 No. 2 Oktober - November 2013

Komunikasi Praktis Updated at: Thursday, April 11, 2019
thumbnail

Pembawa Acara: Pengertian dan Jenis-Jenisnya

Pembawa Acara - Pengertian dan Jenis-Jenisnya
Pembawa Acara (PA) adalah sebutan umum bagi orang yang memandu atau membawakan sebuah acara, seperti perayaan, peringatan, pertemuan, lomba, diskusi, seminar, termasuk acara di radio dan televisi.

Pembawa acara identik dengan MC, namun emsi bukan satu-satunya pembawa acara.

Acara sendiri, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), adalah "kegiatan yangg dipertunjukkan, disiarkan, atau diperlombakan", termasuk acara (programa) di radio dan televisi.

Dalam UU No. 9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan, pasal 24, Pembawa Acara disebutkan sebagai salah satu kelengkapan dan perlengkapan melaksanakan upacara bendera dalam Acara Kenegaraan atau Acara Resmi.

Download: UU NO. 9 THN 2010 TTG KEPROTOKOLAN

Pengertian Pembawa Acara

Menurut KBBI, pembawa acara disebut pewara dan pranatacara. Pewara artinya pembawa acara dalam suatu upacara, pertemuan, dan sebagainya. Pranatacara artinya sama dengan pembawa acara dan pewara.

Mungkin karena secara khusus diatur dalam UU, maka istilah Pembawa Acara lebih merujuk pada orang yang memandu jalannya acara kenegaraan dan acara resmi.

Menurut UU tersebut, Acara Kenegaraan yaitu acara yang bersifat kenegaraan yang diatur dan dilaksanakan secara terpusat, dihadiri oleh Presiden dan/atau Wakil Presiden serta pejabat negara dan undangan lain dalam melaksanakan acara tertentu.

Acara resmi yaitu acara yang bersifat resmi, diatur dan dilaksanakan oleh pemerintah atau lembaga tinggi negara dalam melaksanakan tugas dan fungsi tertentu dan dihadiri oleh pejabat negara dan/atau pejabat pemerintah serta undangan lainnya.

Jenis-Jenis Pembawa Acara

Jenis-jenis pembawa acara berikut ini dalam pengertian pembawa acara secara luas, yaitu orang-orang yang memandu jalannya sebuah acara atau kegiatan.

Pembawa acara membutuhkan keterampilan (skills) public speaking, yaitu berbicara di depan umm atau berbicara kepada orang banyak.

Berikut ini jenis-jenis pembawa acara dalam pengertian umum.

1. Master of Ceremony (MC)

MC adalah pemandu acara-acara informal, seperti acara hiburan (misalnya
konser musik), perayaan ulang tahun, resepsi pernikahan, dan sebagainya.


MC mengarahkan, memandu jalannya acara tahap demi tahap. Biasanya MC adalah untuk acaranya yang bersifat off air.

Baca: Teknik MC

2. Pembawa Acara (PA)

Disebut juga "Pewara", yaitu pemandu sebuah acara formal/seremonial. Tugasnya sama dengan MC, namun di acara seremonial atau acara formal instansi atau acara kenegaraan.

3. Host

Host adalah sebutan umum bagi pembawa acara, khususnya acara televisi dan radio. Host dalam bahasa Inggris berarti "tuan rumah".

Biasanya pada acara televisi yang mendatangkan bintang tamu, pemandu acaranya disebut host, seperti acara talkshow. Penyiar radio juga sering disebut host, yaitu radio host.

pembawa acara


4. Presenter

Secara bahasa, presenter artinya "penyaji" atau "penampil", yaitu orang yang menampilkan sebuah acara atau pertunjukan. Orang yang melakukan presentasi juga disebut presenter.

Di Indonesia, presenter identik dengan penyiar televisi (TV Presenter). Penyiar radio juga disebut presenter, yaitu radio presenter. Tugas presenter adalah menyajikan atau menghadirkan (to present) sebuah acara (program siaran).

Presenter TV yaitu orang yang mempersembahkan, membawakan, memandu, atau menyajikan sebuah acara televisi, seperti progam berita (news presenter, penyaji berita), acara musik, talkshow, quiz, dan sebagainya.

5. Moderator

Moderator adalah orang yang memimpin, mengatur, dan memandu jalannya acara diskusi, dialog, debat, seminar, workshop, atau lokakarya. Ia menjadi "penengah" dan mengatur lalu-lintas pembicaraan.

6. Penyiar

Penyiar adalah orang yang memandu acara siaran radio dan televisi. Namun, di Indonesia, penyiar identik dengan penyiar radio.

Penyiar disebut juga Radio Announcer, Radio Host, Radio Personality, atau Radio DJ (Disk Jockey), yaitu orang yang memandu atau membawakan sebuah acara (program) siaran radio, misalnya siaran berita, siaran musik, siaran talkshow, dan sebagainya. 

6. Announcer

Announcer secara bahasa artinya orang yang mengumumkan. Istilah announcer sering diterjemahkan sebagai dan identik dengan penyiar radio (radio announcer).

Ada satu profesi yang khusus disebut announcer, tapi bukan penyiar, yaitu orang yang bertugas mengumumkan (to announce) beragam informasi di sebuah "audio land" supermarket, pameran, bazar, atau pemandu di arena balapan.

Orang yang mengumumkan petinju atau pegulat yang akan bertarung juga disebut announcer. Pada umumnya Announcer dikategorikan sebagai profesi penyiar radio atau televisi. 

Demikian Pembawa Acara: Pengertian dan Jenis-Jenisnya. Wasalam. (www.komunikasipraktis.com).*

Sumber
  • Asep Syamsul M. Romli. 2008. Kiat Memandu Acara: Teknik MC & Moderator. Bandung: Nuansa Cendikia.
  • Asul Wiyanto, Prima K.Astuti. 2004. Terampil Membawa Acara. Jakarta: Grasindo
  • Satrio Wuryanto. 1992. Pengetahuan tentang Protokoler di Indonesia. Yogyakarta:Liberty

Komunikasi Praktis Updated at: Thursday, April 11, 2019

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright © Komunikasi Praktis. All rights reserved. New Johny Wuss Template by Contoh Blog & Maskolis
Web Partners: Romeltea Media - Blog Romeltea - Risalah Islam - Info Bandung. Member of BATIC Media Network