Featured Posts

thumbnail

Pengertian Digital

Kita sering mendengar, membaca, bahkan menulis kata digital, digitalisasi, dan era digital. Apa sebenarnya pengertian digital? 
Pengertian Digital

Secara etimologis, istilah digital berasal dari bahasa Yunani, yaitu digitus yang artinya jari-jemari tangan atau kaki manusia yang berjumlah 10. 

Dalam hal ini, nilai 10 terdiri dari 2 radix, yaitu 1 dan 0. Itulah asal mulanya penggunaan istilah digital dalam sistem bilangan biner.

Pengertian Digital Secara Bahasa

Secara bahasa (Inggris), digital berasal dari kata digit yang artinya (1) jari tangan/kaki; (2) bijian, angka dari satu s.d. sembilan; dan (3) jari sebagai ukuran panjang kira-kira 3/4 inci.

Dalam Kamus Bahasa Inggris, digital diartikan sebagai (1) yang berhubungan dengan jari; (2) komputer mesin hitung yang mempergunakan angka-angka untuk sistim-sistim perhitungan tertentu.

Menurut Kamus Merriam-Webster, setidaknya ada tujuh definisi digital:

1: Dari atau berhubungan dengan jari tangan atau kaki, misalnya "ketangkasan digital".
2: Dilakukan dengan jari.
3: dari, berkaitan dengan, atau menggunakan perhitungan dengan metode numerik atau dengan unit diskrit.
4: Terdiri dari data dalam bentuk digit biner khusus, misalnya gambar digital / foto, pembacaan digital, siaran digital [= siaran yang menggunakan sinyal komunikasi digital]  - bandingkan analog.
5: menyediakan pembacaan dalam angka numerik, misalnya voltmeter digital; jam digital.
6: berkaitan dengan metode perekaman audio di mana gelombang suara direpresentasikan secara digital (seperti pada pita magnetik) sehingga dalam rekaman wow dan bergetar dihilangkan dan kebisingan latar belakang berkurang
7: ELEKTRONIK. Perangkat / teknologi digital, juga: dicirikan oleh teknologi elektronik dan khususnya komputer, 

Era digital dimaknai sebaai tempat kerja yang digerakkan secara elektronik. Para manajer menunjukkan kelebihan informasi sebagai kelemahan yang tak terhindarkan dari kehidupan di dunia digital. (David Bottoms).

Dari pengertian secara bahasa, bisa dipahami, digital berkaitan dengan teknologi yang dioperasikan dengan menggunakan jari (digit) --klik, tap, sentuh, atau tekan.

Pengertian Digital secara Istilah

Secara istilah, pengertian digital adalah penggambaran dari suatu keadaan bilangan yang terdiri dari angka 0 dan 1, atau off dan on (bilangan Biner atau disebut juga dengan istilah Binary Digit).

Pengertian digital lainnya adalah "suatu sinyal atau data yang dinyatakan dalam serangkaian angka 0 dan 1, dan umumnya diwakili oleh nilai-nilai kuantitas fisik, seperti tegangan atau polarisasi magnetik."

Secara praktis, digital adalah berkaitan dengan teknologi internet atau media online.

Mengutip Wikipedia, digital menggambarkan teknologi elektronik yang menghasilkan, menyimpan, dan memproses data dalam dua kondisi: positif dan non-positif. 

Positif dinyatakan atau diwakili oleh angka 1 dan non-positif oleh angka 0. 

Dengan demikian, data yang dikirimkan atau disimpan dengan teknologi digital dinyatakan sebagai string 0 dan 1. Masing-masing digit status ini disebut sebagai bit (dan serangkaian bit yang dapat ditangani komputer secara individual sebagai grup adalah byte).

Teknologi digital utamanya digunakan pada media komunikasi terbaru, seperti satelit dan transmisi serat optik (fiber optik). 

Sebagai contoh, modem digunakan untuk mengubah informasi digital pada komputer menjadi sinyal analog untuk saluran telepon dan untuk mengubah sinyal telepon analog menjadi informasi digital pada sebuah komputer.

Pengertian Digitalisasi

Digitalisasi adalah bentuk perubahan dari teknologi mekanik dan elektronik analog ke teknologi digital. Digitalisasi ini sudah terjadi sejak tahun 1980.

Digitalisasi adalah bentuk modernisasi atau pembaharuan dari penggunaan teknologi yang sering dikaitkan dengan kemunculan internet dan komputer. 

Berkat digitalisasi, banyak hal dapat dikerjakan melalui suatu peralatan canggih tersebut untuk memudahkan urusan masyarakat.

Demikian sekilas pengertian digital. (www.komuniksipraktis.com).*

Komunikasi Praktis Updated at: Tuesday, January 14, 2020
thumbnail

Pengertian dan Perbedaan Website dan Aplikasi

Posting kali ini membalas Pengertian Website dan Aplikasi serta Perbedaan di antara keduanya.

Pengertian dan Perbedaan Website dan Aplikasi

Website (situs web) dan aplikasi (applications) sama-sama halaman website yang bisa diakses di internet melalui web browser.

Perbedaan antara Website dan Aplikasi

Kedunya dapat diakses melalui smartphone atau HP Android, tetapi ada perbedaan di antara keduanya. Perbedaan utama antara website dan aplikasi adalah sebagai berikut:
  • Website adalah halaman web yang bisa diakses langsung melalui web browser.
  • Aplikasi adalah sebuah software berupa halaman web yang bisa diakses setelah diunduh dan dipasang (download & install). Aplikasi tersedia di Apple’s App Store atau Play Store.
Jika tujuan Anda merupakan pemasaran atau komunikasi public, maka situs web mobile yang responsive dapat menjadi pilihan Anda dalam melakukan strategi pemasaran. Hal ini dikarenakan situs web seluler mempunyai beberapa keunggulan jika dibandingkan aplikasi, diantaranya aksesibilitas, kompabilitas serta efektivitas biaya yang lebih luas.

Karena itu sangat penting bagi kemajuan bisnis serta perusahaan Anda untuk mempunyai sebuah situs web dan aplikasi, karena saat ini keduanya mempunyai perkembangan yang luar biasa di seluruh dunia.

Aplikasi Web vs Situs Web: Perbedaan Utama

Ketika Anda perlu mencari tahu perbedaan antara aplikasi web dan situs web untuk memutuskan mana yang paling cocok untuk bisnis Anda, Anda mungkin bingung.

Masalahnya adalah bahwa kedua definisi tersebut mirip, jadi, karena kurang memiliki pengetahuan teknis, Anda akan kesulitan membedakan keduanya.

Bagaimana Membedakan Antara Situs Web dan Aplikasi Web?

Perbedaan antara situs web dan aplikasi web biasanya adalah masalah perspektif dan semantik. Keduanya memiliki kode front-end dan back-end, biasanya bahkan ditulis dalam bahasa pemrograman yang sama.

Terkadang pengguna akhir mungkin tidak tahu perbedaannya dan Anda, sebagai pemilik bisnis, harus memahami mereka dengan jelas sebelum memilih solusi tertentu. Jadi, untuk mengenali perbedaan antara dua konsep yang hampir identik ini, kami akan mempertimbangkannya secara terperinci, dimulai dengan definisi fitur-fitur utama mereka.

Mendefinisikan Situs Web?

Menurut Wikipedia: “Situs web atau situs web adalah kumpulan sumber daya web jaringan terkait, seperti halaman web, konten multimedia, yang biasanya diidentifikasi dengan nama domain umum, dan diterbitkan pada setidaknya satu server web”.

Tujuan utamanya adalah untuk memberikan informasi. Blog, portal berita dan pemerintah, ensiklopedia online, seperti Martha Stewart, Wikipedia, CNN, USAP, Onion, dan New York Post mengirim data ke pengguna.

Kurangnya interaktivitas atau pengalaman pribadi.

Terkadang, ada kemungkinan untuk mendaftar berlangganan buletin dengan menambahkan alamat email dan formulir pengiriman. Namun, secara umum, sebagian besar situs web tidak mengharuskan pengguna untuk mendaftar, tetapi mereka meminta pengguna mereka untuk berlangganan buletin mereka.

Konten mendefinisikan situs web.

Konten berkualitas tinggi digunakan untuk mengirim detail tentang situs web dan mengomunikasikan tujuannya ke mesin pencari. Sejauh yang terakhir memahami tujuan situs web, mereka tahu kapan dan siapa yang menunjukkan situs web Anda dalam hasil pencarian. Karena situs web tidak dapat membanggakan interaktivitas, kontennya sebagian besar statis.

Kemudahan perawatan.

Membuat situs web melibatkan lebih sedikit waktu dan upaya dibandingkan dengan aplikasi web. Anda tidak membutuhkan pengetahuan pengkodean yang bagus untuk menggunakan situs web sederhana. Oleh karena itu, lebih mudah untuk menemukan pengembang dengan keterampilan yang diperlukan - biro desain web kecil mungkin merupakan pilihan yang sempurna.

Lebih murah untuk dikembangkan. Selama perawatannya mudah, pembuatan situs web seharusnya tidak dikenakan biaya.

Mendefinisikan Aplikasi Web?

Merujuk kembali ke Wikipedia: "Dalam komputasi, aplikasi web atau aplikasi web adalah program komputer server klien yang dijalankan klien (termasuk antarmuka pengguna dan logika sisi klien) adalah browser web".

Dibandingkan dengan situs web, aplikasi web mencakup fitur-fitur berikut:

Interaktif, dinamis dan selalu berubah.

Toko daring, katalog buku, perbankan online, dan aplikasi web lainnya seperti Airbnb, Chase, Trello, Nxtbook Media menyediakan dialog antara pengguna dan bisnis, dan memungkinkan Anda untuk berinteraksi dengan data, melakukan pembayaran elektronik, atau menggunakan obrolan langsung.

Interaksi dengan pengguna dan entri data menentukan aplikasi web.

Aplikasi web masih menyampaikan informasi, tetapi juga mendorong pengguna untuk mulai bertindak. Mari kita ambil aplikasi perbankan sebagai contoh: setelah klien memasukkan data, pembayaran diproses. Atau contoh lain mengenai toko online: pengunjung menelusuri katalog dan membeli produk atau layanan hanya dengan beberapa klik. Konsepnya agak jelas, bukan?

Diperlukan keahlian pemrograman tingkat senior.

Aplikasi web lebih rumit dalam hal implementasi, oleh karena itu, ia membutuhkan pengembang dengan berbagai keterampilan dan kemampuan.

Selain itu, aplikasi web sering memerlukan integrasi dengan teknologi eksternal seperti CRM, ERP, dan lainnya. Membangun sistem yang lebih kompleks menambah biaya akhir juga.

Lebih mahal untuk dibuat.

Karena pengembang aplikasi web memiliki keterampilan lebih besar daripada spesialis yang membuat situs web, tarifnya jauh lebih tinggi.

Demikian Pengertian dan Perbedaan Website dan Aplikasi. Wasalam. (www.komunikasipraktis.com).*

Sumber/Sumber

Komunikasi Praktis Updated at: Sunday, January 05, 2020
thumbnail

Pengertian Humas, Hubungan Masyarakat, Public Relations

Tulisan di bawah ini berisi pengertian Humas, definisi Humas, atau pengertian Public Relations (PR) dari berbagai sumber dan ahli, sekaligus menggambarkan tugas, peran, dan fungsi Humas (PR) di sebuah lembaga, organisasi, atau perusahaan.


Pengertian Humas, Hubungan Masyarakat, Public Relations

HUMAS singkatan dari Hubungan Masyarakat, terjemahan dari Public Relations (PR). Pelaku atau orangnya sering disebut staf humas, praktisi humas, atau PR Practisioner.

Ask.com mendefinisikan PR Practisioner sebagai "a person who is concerned in bringing people together in understanding through communication."

Wikipedia mendefinisikan Public Relation sebagai "the practice of managing the spread of information between an individual or an organization and the public." 

Pengertian Public Relations

Dalam bahasa Inggris, Humas disebut Public Relations. Berikut ini pengertian Public dan Relations.

Istilah “Public” dalam Bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai “Publik”, yaitu sebagai salah satu kelompok dalam masyarakat yang sifatnya heterogen. 

Dalam masyarakat terdapat sekelompok orang yang homogeny. Yang homogeny inilah yang dapat dikategorikan sebagai “Publik”.

Pengertian publik seacara universal yaitu, sekelompok orang yang mempunyai minat dan perhatian yang sama terhadap sesuatu hal”. 

Pengertian publik berkembang dan dapat dilihat dari berbagai klasifikasi, yang antara lain:

1.  Publik secara kuantitatif

Yang dimaksud dengan publik secara kuantitatif adalah: ditandai dengan adanya jumlah orang-orang yang terdapat dalam suatu kelompok tertentu, yakni terdiri dari dua orang atai lebih yang semuanya memiliki minat yang sama terhadap suatu hal.

2. Publik secara geografis

Yang dimaksud disini adalah jika di dalamnya terdapat tanda adanya sejumlah orang yang berkumpul bersama-sama di suatu tempat atau wilayah tertentu.

3. Publik secara psikologis

Secara psikologis yang dimaksud dengan publik adalah jika di dalamnya ditandai dengan adanya sejumlah orang yang sama-sama mempunyai minta dan perhatian yang sama terhadap sesuatu hal tanpa ada sangkut paut dengan tempat dimana mereka berada.

4. Publik secara sosiologis

Ditandai dengan adanya sejumlah orang yang mempunyai keinginan yang sama, dasar yang sama, dan berkehendak untuk memecahkan masalah social bersama-sama.

Dengan demikian, istilah “Public” dalam kaitannya dengan Public Relations yang diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia adalah “Masyarakat” adalah tidak tepat, karena perkataan “Masyarakat” dalam Bahasa Inggris adalah “Society”.

Secara ilmiah yang dimaksudkan dengan masyarakat adalah didasarkan pada karakteristik yang berbeda dengan karakteristik publik, yang antara lain: Heterogen, Anonim, dan Large.

Kata “Relation” (tanpa “s”) diterjemahkan sebagai “hubungan”. Kaitannya dengan Public Relations, relations yang dimaksud menggunakan “s”, ini berarti menunjukkan arti yang sifatnya “jamak”. 

Dengan demikian, terjemahan relations yang tepat seharusnya “Hubungan-hubungan”.

Dari gambaran di atas dapat disimpulkan bahwa Public Relations secara harfiah berarti: “Hubungan-hubungan antar publik”. Ini berarti Public Relations diterjemahkan dengan “Hubungan Masyarakat” adalah kurang tepat, namun sampai saat ini masyarakat sudah terlanjur mengenal istilah hubungan masyarakat sebagai kata lain dari public relations dan sangat sulit untuk diluruskan meskipun sudah ada usaha kearah itu.

Berikut ini beberapa definisi dari Public Relations

1. British Institute of Public Relations (IPR): “Public relations practice is the planned and sustained effort to establish and maintain goodwill and mutual understanding between an organization and its publics”

Definisi menitikberatkan pada:
  • Kegiatan public relations merupakan upaya yang terencana dan terorganisasi, serta bersifat terus-menerus/berkelanjutan.
  • Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendapatkan pemahaman timbal balik antara organisasi dan khalayak-khalayaknya.
2. Frank Jefkins: “Public relations consists off all forms of planned communication, outwards and inwards, betwee an organization and its publics for the purpose of achieving specific objectives concerning mutual understanding.”

Definisi ini menyempurnakan IPR dengen penekanan tujuan public relations bukan hanya mendapatkan pemahaman timbal balik, lebih dari itu tujuannya adalah untuk mencapai sasaran-sasaran yang spesifik.

3. Mexican Statement. Kongres dunia Public Relations Associations di kota Mexico pada tahun 1978 menyepakati pernyataan berikut ini sebagai definisi public relations:

“Public relations practice is the art and social science of analyzing trends, predicting their  consequensces, counselling organizations leaders, and implementing planned programmes of action which will serve both the organisations’s and public interest.”

Pengertian Humas

Menurut Efendy (1990), Humas dapat dibedakan ke dalam dua pengertian yakni sebagai teknik komunikasi dan sebagai metode komunikasi.

  • Humas sebagai teknik komunikasi dimaksudkan bahwa humas dilakukan sendiri oleh pimpinan organisasi. 
  • Humas sebagai metode komunikasi dimaksudkan bahwa dilakukan secara melembaga (Public relation of being), dimana wahana humas ditekankan adalah berupa biro, bagian, seksi, urusan bidang dan lain sebagainya. 

Humas baik sebagai teknik komunikasi maupun sebagai metode komunikasi adalah suatu aktifitas yang menunjang manajemen suatu lembaga untuk menggerakkan manusia-manusia yang terlibat, menuju sasaran dan tujuan lembaga.

Seidel dalam Effendy (1990), memberikan definisi Humas adalah proses kontinu dari usaha-usaha manajemen untuk memperoleh good will (kemauan baik) dan pengertian dari para pelanggannya, pegawainya, dan publik umumnya; ke dalam menganlisa dan perbaikan terhadap diri sendiri, keluar dengan mengadakan pertanyaan-pertanyaan.

The pitish Institut of public relations (Rahmandi, 1994) mendefinisikan Humas sebagai “Upaya sungguh-sungguh, terencana dan berkesinambungan untuk menciptakan dan membina saling pengertian antara organisasi dan publiknya”.

Definisi yang telah disepakati oleh praktisi Humas se-dunia, yang terhimpun dalam organisasi yang bernama, “The Internasional Public Relations Association” (IPRA), bersepakat merumuskan sebuah definisi dengan harapan dapat diterima dan dipraktekkan bersama berbunyi:

“Hubungan Msayarakat (Humas) adalah manajemen dari sikap budi yang berencana dan berkesinambungan yang dengan itu organisasi-organisasi dan lembaga-lembaga yang bersifat umum dan pribadi berupaya membina pengertian, simpati, dan dukungan dari mereka yang ada kaitannya atau mungkin ada hubungannya dengan jalan nilai pendapat umum diantara mereka, yang dengan informasi yang berenacana dan tersebar luas mencapai kerja sama yang lebih produktif dan pemenuhan kepentingan bersama yang lebih efisien" (Effendy, 1990).

Definisi di atas dinilai sebagai definisi yang lengkap, yang menunjukkan ciri khas dan meliputi faktor-faktor yang memang harus ada pada Humas.

Berikut ini sejumlah definisi atau pengertian Humas/pengertian Public Relations (PR) yang dihimpun Komunikasi Praktis dari berbagai sumber.
  1. “Fungsi manajemen yang (a) menilai sikap publik, (b) mengidentifikasi kebijakan dan tata cara seseorang atau organisasi demi kepentingan publik, serta (c) merencanakan dan melakukan suatu program kegiatan untuk memperoleh pengertian, pemahaman, dan dukungan dari publiknya” (Scott M. Cutlip dan Allen H. Center).
  2. “Membantu organisasi dan publiknya untuk saling beradaptasi secara menguntungkan. Usaha organisasi untuk memperoleh kerjasama dari sekelompok orang  Membantu organisasi berinteraksi secara efektif dan berkomunikasi dengan publik utama.” (The Public Relations Society of America).
  3. “Fungsi manajemen dari ciri yang terencana dan berkelanjutan melalui organisasi dan lembaga swasta atau publik untuk memperoleh pengertian, simpati, dan dukungan dari mereka yang terkait atau mungkin ada hubungannya dengan penelitian opini publik di antara mereka.” (International Public Relations Association/IPRA)
  4. “Proses yang berkelanjutan dari usaha-usaha manajemen untuk memperoleh itikad baik dan pengertian dari langganannya, pegawai, dan publik umumnya; ke dalam dengan mengadakan analisis dan perbaikan terhadap diri sendiri, keluar dengan mengadakan pernyataan-pernyataan.” (J.C. Seidel).
  5. “Kelanjutan proses penetapan kebijakan, penetuan pelayanan, dan sikap yang disesuaikan dengan kepentingan orang-orang atau golongan agar orang atau lembaga itu memperoleh kepercayaan dan itikad baik dari mereka. Pelaksanaan kebijakan, pelayanan, dan sikap untuk menjamin adanya pengertian dan penghargaan yang sebaik-baiknya.”  (W. Emerson Reck).
  6. “Gabungan antara seni dan ilmu yang memperdiksi kecenderungan, memperkirakan konsekuensi, memberi saran kepada pimpinan organisasi, dan melaksanakan rencana kegiatan sebagaimana telah ditetapkan untuk melayani kepentingan publik dan organisasinya. (Public Relation World Conference).
  7. “Fungsi manajemen yang membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dan bermanfaaat antara organisasi dengan publik yang memengaruhi kesuksesan dan kegagalan organisasi tersebut.” (Cutlip, Center, dan Broom)
  8. “Usaha berencana dan berkesinambungan untuk membina serta memelihara itikad baik ataupun pengertian bersama antara organisasi dengan masyarakatnya.” (The British Institute of Public Relation).
  9. “Sesuatu yang terdiri dari semua bentuk komunikasi berencana baik ke dalam maupun ke luar antara organisasi dengan publiknya untuk mencapai tujuan khusus, yakni pengertian bersama. (Frank Jeffkins).
  10. “Sistem komunikasi untuk menciptakan niat baik” (Jeffkins & Daniel Yadin).
  11. “Public Relations practice is the planned and sustained effort to establish and maintain goodwill and mutual understanding between an organization and its publics” (Diane Ackerman)
  12. “Fungsi manajemen yang mengevaluasi sikap publik, mengidentifikasi kebijakan dan prosedur individual dan organisasi yang punya kepentingan publik, serta merencanakan dan melaksanakan program aksi dalam rangka mendapatkan pemahaman dan penerimaan publik.” (Public Relations News)
  13. “Fungsi manajemen tertentu yang membantu membangun dan menjaga lini komunikasi, pemahaman bersama, penerimaan mutual, dan kerja sama antara organisasi dan publiknya.” (Rex F. Harlow).
Dapat disimpulkan, Humas adalah sebuah seni berkomunikasi (art of communcation) dengan publik untuk membangun saling pengertian, menghindari kesalahpahaman dan mispersepsi, sekaligus membangun citra positif lembaga.

Sebagai sebuah profesi seorang Humas bertanggung jawab untuk memberikan informasi, mendidik, meyakinkan, meraih simpati, dan membangkitkan ketertarikan masyarakat akan sesuatu atau membuat masyarakat mengerti dan menerima sebuah situasi.

Karakteristik Humas

Ada 4 (empat) ciri utama humas yang disebut sebagai karakteristik humas:

1. Adanya Upaya Komunikasi yang Bersifat Dua Arah

Hakikat humas adalah komunkasi. Namun tidak semua komunikasi dikatakan humas. Komunikasi yang menjadi ciri kehumasan adalah komunikasi dua arah yang memungkinkan terjadinya arus informasi timbal balik.

2. Sifatnya yang Terencana

Sifat humas yang terencana mengandung pengertian bahwa kerja/aktivitas humas merupakan kerja/aktivitas yang berkesinambungan, memiliki metode terintegrasi dengan bagian lain dan hasilnya tangible (nyata).

Syarat terencana dan berkesinambungan ini merupakan salah satu syarat yang dinilai dalam kompetisi tertinggi program PR internasional, yakni Golden World Award For Excellence in PR (GWA).

3. Berorientasi pada Organisasi/Lembaga

Dengan mencermati orientasi tersebut, maka syarat mutlak dalam kerja humas adalah pemahaman yang tinggi terhadap visi, misi, dan budaya organisasi/lembaga. Visi, misi, dan budaya organisasi/lembaga inilah yang menjadi materi utama humas, sehingga dapat mencapai tujuan humas dan mendukung tujuan manajemen lainnya, termasuk tujuan marketing.

4. Sasarannya adalah Publik

Yaitu suatu kelompok dalam masyarakat yang memiliki karakteristik kepentingan yang sama. Jadi sasaran humas bukanlah perorangan, hal ini perlu disampaikan sebab masih ada orang yang mengistilahkan PR sebagai personal Relation.

Fungsi dan Tujuan Humas

Humas pada hakikatnya adalah aktivitas, maka sebenarnya tujuan humas dapat dianalogikan dengan tujuan komunikasi, yaitu adanya penguatan dan perubahan kognisi, afeksi dan perilaku komunikannya.

Dengan demikian, rumusan yang paling tepat mengenai tujuan humas adalah sebagai berikut:

1.  Terpelihara dan Terbentuknya Saling Pengertian (Aspek Kognisi)

Yaitu membuat public dan organisasi/lembaga saling mengenal. Baik mengenal kebutuhan, kepentingan, harapan, maupun budaya masing-masing. Dengan demikian aktivitas kehumasan harusnya menunjukkan adanya usaha komunikasi untuk mencapai saling kenal dan mengerti tersebut. Sifat komunikasinya cenderung informative saja.

2. Menjaga dan Membentuk Saling Percaya (Aspek Afektif)

Artinya lebih pada tujuan emosi, yakni pada sikap (afeksi) saling percaya (mutual confidence). Untuk mencapai tujuan saling percaya ini, prinsip-prisip komunikasi persuasif dapat diterapkan. Sikap saling percaya keberadaannya masih bersifat laten (tersembunyi), yakni ada pada keyakinan seseorang (publik) akan “kebaikan/ketulusan” orang lain (organisasi/lembaga akan “kebaikan/ketulusan publiknya.

3. Memelihara dan menciptakan kerja sama (Aspek Psikomotoris)

Yaitu dengan komunikasi diharapkan akan terbentuknya bantuan dan kerja sama nyata. Artinya, bantuan dan kerja sama ini sudah dalam bentuk perilaku atau termanifestasikan dalam bentuk tindakan tertentu.

Mengacu dari ketiga tujuan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa setelah pengetahuan/pikiran dibuka, emosi atau kepercayaan disentuh maka selanjutnya perilaku positif dapat diraih. Pada akhirnya, semua itu kembali pada tujuan yang lebih besar yakni, terbentuknya citra/ image yang fafourable tehadap organisasi/lembaga dimana humas berada.

Tugas dan Fungsi Humas

Ada tiga tugas humas dalam organisasi/lembaga yang berhubungan erat dengan tujuan dan fingsi humas. Ketiga tugas tersebut adalah sebagai berikut:

1. Menginterpretasikan, menganalisis dan mengevaluasi kecenderungan perilaku publik, kemudian direkomendasikan kepada manajemen untuk merumuskan kebijakan organisasi/lembaga.

2. Mempertemukan kepentingan organisasi/lembaga dengan kepentingan publik. Kepentingan organisasi/lembaga dapat jadi jauh berbeda dengan kepentinga publik dan sebaliknya, namun dapat juga kepentingan ini jauh berbeda bahkan dapat juga kepentingannya sama.

3. Mengevaluasi program-program organisasi/lembaga, khususnya yang berkaitan dengan publik. Tugas mengevaluasi program manajemen ini mensyaratkan kedudukan dan wewenang humas yang tinngi dan luas. Karena tugas ini dapat berarti humas memiliki wawanang untuk memberi nasehat apakah suatu program sebaiknya di teruskan ataukah ditunda/dihentikah.

Fungsi utama humas

Fungsi-fungsi utama yang dilakukan oleh seorang humas dalam organisasinya meliputi berbagai bidang dan segi, dibawah ini terdapat beberapa fungsi humas yang paling utama, yaitu:

  1. Menumbuhkan dan mengembangkan hubungan baik antara lembaga/organisasi engan publiknya, baik publik intern maupun extern dalam rangka menanamkan pengertian
  2. Menilai dan menentukan pendapat umum yang berkaitan dengan organisasinya
  3. Memberi saran kepada pemimpin tentang cara-cara mengendalikan pendapat umum sebagaimana mestinya
  4. Menumbuhkan motivasi dan partisipasi publik dalam rangka menciptakan iklim pendapat publik yangmenguntungkan organisasi/lembaga
  5. Menggunakan komunikasi untuk mempengaruhi pendapat umum

Dalam buku Public Relations: Teori dan Praktek (1993), Djanalis Djanaid menyebutkan dua fungsi PR yaitu:

1. Fungsi konstruktif

Fungsi ini mendorong humas membuat aktivitas ataupun kegiatan-kegiatan yang terencana, berkesinambungan yang cenderung bersifat proaktif. Termasuk disini humas bertindak secara preventif (mencegah).

2. Fungsi korektif

Artinya, apabila sebuah organisasi/lembaga terjadi masalah-masalah (krisis) dengan public, maka humas harus berperan dalam mengatasi terselesainya masalah tersebut.

Fungsi ini sama halnya dengan suatu penyakit, ketika orang sudah dalam keadaan sakit, maka upaya salanjutnya adalah upaya mengobati menuju kesembuhan. Karena mengobati adalah salah satu upaya penyembuhan, maka dapat jadi upaya ini gagal totol sehingga menyebabkan kematian. Pepatah mengatakan, “mencegah lebih baik daripada mengobati.”

Fungsi humas menurut IPRA          

Penelitian yang diadakan oleh International Public Relations Association (IPRA) pada tahun 1981 menyimpulkan bahwa pada umumnya fungsi PR/humas masa kini meliputi 15 pokok yaitu:

  1. Memberi konseling yang didasari pemahaman masalah prilaku manusia.
  2. Membuat analisis "trend" masa depan dan ramalan akan akibat-akibatnya bagi institusi.
  3. Melakukan riset pendapat, sikap dan harapan masyarakat terhadap institusi serta memberi saran tindakan-tindakan yang diperlukan institusi untuk mengatasinya.
  4. Menciptakan dan membina komunikasi dua-arah berlandaskan kebenaran dan informasi yang utuh
  5. Mencegah konflik dan salah pengertian
  6. Meningkatkan rasa saling hormat dan rasa tanggung jawab sosial.
  7. Meningkatkan rasa saling hormat dan rasa tanggung jawab sosial.
  8. Meningkatkan itikat baik institusi terhadap anggota, pemasok dan konsumen
  9. Memperbaiki hubungan industrial
  10. Melakukan penyerasian kepentingan institusi terhadap kepentingan umum
  11. Menarik calon tenaga yang baik agar menjadi anggota serta mengurangi keinginan anggota untuk keluar dari institusi.• Memasyarakatkan produk atau layanan
  12. Mengusahakan perolehan laba yang maksimal
  13. Menciptakan jadi diri institusi
  14. Memupuk minat mengenai masalah-masalah nasional maupun ternasional
  15. Meningkatkan pengertian mengenai demokrasi
Menurut Edward L. Bernaus, seorang pelopor humas di Amerika Serikat, dalam bukunya Public Relations (1952) terdapat tiga fungsi humas, yaitu:
  1. Memberikan informasi kepada masyarakat
  2. Mengajak masyarakat untuk mengubah sikap dan perilaku mereka
  3. Melakukan usaha-usaha untuk menyatukan sikap dan tindakan suatu lembaga atau organisasinya dengan publiknya atau sebaliknya.

Fungsi Humas sebagai fungsi Manajemen

1. Fungsi Intern (ke luar)

- PR harus mampu mengusahakan tumbuhnya sikap dan gambaran/citra masyarakat yang positif terhadap segala tindakan atau kebijaksanaan organisasi/lembaga. Oleh karena itu, setiap anggota organisasi harus mampu memberikan image positif yang mewakili organisasinya.

- Penghubung antara menejemen dan publiknya

2. Fungsi Ekstern (ke dalam)

-  PR harus mampu mengenali/mengidentifikasikan hal-hal yang dapat menimbulkan sikap/gambaran yang negatif dalam masyarakat sebelum sesuatu tindakan/kebijakan dijalankan

-  Memberi nasehat pada menejemen mengenai semua perkembangan luar atau dalam, yang menyangkut pengeruh hubungan perusahaan dengan publiknya.
-  Membuat penelitian dan penafsiran bagi kepentingan menejemen mengenai sikap-sikap yang ada sekarang atau diperkirakan sebelumnya pada public utama atas urusan perusahaan.

-  Bertindak untuk kepentingan menejemen dalam merencanakan dan meleksanakan fungsi-fungsi umum

Peran Humas

Peranan humas dapat digolongkan menjadi 4 (empat) peran, diantanya yaitu:

1. Expert Preciber Communication

Petugas PR dianggap sebagai orang yang ahli. Dia menasehati pimpinan perusahaan/ organisasi. Hubungan mereka diibaratkan seperti hubungan dokter dan pasien.

2. Problem Solving Process Facilitator

Yakni peranan sebagai fasilitator dalam proses pemecahan masalah. Pada peranan ini petugas humas melibatkan diri atau dilibatkan dalam setiap manajemen (krisis). Dia menjadi anggota tim, bahkan bila memungkinkan menjadi leder dalam penanganan krisis manajemen.

3. Communication Facilitator

Peranan petugas humas sebagai fasilitator komunikasi antara perusahaan/organisasi dengan publik. Baik dengan publik exsternal maupun internal. Istilah yang paling umum adalah sebagai jembatan komunikasi antara publik dengan perusahaan. Sebagai media atau penengah bila terjadi miscommunication.

4.  Tehnician Comunication

Di sini petugas humas dianggap sebagai pelaksana teknis komunikasi. Dia melayani layanan di bidang teknis, sementara kebijakan dan keputusan teknik komunikasi mana yang akan digunakan bukan merupakan keputusan petugas humas, melainkan keputusan manajemen dan petugas humas yang melaksanakan.

Peranan yang paling sering dilakukan petugas humas sangat tergantung dari beberapa hal, antara lain: system budaya organisasi/perusahaannya, tersedianya sumber daya manusia yang berkualitas, struktur organisasi/perusahaan yang menentukan wewenang dan kebijakan humas, serta ciri khas kehumasan sebuah organisasi/perusahaan. Sementara peranan ideal menginginkan humas dapat terlibat hingga di tingkat messo/manajerial.

Demikian pengertian Humas atau Public Relations serta fungsi dan tujuannya. (www.komunikasipraktis.com).*

Rujukan:
  • Oemi Abdurrachman, Dasar-dasar Public Relations, PT. Citra Aditya Bakti, Bandung, 2001.
  • Frida Kusunastuti, Dasar-Dasar Humas, Ghalia Indonesia, Jakarta, 2001.
  • Wikipedia.

Komunikasi Praktis Updated at: Sunday, January 05, 2020
thumbnail

Pengertian Digital Imaging, Mengolah Gambar dari Dokumen Asli

Pengertian Digital Imaging, Mengolah Gambar dari Dokumen Asli

Digital Imaging adalah sebuah proses mengedit atau mengolah gambar dari dokumen asli menjadi file digital dalam bentuk pixel.

File digital ini dapat dibaca dan dimanipulasi oleh perangkat komputer dan software grafis --menggunakan perangkat pengubah citra seperti Adobe Photoshop-- sehingga membuat tampilan gambar menjadi jauh lebih bagus dari foto aslinya.

Digital Imaging

Digital Imaging di Wikipedia diartikan sebagai Pencitraan Digital, yaitu penciptaan gambar digital, biasanya dari adegan fisik.

Istilah ini sering dianggap menyiratkan atau meliputi pengolahan, kompresi, penyimpanan, percetakan, dan menampilkan gambar tersebut. Metode yang paling umum adalah dengan fotografi digital dengan kamera digital, namun metode lain juga digunakan

Fotografi digital, sebagai lawan dari fotografi film, adalah proses fotografi yang menggunakan media perekaman digital. Fotografi digital, berbeda dengan fotografi film yang menggunakan media film sebagai media penerima gambar, menggunakan sensor elektronik untuk merekam gambar, lalu selanjutnya diolah untuk disimpan dalam data biner.

Kamera digital adalah alat untuk membuat gambar dari objek untuk selanjutnya dibiaskan melalui lensa pada sensor CCD dan akhir-akhir ini pada sensor BSI-CMOS (Back Side Illuminated) sensor yang lebih irit daya untuk kamera yang lebih canggih yang hasilnya kemudian direkam dalam format digital ke dalam media simpan digital.

Kemudahan dari kamera digital adalah hasil gambar yang dengan cepat diketahui hasilnya secara instan dan kemudahan memindahkan hasil (transfer).

Berkat Digital Imaging,  banyak orang tidak menyadari bahwa sebuah foto yang mereka lihat sebenarnya bukan foto, melainkan sebuah karya yang disebut dengan digital image atau gambar digital.

Digital imaging berkembang sejak 1960 dan 1970 untuk mengatasi kelemahan dari hasil gambar kamera film. Digital imaging saat ini sangat berkaitan erat dengan munculnya kamera digital.

Dengan digital imaging, kita dapat memperbaiki kekurangan dari gambar dan memperbaiki warna dari gambar sesuai dengan selera.

Selain itu, proses digital imaging sendiri relatif lebih mudah, setiap orang yang menguasai desain grafis, dipastikan mampu melakukan proses ini.

Dalam industri periklanan teknik, Digital Imaging sangat mendukung sebuah karya fotografi. Karya fotografi yang ditampilkan seringkali mengalami pengolahan, perekayasaan, dan manipulatif.

Berkat Digital Imaging, kita bisa melihat foto seseorang sedang berjalan di tengah lautan. Hasil fotonya benar-benar artistik.

Di lain waktu, teman Anda yang baru saja menikah menunjukkan hasil photo pre-weddingnya, teman Anda terlihat sangat mempesona seperti putri salju dan hasil fotonya terlihat sangat halus. Anda bertanya-tanya bagaimana caranya mendapatkan hasil foto seperti itu? Ternyata, Digital imaging solusinya!

Seseorang yang memiliki sebuah smartphone atau komputer yang diperlengkapi dengan perangkat lunak pengolah citra (photo / image editting software) bisa juga menghasilkan gambar atau image. Ia bisa menghasilkan image dengan cara yang berbeda dari kedua golongan terdahulu.

Contoh Digital Image dan Foto

Foto 1 :

Digital Imaging

Foto 2 :

Digital Imaging

Digital Image :

Digital Imaging

Proses Digital Imaging

Berikut ini beberapa Operasi yang terdapat pada Digital Image Processing :

  1. Image-Enchantment: sebuah operasi untuk memperbaiki kualitas image, seperti sharpening(penajaman) dan perbaikan kontras.
  2. Image-Restoration: adalah sebuah operasi yang bertujuan memperbaiki cacat image, seperti menghilangkan noise.
  3. Image-Segmentation: adalah sebuah operasi untuk memecah image menjadi beberapa bagian.
  4. Image-Analysis, adalah sebuah operasi untuk menghitung besaran kuantitatif image, seperti mendeteksi tepi objek dan representasi area.
  5. Image-Reconstruction: adalah sebuah operasi untuk membentuk ulang objek dari hasil projeksi objek, seperti gambar yang dihasilkan dari rontgen.
Proses Digital Imaging juga meliouti:

  1. Editing atau perubahan warna diperkenankan
  2. Sharpening (mempertajam) foto diperkenankan
  3. Melakukan perubahan terhadap kontras dari sebuah foto biasanya tidak dilarang
  4. Saturasi warna juga bukan sesuatu yang diharamkan
  5. Cropping atau pemotongan juga bukan sebuah masalah.
Proses Digital Imaging


CONTOH DIGITAL IMAGING

1. Manipulasi Foto

Manipulasi Foto


2. Penggabungan Foto dan Elemen Vector

Penggabungan Foto dan Elemen Vector


Sumber:
https://www.nawadwipa.co.id/mengenal-digital-imaging/
http://www.fotografi.lovelybogor.com/apa-itu-digital-image-dan-digital-imaging-tidak-semua-image-keluar-dari-kamera/
http://imaging99.blogspot.com/2015/11/digital-imaging-dan-digital-imager-nya.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Digital_imaging

Komunikasi Praktis Updated at: Sunday, November 24, 2019
thumbnail

Daihatsu Indonesia, Merek Spesialis Jualan Mobil Murah

Daihatsu Indonesia, Merek Spesialis Jualan Mobil Murah

PT Astra Daihatsu Motor (ADM), akhirnya resmi berdiri setelah merger tiga perusahaan, yang terdiri dari PT Daihatsu Indonesia, PT. Daihatsu Engine Manufacturing Indonesia, dan PT. National Astra Motor.

Sejak awal di dunia otomotif, Daihatsu dikenal sebagai spesialis untuk mobil kecil dan kendaraan off-road. Sejak 1970-an, Daihatsu telah mengembangkan teknologi hijau dan ramah lingkungan, di mana mereka mulai dengan menciptakan mobil listrik dan hybrid.

Sekarang, Daihatsu Indonesia semakin memantapkan diri untuk mengembangkan teknologi guna mewujudkan komitmen mereka dalam menghadirkan model yang ringkas, ramah lingkungan, dan terjangkau.

Bermain di segmen mobil kompak, Daihatsu menghadapi persaingan sengit dari beberapa kepala sekolah yang keduanya berasal dari Negeri Matahari Terbit. Mereka yang menjadi pesaing termasuk Toyota, Honda dan Suzuki. Sementara itu, pesaing lain juga hadir dari pabrikan Korea Selatan seperti Hyundai dan Kia.

Di Tanah Air, Daihatsu adalah merek otomotif terbesar kedua. Kendati posisinya tengah terancam oleh merek lain. Tapi dengan menyasar segmen low end untuk mobil city car, minivan / SUV kecil, hatchback, dan LCGC, membuat merek Daihatsu masih tetap perkasa.

Daihatsu Indonesia telah aktif di pasar otomotif Indonesia sejak 1970-an, dan terus bermain di segmen kendaraan kecil dan komersial.

Meskipun Daihatsu saat ini berkonsentrasi pada kendaraan penumpang, sasis yang digunakan masih berbasis pada kendaraan komersial. Beberapa kendaraan Daihatsu yang cukup populer di Indonesia termasuk:

Model Mobil Daihatsu terlaris di Indonesia


Daihatsu Indonesia, Merek Spesialis Jualan Mobil Murah

Daihatsu Xenia

Daihatsu Xenia adalah kendaraan jenis MPV yang dapat menampung hingga 7 penumpang. Selain itu, Xenia memiliki model yang sama dengan saudara kembarnya tetapi dari pabrikan yang berbeda, Toyota Avanza.

Untuk Daihatsu Xenia generasi perdana, MPV ini diperkenalkan di Tanah Air dengan tiga variant utama, yakni, Xenia Mi, Li, dan Xi. Pada varian Mi serta Li, pakai mesin 1.0L, sementara Xenia tipe Xi gunakan mesin 1.3L. Produksi MPV ini sudah mulai dari tahun 2003 hingga 2011.

Daihatsu Gran Max

Daihatsu Gran Max diperkenalkan untuk pertama kalinya pada tahun 2007 untuk menggantikan posisi Daihatsu Zebra. Ditawarkan dengan dua opsi mesin, 1.3L dan 1.5L, Gran Max tersedia dalam dua varian bodi, minibus dan blind van.

Daihatsu Luxio

Daihatsu Luxio adalah kendaraan jenis MPV untuk 7 orang dan didasarkan pada Daihatsu Gran Max yang diperkenalkan pada tahun 2009, tetapi memiliki perbedaan dalam tubuh dan interior.

Luxio dipasarkan lebih sebagai kendaraan penumpang, sedangkan Gran Max lebih ditujukan sebagai kendaraan komersial. Ada dua varian Luxio, yaitu tipe D dan M, yang mengusung mesin berkapasitas 1.5L. Untuk tipe D hanya menyediakan transmisi manual, sedangkan tipe X tersedia dalam transmisi manual dan otomatis.

Daihatsu Ayla

Daihatsu Ayla


Daihatsu Ayla diperkenalkan untuk pertama kalinya kepada publik di negara ini pada tahun 2012, sebagai tanggapan atas tantangan pemerintah yang menginginkan kendaraan murah dan ramah lingkungan (LCGC).

Sebagai city car untuk lima penumpang dengan model hatchback, Ayla juga mengusung sasis yang sama dengan Toyota Agya.

Daihatsu Terios

Daihatsu Terios adalah jenis SUV yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1997 lalu. Kolaborasi yang ada antara Daihatsu dan Toyota, akhirnya membuat Toyota merilis produk yang sama dengan Terios, yang disebut Toyota Rush.

Awalnya diperkenalkan dalam dua varian, TS dan TX, sekarang varian diubah menjadi X dan R. Keduanya membawa mesin 1.5L dan ditawarkan dalam dua jenis transmisi, manual dan otomatis.*

Komunikasi Praktis Updated at: Sunday, November 24, 2019

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright © Komunikasi Praktis. All rights reserved. New Johny Wuss Template by Contoh Blog & Maskolis
Web Partners: Romeltea Media - Blog Romeltea - Risalah Islam - Info Bandung. Member of BATIC Media Network