Featured Posts

thumbnail

Syarat Media Online Resmi Verifikasi Dewan Pers

Media Massa secara umum dibagi menjadi tiga jenis, yakni media pers, media internal, dan media komunitas. Apa saja Syarat Media Online Resmi Verifikasi Dewan Pers? Berikut ini ulasannya.

Syarat Media Online Resmi Verifikasi Dewan Pers

Media pers, termasuk media online, adalah media yang terdaftar dan terverifikasi Dewan Pers. Media ini disebut sebagai media resmi atau media legal karena berbadan hukum perusahaan pers dan memenuhi syarat sebagai media massa resmi.

Contoh media resmi yang terverifikasi Dewan Pers.

Media yang tidak terdaftar di Dewan Pers disebut sebaai "media abal-abal". Cirinya antara lain tidak memiliki badan hukum, tanpa alamat kantor redaksi, dan tanpa nama-nama pengelolanya di "box redaksi" (tim redaksi).

Kriteria media abal-abal ini sering dikemukakan Dewan Pers di berbagai kesempatan.

Dilansir Merdeka, Dewan Pers meminta masyarakat jeli membedakan media pers dan media abal-abal. Sebuah media --termasuk media online (media daring/situs berita) disebut media pers jika memenuhi ketentuan-ketentuan layaknya lembaga pers.

Media Internal adalah media publikasi yang diterbitkan lembaga seperti perusahaan, instansi, yayasan, forum, dan komunitas. Legalitas media ini sudah "integral" dengan legalitas lembaga.

Namun, jika media internal ingin menjadi media pers (komersial), maka harus memenuhi syarat sebagai media resmi (verifikasi Dewan Pers).

Media komunitas adalah media massa yang didirikan dan dikelola oleh komunitas tertentu. Namun, sejauh ini belum ada aturan resmi tentang media komunitas, kecuali lembaga penyiaran atau radio komunikasi dalam UU Penyiaran.

Komunitas dalam konteks media mengacu pada komunitas yang memiliki kesamaan geografis, misalnya komunitas sebuah kelurahan.

Namun, dikutip Bincang Media, dalam buku Community Media in The Information Age, Nicholas Jankowski (2002) menyatakan bahwa seiring dengan perkembangan jejaring teknologi elektronik dan digital, komunitas virtual terus terbentuk. Perkembangan revolusioner di bidang teknologi tersebut telah menambahkan arti sebuah komunitas, dibandingkan dengan pengertian konvensional yang selama ini berkembang.

Oleh karena itu, definisi sebuah komunitas yang memiliki kesamaan secara geografis dapat pula diperluas dengan adanya ‘community of interest’ (komunitas minat), karena para anggotanya memiliki persamaan minat dalam hal budaya, sosial, ekonomi, atau politik, yang tidak dipengaruhi oleh keberadaan mereka secara geografis.

Jankowski (2002) menegaskan, media komunitas dapat diwujudkan ke dalam bermacam bentuk media, baik tradisional yaitu media cetak (surat kabar dan majalah), media elektronik (radio, televisi), serta dalam bentuk penggabungan (konvergensi) antara media cetak dengan media elektronik, misalnya dalam bentuk situs internet atau website.

Jika media komunitas ingin menjadi media resmi, maka --sebagaimana media internal-- harus memenuhi Syarat Media Online Resmi Verifikasi Dewan Pers.

Namun, dilansir Kombinasi, jika merujuk pada syarat-syarat penertiban media dari Dewan Pers, sebagian besar media komunitas tidak akan mampu memenuhinya, khususnya terkait syarat berbadan hukum, modal, dan kemampuan menggaji wartawan.

Terpenting, bagi media internal dan media komunitas, adalah pemberitaan atau konten media menaati kode etik jurnalistik, termasuk tidak menyebarkan berita palsu (hoax).

Syarat Media Online Resmi Verifikasi Dewan Pers

Agar sebuah media terdaftar dan lolos verifikasi Dewan Pers, sehingga menjadi media pers resmi, maka harus memenuhi beberapa syarat, yaitu:
  1. Berbadan hukum perseroan terbatas (PT)
  2. Terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
  3. Mempunyai modal
  4. Mampu menggaji wartawannya sesuai standar upah minimum provinsi sebanyak 13 kali setahun 
  5. Mencantumkan nama penanggung jawab serta alamat redaksi yang jelas
  6. Pemimpinnya harus mempunyai kompetensi sebagai wartawan
  7. Bersedia meratifikasi pedoman-pedoman jurnalistik Dewan Pers.
Berikut ini syarat lengkap sebuah media diakui sebagai media resmi, sebagaimana ditetapkan Dewan Pers dalam Standar Perusahaan Pers (SPP), sebagai berikut:
  1. Yang dimaksud perusahaan pers adalah badan hukum Indonesia yang menyelenggarakan usaha pers meliputi perusahaan media cetak, media elektronik, dan kantor berita, serta perusahaan media lainnya yang secara khusus menyelenggarakan, menyiarkan, atau menyalurkan informasi.
  2. Perusahaan pers berbadan hukum perseroan terbatas dan badan-badan hukum yang dibentuk berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  3. Perusahaan pers harus mendapat pengesahan dari Departemen Hukum dan HAM atau instansi lain yang berwenang.
  4. Perusahaan pers memiliki komitmen untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
  5. Perusahaan pers memiliki modal dasar sekurang-kurangnya sebesar Rp50.000.000 (lima puluh juta rupiah) atau ditentukan oleh Peraturan Dewan Pers.
  6. Perusahaan pers memiliki kemampuan keuangan yang cukup untuk menjalankan kegiatan perusahaan secara teratur sekurang-kurangnya selama 6 (enam) bulan.
  7. Penambahan modal asing pada perusahaan pers media cetak dilakukan melalui pasar modal dan tidak boleh mencapai mayoritas, untuk media penyiaran tidak boleh lebih dari 20% dari seluruh modal.
  8. Perusahaan pers wajib memberi upah kepada wartawan dan karyawannya sekurang-kurangnya sesuai dengan upah minimum provinsi minimal 13 kali setahun.
  9. Perusahaan pers memberi kesejahteraan lain kepada wartawan dan karyawannya seperti peningkatan gaji, bonus, asuransi, bentuk kepemilikan saham dan atau pembagian laba bersih, yang diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama.
  10. Perusahaan pers wajib memberikan perlindungan hukum kepada wartawan dan karyawannya yang sedang menjalankan tugas perusahaan.
  11. Perusahaan pers dikelola sesuai dengan prinsip ekonomi, agar kualitas pers dan kesejahteraan para wartawan dan karyawannya semakin meningkat dengan tidak meninggalkan kewajiban sosialnya.
  12. Perusahaan pers memberikan pendidikan dan atau pelatihan kepada wartawan dan karyawannya untuk meningkatkan profesionalisme.
  13. Pemutusan hubungan kerja wartawan dan karyawan perusahaan pers tidak boleh bertentangan dengan prinsip kemerdekaan pers dan harus mengikuti Undang-Undang Ketenagakerjaan.
  14. Perusahaan pers wajib mengumumkan nama, alamat, dan penanggung jawab secara terbuka melalui media yang bersangkutan; khusus untuk media cetak ditambah dengan nama dan alamat percetakan. Pengumuman tersebut dimaksudkan sebagai wujud pertanggungjawaban atas karya jurnalistik yang diterbitkan atau disiarkan.
  15. Perusahaan pers yang sudah 6 (enam) bulan berturut-turut tidak melakukan kegiatan usaha pers secara teratur dinyatakan bukan perusahaan pers dan kartu pers yang dikeluarkannya tidak berlaku lagi.
  16. Industri pornografi yang menggunakan format dan sarana media massa yang semata-mata untuk membangkitkan nafsu birahi bukan perusahaan pers.
  17. Perusahaan pers media cetak diverifikasi oleh organisasi perusahaan pers dan perusahaan pers media penyiaran diverifikasi oleh Komisi Penyiaran Indonesia.

Uji  Kompetensi Wartawan

Salah satu syarat lain media pers adalah memiliki wartawan yang lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Standarisasi kompetensi itu merupakan syarat agar setiap media bisa diverifikasi secara aktual oleh Dewan Pers.

Meski bukan syarat penting lolos verifikasi, UKW adalah pengakuan berbentuk sertifikat untuk diri sendiri (wartawan) dan media massa yang akan mempekerjakan bahwa seseorang mampu untuk melakukan hal-hal yang ada dalam dunia jurnalistik.

Nantinya, yang disebut wartawan kompeten itu harus ada tiga kartu identitas, yaitu kartu pers, kartu anggota organisasi wartawan, dan kartu kompetensi (sertifikat UKW).


UKW merupakan upaya Dewan Pers dalam peningkatan kompetensi atau profesionalisme wartawan yang dicanangkan pada Hari Pers Nasional tahun 2010 di Palembang. Dengan sertifikat ini, diharapkan para wartawan dalam melakukan tugasnya dapat menunjukkan kinerjanya secara profesional.

Dewan Pers menegaskan, UKW sifatnya wajib, terutama bagi Pemimpin Redaksi. Materi UKW bagi Pemred, seperti di-share Pemred Rakyat Media Pers, a.l. memimpin rapat redaksi, mengevaluasi rencana liputan, menentukan bahan liputan layak siar, menulis opini/tajuk, mengarahkan liputan investigasi, kebijakan/merancang rubrikasi, jejaring dan lobi --temasuk menghubungi langsung narasumber utama.

Namun, UKW menimbulkan kontroversi dan dituding memicu persoalan baru dunia pers. UKW pun digugat Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI).

Demikian Syarat Media Online Resmi Verifikasi Dewan Pers. Wasalam. (www.komunikasipraktis.com).*

Komunikasi Praktis Updated at: Thursday, June 20, 2019
thumbnail

Keahlian yang Wajib Dimiliki Humas Profesional (PR Skills)

Keahlian yang Harus Wajib Dimiliki Praktisi Humas (PR Skills)
SEORANG staf atau praktisi Hubungan Masyarakat (Humas) atau Public Relations (PR Practisioner) adalah seorang profesional.

Seperti halnya profesi dokter, pengacara, dan wartawan, praktisi humas (harus) memiliki keahlian tertentu dan menaati kode etik profesi.

Apa saja keahlian atau keteramplan (skills) yang harus dimiliki praktisi humas atau staf Public Relations?

Keahlian utama yang wajib dimiliki Humas adalah keterampilan komunikasi (communications skills), baik komunikasi lisan, komunikasi tulisan, komunikasi personal, komunikasi media, maupun komunikasi visual.

Di era internet, Humas memasuki praktik Humas Online. Maka, humas pun dituntut menguasai internet, media online, website, dan media sosial atau pergautan internet bersama warganet (netizen).

Keahlian Humas (PR Skills)

Dilansir laman The Guardian, setidaknya ada lima keterampilan yang wajib dimiliki Humas:

1. Keterampilan berkomunikasi

Humas atau PR harus menjadi komunikator yang baik. Humas tidak hanya perlu menjadi pembicara yang percaya diri, tetapi juga pendengar yang baik.

Seorang Humas profesional juga harus peka terhadap nuansa halus dalam bahasa dan budaya, karena pekerjaan itu akan melibatkan komunikasi dengan berbagai orang di berbagai media (media sosial, secara langsung, melalui telepon dan secara tertulis) di berbagai wilayah yang berbeda.

2. Keterampilan penelitian (riset)

Seorang PR perlu menjadi peneliti yang baik untuk dapat berkomunikasi secara akurat dan otoritatif mengenai suatu subjek, sehingga sains atau lulusan sejarah, misalnya, akan ditempatkan dengan baik untuk memberikan keterampilan ini.

Praktisi Humas harus tetap mengikuti perkembangan terkini dan menikmati belajar tentang pasar baru.

3. Keterampilan menulis

Menulis adalah keterampilan tradisional praktisi Humas. Ia diharapkan menulis konten yang menarik untuk klien, baik itu artikel untuk majalah, studi kasus, ataupun siaran pers.

Humas profesional memiliki pemahaman tata bahasa yang sangat baik dan pengalaman menulis berbagai konten - mulai dari esai hingga presentasi dan briefing.

4. Pola pikir internasional

Ada peningkatan permintaan untuk keterampilan bahasa karena globalisasi bisnis. Misalnya, klien di Inggris mungkin tidak memiliki anggaran untuk program PR besar di pasar asing, tetapi memiliki kebutuhan mendesak untuk melibatkan konten dalam bahasa itu di situs web atau blog mereka.

Jadi, semakin banyak bahasa yang dimiliki oleh seorang profesional PR, semakin besar peluang mereka untuk posting internasional dan bisnis baru.

5. Kreativitas

Karier di PR akan memberi peluang yang tak terhitung jumlahnya untuk menjadi kreatif, tidak hanya dalam hal penulisan, tetapi juga dalam menghasilkan cara-cara baru untuk mempromosikan bisnis dan mendekati klien baru.

PR adalah profesi yang senantiasa membutuhkan ide-ide segar dan pemikiran lateral, sehingga memiliki gaya kreatif dapat menjadi keterampilan penting untuk membawa Anda menuju kesuksesan karier.

10 Keahlian Humas

Berikut ini keahlian yang harus dimiliki praktisi humas menurut Cutlip, Centre, dan Broom dalam Effective Public Relations dalam Komunikasi Antar Pribadi karya Dra. Yusriah Nasution, M.Pd.

1. Writing (Menulis)

Menulis adalah keahlian utama yang harus dimiliki seorang praktisi humas atau petugas PR. Bukan sekadar tulis-menulis sembarangan; tulisan harus memuat unsur "green journalism".

Tulisan yang biasa dibuat oleh seorang petugas PR bentuknya sebagai siaran berita atau rilis pers (press release), "surat berita "(newsletter), korespondensi, laporan, buklet, naskah pidato, naskah radio dan TV, skrip film, artikel majalah dan buletin, informasi produk, dan sebagainya.

2. Editing (Mengedit)

Memeriksa komunikasi internal dan eksternal dalam bentuk publikasi. Mengedit adalah pekerjaan menyeleksi, menilai, dan memperbaiki tulisan, juga foto dan video, dari sisi bahasa (redaksional), desain, maupun isi (substansi).

3. Media Relations (Hubungan dengan Media)

Hubungan dengan media, memberikan informasi, menanggapi permintaan informasi, merupakan salah satu tugas pokok dan fungsi (tupoksi) humas.

Disebut juga hubungan pers, Humas harus menjalin hubungan baik dengan wartawan atau kalangan media untuk memelihara citra positif lembaga dalam pemberitaan media.

4. Special Events (Kejadian khusus)

Merancang dan menangani konferensi pres, pameran, open house, perayaan ulang tahun perusahaan, pengumpulan dana, konteks, penghargaan, dan sebagainya. Dalam hal ini, Humas juga memainkan peran sebagai penyelenggara acara (event organizer).

5. Speaking (Berbicara)

Berbicara mewakili organisasi atau merancang penampilan orang lain dihadapan publik. Humas harus mmenguasai keterampilan dasar pembaca acara (MC), juga menjadi pembicara yang baik karena dituntut tampil dalam konferensi pers atau wawancara.

6. Production (Produksi)

Humas harus terampil berkomunikasi dengan menggunakan keterampilan dan pengetahuan tentang multi media; termasuk seni fotografi, layout brosur,buklet, iklan institusional, publikasi periodikal, rekaman dan audit suara serta video tape, presentasi audio visual, dan lain-lain.

7. Research (Penelitian)

Praktisi PR harus mengumpulkan informasi sehingga memudahkan organisasi untuk merencanakan program sesuai kebutuhan publik, monitoring efektivitas program Humas selama pelaksanaan dan evaluasi dampaknya.

8. Programming & Counselling

Program dan bimbingan yang menentukan kebutuhan, prioritas, tujuaj, publik, sasaran dan strategi, bekerja sama dengan manajemen atau klien untuk proses pemecahan masalah.

9. Training

Melatih atau bekerja sama dengan wakil-wakil organisasi untuk membuat persiapan menghadapi media, presentasi dan pemunculan publik lainnya.

10. Manajemen.

Kegiatan administrasi operasi fungsi Humas, personalia, keuangan dan program.

Keahlian Humas Online

Di era internet, aktivitas kehumasan mau tidak mau dilakukan di internet. Praktisi PR pun dituntun menyesuaikan diri dan mampu menjalankan aktivitas kehumasan di internet yang dikenal dengan istilah Humas Online atau Cyber PR.

Menurut Bob Julius Onggo dalam Cyber Public Relations, E-PR (electronic public relations), Cyber PR, Online PR, atau PR on the net, adalah kegiatan kehumasan yang menggunakan internet sebagai media komunikasi.

Media internet dimanfaatkan oleh Humas untuk membangun merek (brand) dan memelihara kepercayaan publik (trust). Ribuan on-to-one relations dapat dibangun secara simultan melalui media internet karena sifatnya yang interaktif.

Kelebihan online PR, menurut Bob Julis, adalah:
  1. Komunikasi konstan
  2. Internet bekerja selama 24/7 (24 jam x 7 hari)
  3. Potensi target publik seluruh dunia - Pasar global
  4. Respons yang cepat
  5. Interaktif, komunikasi dua arah
  6. Hemat.

Sebagai tim, offline PR dan Departemen Pemasaran dapat menghasilkan 3R bagi lembaga atau perusahan:
  1. Relations—mampu berinteraksi dengan berbagai target audiens untuk membangun hubungan dan citra perusahaan.
  2. Reputasi—merupakan suatu seni dalam membangun reputasi online yang baik secara berkesinambungan.
  3. Relevansi—mengupayakan agar setiap inisiatif online relevan dengan target audiens korporat.

Melalui media online, Humas dapat menyampaikan siaran pers, artikel, foto, suara dan/atau video ke situs berita, dan dapat mengikuti diskusi dengan komunitas yang berkaitan atau berhubungan dengan core business organisasi.

Media online Humas antara lain:
  1. E-mail
  2. Milis (mailing list)
  3. Newsletter Elektronik (Ezine)
  4. Blog
  5. Twitter dan Microblogging
  6. Facebook
  7. YouTube.

Keahlian Humas Online

Humas dapat menjadikan situs web resmi lembaga sebagai "hub" atau pusat kegiatan aktivitas Humas Online.

Karenanya, keahlian yang harus dimiliki humas untuk kegiatan Humas Online antara lain:
  1. Desain Grafis
  2. Konten Visual
  3. Analisis Data
  4. Media Sosial
  5. Monitoring Media Sosial
  6. Blogging
  7. Produksi & Edit Video
  8. Kreasi & Kurasi Konten
Demikian sejumlah keahlian (expertise) atau keterampilan (skills) yang harus dimiliki praktisi humas atau staf PR modern dan profesional. Wasalam. (www.komunikasipraktis.com).*

Komunikasi Praktis Updated at: Sunday, June 16, 2019
thumbnail

Pengertian Konten dan Jenis-Jenisnya

Secara bahasa, konten (content) artinya isi, kandungan, atau muatan. Dalam konteks komunikasi dan media, konten adalah pesan (message) atau informasi (information) yang disajikan melalui sebuah media, utamanya media online.

Pengertian Konten dan Jenis-Jenisnya

Pengertian Konten

Istilah konten merujuk pada media online atau media internet. Menurut KBBI, konten adalah informasi yang tersedia melalui media atau produk elektronik.

Penyampaian konten dapat dilakukan melalui berbagai medium, seperti internet, televisi, CD audio, bahkan acara langsung seperti konferensi dan pertunjukan panggung. Istilah konten digunakan untuk mengidentifikasi dan menguantifikasi beragam format dan genre informasi sebagai komponen nilai tambah media. (Wikipedia).

Media online adalah saluran komunikasi atau penyampaian pesan yang tersaji secara online, seperti situs web (website), blog, posel (email), dan media sosial. (Baca: Pengertian dan Jenis-Jenis Media Online).

Ada ungkapan: konten adalah raja (Content is King), merujuk pada pentingnya peran konten di media online, termasuk dalam blogging.

Jenis-Jenis Konten

Berikut ini jenis-jenis konten media online. Secara garis besar, konten media online terdiri dari teks, gambar (visual), suara (audio).

1. Teks 

Teks yaitu konten berupa tulisan yang berisi ulasan, kajian, analisis, deskripsi, definisi, pengertian.

2. Gambar 

Ada ungkapann satu gambar bernilai 1000 kata (a picture is worth a thousand words). Instagram populer karena mewajibkan status update berupa foto atau video. Konten gambar paling disukai pengguna media sosial.

3. Infografis 

Infografik adalah representasi visual informasi, data atau ilmu pengetahuan secara grafis. Grafik ini memperlihatkan informasi rumit dengan singkat dan jelas, seperti pada papan, peta, jurnalisme, penulisan teknis, dan pendidikan. (Wikipedia)

4. Meme 

Meme adalah gambar lucu berisi sindiran atau kritik. Meme sangat populer di kalangan pengguna internet yang lebih muda. Meme sering berupa video dan gambar dengan teks lucu yang biasanya menjadi viral.

5. Video 

Cenderung berdurasi beberapa menit, memungkinkan penjelasan singkat tentang apa pun yang ingin dijelaskan oleh videografer. Ini bisa berdasarkan humor atau pembelajaran, dan sangat bagus untuk dinikmati semua orang.

6. Podcast 

Biasanya tersedia dalam seri tempat Anda dapat berlangganan, mereka adalah file audio yang tersedia untuk didengarkan.

7. Tautan 

Link. Cara yang dapat diakses bagi pembaca untuk menjangkau situs / blog lain yang Anda sukai atau rekomendasikan.

8. Game 

Setiap orang memiliki kesempatan untuk mengalami ini. Game online tersedia di pencarian Google sederhana dan bahkan di Facebook.

9. QR Code 

QR Code (Quick Response Code) adalah barcode dua dimensi yang dapat menyimpan data. Kode QR dapat dipindai pada ponsel Anda untuk memunculkan penawaran atau tautan ke produk / situs web.

Jenis-Jenis Konten Yang Paling Banyak Diminati 

Berikut ini jenis-jenis konten media online yang paling banyak diminati pengguna internet:
  1. Hiburan (Entertainment) 
  2. Liburan /Traveling 
  3. Video Viral
  4. Meme
  5. Inspirasi
  6. Motivasi
  7. Gambar Indah
  8. Quote (Kutipan)
  9. Kisah Menyentuh (Human Interest)
  10. Tips & Trik
  11. Video Tutorial
  12. Polling
Demikian Pengertian Konten dan Jenis-Jenisnya. Dihimpun dari berbagai sumber. (www.komunikasipraktis.com).*

Komunikasi Praktis Updated at: Wednesday, May 01, 2019
thumbnail

Desain Grafis: Pengertian, Jenis-Jenis, dan Ruang Lingkup

Desain grafis (rancang grafis, graphic design) bagian dari komunikasi visual atau desain komunikasi visual. Desainer grafis bekerja dengan seperangkat alat, seperti gambar, ilustrasi, lukisan, foto, huruf, dan angka.

Desainer membuat, memilih, dan mengorganisasikan semuanya atau sebagian dari elemen dan perangkat tersebut ke dalam sebuah bidang.

Desain Grafis: Pengertian, Jenis-Jenis, dan Ruang Lingkup

Contoh bidang garapan desain grafis di antaranya desain cover buku, layout halaman, Cover CD, brosur, kartu undangan, logo, desain website, kemasan, dan ilustrasi.

Berikut ini Pengertian, Jenis-Jenis, dan Ruang Lingkup Desain Grafis.

Pengertian Desain Grafis

Secara bahasa, desain artinya kerangka bentuk; rancangan. Grafis atau grafik artinya informasi dalam bentuk gambar, bukan dalam bentuk teks

Secara praktis desain grafis adalah bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan.

Desain grafis juga merupakan proses komunikasi visual melalui penggunaan tipografi, fotografi dan ilustrasi.

Desain grafis juga dapat diartikan sebagai proses pemikiran yang diwujudkan dalam gambar.

Per definisi, desain grafis adalah sebuah proses kreatif yang mengkombinasikan antara seni dengan teknologi untuk mengkomunikasikan sebuah ide atau gagasan.

Pengertian Desain Grafis Menurut Ahli

Desain grafis adalah aplikasi dari keterampilan seni dan komunikasi untuk kebutuhan bisnis dan industri. Aplikasi-aplikasi ini dapat meliputi periklanan dan penjualan produk, menciptakan identitas visual untuk institusi, produk dan perusahaan, dan lingkungan grafis, desain informasi, dan secara visual menyempurnakan pesan dalam publikasi (Suyanto).

Desain grafis adalah kombinasi kompleks kata-kata dan gambar, angka-angka dan grafik, foto-foto dan ilustrasi yang membutuhkan pemikiran khusus dari seorang individu yang bisa menggabungkan elemen-eleman ini, sehingga mereka dapat menghasilkan sesuatu yang khusus, sangat berguna, mengejutkan atau subversif atau sesuatu yang mudah diingat (Jessica Helfand).

Desain grafis adalah seni komunikatif yang berhubungan dengan industri, seni, dan proses dalam menghasilkan gambaran visual pada segala permukaan (Blanchard).

Jenis-Jenis Desain Grafis

1. Desain grafis identitas visual (merek/brand)

Merek (brand) adalah hubungan antara bisnis atau organisasi dan audiensnya. Identitas merek adalah bagaimana organisasi mengomunikasikan kepribadian, nada, dan esensi, serta ingatan, emosi, dan pengalamannya.

Desain grafis identitas visual persis seperti itu: elemen visual dari identitas merek yang bertindak sebagai wajah merek untuk mengkomunikasikan kualitas-kualitas tak berwujud melalui gambar, bentuk, dan warna.

Desainer yang berspesialisasi dalam desain grafis identitas visual berkolaborasi dengan pemangku kepentingan merek untuk membuat aset seperti logo, tipografi, palet warna, dan perpustakaan gambar yang mewakili kepribadian merek.

Selain kartu nama standar dan alat tulis perusahaan, desainer sering mengembangkan seperangkat pedoman merek visual (panduan gaya) yang menggambarkan praktik terbaik dan memberikan contoh branding visual yang diterapkan di berbagai media. Panduan ini membantu memastikan konsistensi merek di seluruh aplikasi masa depan.

Desainer grafis identitas visual harus memiliki pengetahuan umum tentang semua jenis desain grafis untuk membuat elemen desain yang cocok di semua media visual. Mereka juga membutuhkan komunikasi yang sangat baik, keterampilan konseptual dan kreatif, dan semangat untuk meneliti industri, organisasi, tren dan pesaing.

2. Desain grafis pemasaran & periklanan

Ketika kebanyakan orang berpikir tentang desain grafis, mereka memikirkan desain yang dibuat untuk pemasaran dan periklanan.

Perusahaan bergantung pada upaya pemasaran yang berhasil untuk memanfaatkan proses pengambilan keputusan audiens target mereka.

Pemasaran yang hebat melibatkan orang berdasarkan keinginan, kebutuhan, kesadaran dan kepuasan yang mereka miliki tentang suatu produk, layanan, atau merek. Karena orang akan selalu menemukan konten visual yang lebih menarik, desain grafis membantu organisasi mempromosikan dan berkomunikasi lebih efektif.

Desainer pemasaran bekerja dengan pemilik perusahaan, direktur, manajer atau profesional pemasaran untuk menciptakan aset untuk strategi pemasaran. Mereka mungkin bekerja sendiri atau sebagai bagian dari tim in-house atau kreatif.

Desainer dapat mengkhususkan diri dalam jenis media tertentu (bungkus kendaraan atau iklan majalah, misalnya) atau membuat berbagai macam jaminan untuk cetak, digital, dan seterusnya.

Meskipun berpusat pada cetak tradisional, peran ini telah berkembang untuk memasukkan lebih banyak aset digital, terutama untuk digunakan dalam pemasaran konten.

Contoh desain grafis pemasaran

  • Kartu pos dan selebaran
  • Iklan majalah dan surat kabar
  • Poster, spanduk dan baliho
  • Infografis
  • Brosur (cetak dan digital)
  • Template pemasaran email
  • Presentasi PowerPoint
  • Iklan media sosial, spanduk dan gambar
  • Gambar untuk situs web dan blog

Desainer pemasaran membutuhkan keterampilan komunikasi, pemecahan masalah, dan manajemen waktu yang sangat baik. Selain mahir dalam beberapa desain grafis, tata letak dan aplikasi presentasi, mereka juga harus terbiasa dengan produksi untuk lingkungan cetak dan online.

Posisi pemula di bidang ini adalah cara yang bagus bagi desainer baru untuk mempelajari proses dan memperoleh keterampilan dan pengalaman yang berharga.

3. Desain grafis antarmuka pengguna

Antarmuka pengguna (User Interface) adalah cara pengguna berinteraksi dengan perangkat atau aplikasi.

Desain UI adalah proses mendesain antarmuka untuk membuatnya mudah digunakan dan memberikan pengalaman yang ramah pengguna.

UI mencakup semua hal yang berinteraksi dengan pengguna — layar, keyboard, dan mouse — tetapi dalam konteks desain grafis, desain UI berfokus pada pengalaman visual pengguna dan desain elemen grafis di layar seperti tombol, menu, mikro -Interaksi, dan banyak lagi. Merupakan tugas perancang UI untuk menyeimbangkan daya tarik estetika dengan fungsi teknis.

Desainer UI berspesialisasi dalam aplikasi desktop, aplikasi seluler, aplikasi web, dan game. Mereka bekerja sama dengan desainer UX (pengalaman pengguna) (yang menentukan cara kerja aplikasi) dan pengembang UI (yang menulis kode untuk membuatnya berfungsi).

Contoh desain grafis antarmuka pengguna

  • Desain halaman web
  • Desain tema (WordPress, Shopify, dll.)
  • Antarmuka game
  • Desain aplikasi


Desainer UI harus menjadi pemain tim yang didukung oleh keterampilan desain grafis yang serius dan pemahaman yang sangat baik tentang prinsip UI / UX, desain responsif, dan pengembangan web. Selain aplikasi grafis, mereka membutuhkan pengetahuan tentang bahasa pemrograman seperti HTML, CSS dan JavaScript.

4. Desain grafis publikasi

Publikasi adalah karya bentuk panjang yang berkomunikasi dengan audiens melalui distribusi publik. Mereka secara tradisional menjadi media cetak. Pikirkan buku, koran, majalah, dan katalog. Namun, baru-baru ini ada peningkatan yang signifikan dalam penerbitan digital.

Desainer grafis yang berspesialisasi dalam publikasi bekerja dengan editor dan penerbit untuk membuat tata letak dengan tipografi yang dipilih dengan cermat dan karya seni yang menyertainya, yang meliputi fotografi, grafik, dan ilustrasi.

Desainer publikasi dapat bekerja sebagai freelancer, sebagai anggota agensi kreatif atau in-house sebagai bagian dari perusahaan penerbitan.

Contoh desain grafis publikasi

  • Buku
  • Koran
  • Nawala/Newsletter/Buletin
  • Laporan Tahunan
  • Majalah
  • Katalog

Desainer publikasi harus memiliki keterampilan komunikasi, tata letak, dan organisasi yang sangat baik. Selain keahlian desain grafis, mereka perlu memahami manajemen warna, pencetakan, dan penerbitan digital.

5. Desain kemasan grafis (packaging graphic design)

Sebagian besar produk memerlukan beberapa bentuk kemasan untuk melindungi dan menyiapkannya untuk disimpan, didistribusikan, dan dijual.

Namun desain pengemasan juga dapat berkomunikasi langsung dengan konsumen, yang menjadikannya alat pemasaran yang sangat berharga. Setiap kotak, botol dan tas, setiap kaleng, wadah, atau tabung adalah kesempatan menceritakan kisah sebuah merek.

Desainer pengemasan membuat konsep, mengembangkan maket dan membuat file siap cetak untuk suatu produk. Ini membutuhkan pengetahuan ahli tentang proses cetak dan pemahaman yang tajam tentang desain dan manufaktur industri.

Karena desain kemasan menyentuh begitu banyak disiplin ilmu, tidak jarang para perancang menemukan diri mereka menciptakan aset lain untuk suatu produk seperti fotografi, ilustrasi, dan identitas visual.

Perancang kemasan mungkin merupakan jack-of-all-trade atau berspesialisasi dalam jenis kemasan tertentu (seperti label atau kaleng minuman) atau industri tertentu (seperti makanan atau mainan anak-anak).

Pekerjaan mereka membutuhkan keterampilan konseptual dan pemecahan masalah terbaik selain pengetahuan kerja yang kuat tentang desain cetak dan industri. Mereka harus fleksibel untuk memenuhi permintaan klien, pemasar, dan produsen dan menyadari tren saat ini.

6. Desain grafis gerak (motion graphic design)

Sederhananya, grafik gerak adalah grafik yang bergerak. Ini dapat mencakup animasi, audio, tipografi, citra, video, dan efek lain yang digunakan dalam media online, televisi, dan film. Popularitas media telah meroket dalam beberapa tahun terakhir karena teknologi meningkat dan konten video menjadi raja.

"Perancang grafis gerak" adalah spesialisasi yang agak baru untuk perancang. Secara formal disediakan untuk TV dan film, kemajuan teknologi telah mengurangi waktu dan biaya produksi, membuat bentuk seni lebih mudah diakses dan terjangkau. Sekarang, grafik gerak dapat ditemukan di semua platform digital, yang telah menciptakan segala macam bidang dan peluang baru.

Contoh desain grafis gerak

  • Urutan judul dan kredit akhir
  • Advertisements
  • Logo animasi
  • Trailer
  • Presentasi
  • Video promosi
  • Video tutorial
  • Situs web
  • Aplikasi
  • Video game
  • Spanduk
  • GIF


Desainer grafis gerak mulai dengan mengembangkan storyboard dan kemudian menghidupkan konsepnya dengan animasi, video, dan seni tradisional. Bergantung pada industri, pengetahuan kerja yang kuat tentang pemasaran, pengkodean, dan pemodelan 3D dapat menjadi aset yang pasti.

7. Desain grafis lingkungan

Desain grafis lingkungan secara visual menghubungkan orang-orang ke tempat-tempat untuk meningkatkan pengalaman mereka secara keseluruhan dengan membuat ruang lebih mudah diingat, menarik, informatif atau lebih mudah dinavigasi.

Contoh desain grafis lingkungan

  • Signage
  • Mural dinding
  • Pameran museum
  • Pencitraan merek kantor
  • Navigasi transportasi umum
  • Interior toko eceran
  • Branding stadion
  • Ruang acara dan konferensi


Wayfinding adalah jenis khusus desain grafis lingkungan yang terdiri dari tanda strategis, landmark dan isyarat visual yang membantu orang mengidentifikasi di mana mereka berada dan ke mana mereka harus pergi sehingga mereka bisa sampai di sana tanpa kebingungan.

Desain grafis lingkungan adalah praktik multidisiplin yang menggabungkan desain grafis, arsitektur, interior, lansekap, dan industri. Desainer bekerja sama dengan orang-orang di sejumlah bidang ini untuk merencanakan dan mengimplementasikan desain mereka.

Karena itu, desainer biasanya memiliki pendidikan dan pengalaman dalam desain grafis dan arsitektur. Mereka harus terbiasa dengan konsep desain industri dan mampu membaca dan membuat sketsa rencana arsitektur.

8. Seni dan ilustrasi untuk desain grafis

Seni grafis dan ilustrasi sering dianggap sama dengan desain grafis, namun mereka masing-masing sangat berbeda.

Desainer membuat komposisi untuk berkomunikasi dan menyelesaikan masalah, seniman grafis dan ilustrator membuat karya seni asli. Seni mereka mengambil sejumlah bentuk, dari seni rupa hingga dekorasi hingga ilustrasi mendongeng.

Meskipun seni grafis dan ilustrasi bukan jenis teknis desain grafis, banyak yang dibuat untuk penggunaan komersial dalam konteks desain grafis sehingga Anda tidak dapat membicarakannya tanpa yang lain.

Contoh seni dan ilustrasi untuk desain grafis

  1. Desain kaos
  2. Pola grafis untuk tekstil
  3. Grafis bergerak
  4. Stok gambar
  5. Novel grafis
  6. Video game
  7. Situs web
  8. Buku komik
  9. Album Seni
  10. Sampul buku
  11. Buku bergambar
  12. Infografis


Seniman grafis menggunakan kombinasi media dan teknik apa pun untuk menciptakan karya mereka saat mereka berkolaborasi dengan penulis, editor, manajer, pemasar, dan direktur seni di semua jenis desain grafis.

Mereka sering memiliki dasar dalam seni rupa, animasi atau arsitektur. Keterampilan dan aplikasi yang tumpang tindih memungkinkan untuk menemukan desainer grafis yang juga bekerja sebagai seniman grafis dan ilustrator (dan sebaliknya).

Elemen Desain Grafis: Tipografi

Salah satu elemen desain grafis adalah huruf atau font.  Font menjadi sangat penting digunakan karena mewakili isi dan maksud yang akan disampaikan oleh pemberi pesan.

Dengan font tersebut desainer dapat menuangkan pesan yang ingin disampaikan. Agar pesan dapat sampai dengan lebih efektif kepada pembaca pesan maka perlu diperhatikan pemilihan jenis font yang tepat dengan isi pesan yang ingin disampaikan.

Hal ini sangat penting karena font atau huruf yang dipilih dapat mewakili atau menggambarkan isi pesan yang disampaikan.

Prinsip & Unsur Desain Grafis

Prinsip Desain Grafis 

1. Keseimbangan (balance).
2. Proporsi (proportion).
3. Irama (rhytm).
4. Kontras (contras).
5. Keserasian (harmony).
6. Kesatuan (unity).

Unsur Desain Grafis 

1. Titik (Point).
2. Garis (line).
4. Warna (Color).
5. Ruang (Space).
6. Tekstur (Textures).
7. Ukuran (Size).

Selengkapnya: Unsur dan Prinsip Desain Grafis

Program Pengolah Grafis 

Berikut sejumlah aplikasi pengolah grafis yang paling banyak dioperasikan.

1. Aplikasi Pengolah Tata Letak (Layout) 

Program ini sering digunakan untuk keperluan pembuatan brosur, pamflet, booklet, poster, dan lain yang sejenis. Program ini mampu mengatur penempatan teks dan gambar yang diambil dari program lain (seperti Adobe Photoshop).

 Adobe FrameMaker
 Adobe In Design
 Adobe PageMaker
 Corel Ventura
 Microsoft Publisher
 Quark Xpress

2. Aplikasi Pengolah Vektor/Garis 

Program yang termasuk dalam kelompok ini dapat digunakan untuk membuat gambar dalam bentuk vektor/garis sehingga sering disebut sebagai Illustrator Program.

Seluruh objek yang dihasilkan berupa kombinasi beberapa garis, baik berupa garis lurus maupun lengkung.

 Adobe Illustrator
 Beneba Canvas
 CorelDraw
 Macromedia Freehand
 Metacreations Expression
 Micrografx Designer

3. Aplikasi Pengolah Pixel/Gambar 

Program yang termasuk dalam kelompok ini dapat dimanfaatkan untuk mengolah gambar/manipulasi foto (photo retouching).

Semu objek yang diolah dalam progam-program tersebut dianggap sebagai kombinasi beberapa titik/pixel yang memiliki kerapatan dan warna tertentu, misalnya, foto. Gambar dalam foto terbentuk dari beberapa kumpulan pixel yang memiliki kerapatan dan warna tertentu.

Meskipun begitu, program yang termasuk dalam kelompok ini dapat juga mengolah teks dan garis, akan tetapi dianggapa sebagai kumpulan pixel.

Objek yang diimpor dari program pengolah vektor/garis, setelah diolah dengan program pengolah pixel/titik secara otomatis akan dikonversikan menjadi bentuk pixel/titik.

 Adobe Photoshop
 Corel Photo Paint
 Macromedia Xres
 Metacreations Painter
 Metacreations Live Picture
 Micrografx Picture Publisher
 Microsoft Photo Editor
 QFX
 Wright Image

4. Aplikasi Pengolah Film/Video 

Program yang termasuk dalam kelompok ini dapat dimanfaatkan untuk mengolah film dalam berbagai macam format. Pemberian judul teks (seperti karaoke, teks terjemahan, dll) juga dapat diolah menggunakan program ini.

Umumnya, pemberian efek khusus (special effect) seperti suara ledakan, desingan peluru, ombak, dan lain-lain juga dapat dibuat menggunakan aplikasi ini.

 Adobe After Effect
 Power Director
 Show Biz DVD
 Ulead Video Studio
 Element Premier
 Easy Media Creator
 Pinnacle Studio Plus
 WinDVD Creater
 Nero Ultra Edition

5. Aplikasi Pengolah Multimedia 

Program yang termasuk dalam kelompok ini biasanya digunakan untuk membuat sebuah karya dalam bentuk Multimedia berisi promosi, profil perusahaan, maupun sejenisnya dan dikemas dalam bentuk CD/DVD. Multimedia tersebut dapat berisi film/movie, animasi, teks, gambar, dan suara yang dirancan sedemikian rupa sehingga pesan yang disampaikan lebih interktif dan menarik.

 Macromedia Authorware
 Macromedia Director
 Macromedia Flash
 Multimedia Builder
 Ezedia
 Hyper Studio
 Ovation Studio Pro

Software Desain Drafis 

Sejumlah software untuk mengerjakan proses desain grafis dapat digunakan dan banyak beredar. Yang paling familiar dan sering digunakan oleh para desainer di antaranya :

 Adobe Photoshop
 Corel Draw
 Adobe Illustrator
 Free Hand

Demikian Pengertian, Jenis-Jenis, dan Ruang Lingkup Desain Grafis. Wasalam. (www.komunikaspraktis.com).*

Sumber: 
- https://99designs.com/blog/tips/types-of-graphic-design/
- https://id.wikipedia.org/wiki/Desain_grafis
- https://baleaksara.files.wordpress.com/2017/01/bab-iv-l-desain-grafis.pdf

Komunikasi Praktis Updated at: Wednesday, April 24, 2019
thumbnail

Pengertian Ice Breaking, Permainan dalam Pelatihan, dan Contohnya

Posting berikut ini berisi ulasan tentang Pengertian Ice Breaking, Ice Breaker, Games atau Permainan, yang biasa dilakukan dalam pelatihan, seminar, workshop, outbond, dan contohnya.

Pengertian Ice Breaking, Permainan dalam Pelatihan, dan Contohnya

Pengertian Ice Breaking

Secara bahasa, ice breaking artinya "memecahkan es". Es identik dengan beku/kebekuan. Jadi, ice breaking artinya memecah kebekuan atau mencairkan suasana, agar lebih riang, gembira, tidak bikin ngantuk atau membosankan.

Ice Breaking adalah sebuah kegiatan berupa permainan, simulasi, untuk memecah kebekuan dan menciptakan suasana riang, gembira, dan meriah dalam sebuah pelatihan, seminar, atau acara sejenis yang melibatkan banyak peserta.

Secara umum, Ice Breaking dalam suatu acara bertujuan agar peserta acara mengenal peserta lain dan merasa nyaman dengan lingkungan barunya. Kegiatan ini biasanya berupa permainan (games) sederhana. Selain pemateri, MC juga bisa memimpin ice breaker.

Kalau dipilih kegiatan yang cocok, ice breaking bisa menjadi momen yang efektif untuk memfasilitasi opening, bahkan kesuksesan sebuah acara secara keseluruhan.

Namun, jika pemateri acara humoris, ice breking tidak begitu diperlukan, karena suasana akan tetap cair dan meriah dengan humor-humor atau candaan segar pemateri.

Fungsi Ice Breaking

Icebreaking dapat memainkan peran penting untuk menciptakan suasana riang dan membuat peserta mengenal dan akrab satu sama lain dalam waktu singkat.

• Membantu kelompok baru untuk saling mengenal.
• Membantu anggota baru untuk berintegrasi ke dalam grup.
• Membantu semua peserta merasa nyaman bersama.
• Mendorong kerja sama.
• Mendorong mendengarkan orang lain.
• Menciptakan suasana yang baik partisipatif.

Jenis-jenis Ice Breaking

Ada banyak macam ice breaking yang dapat digunakan dalam pelatihan, beberapa diantaranya sebagai berikut:

1. Yel-Yel

Yel-yel, walaupun sederhana, tetapi mempunyai tingkat “pemulih” yang paling baik dibanding jenis lain.

Dengan melakukan yel-yel, selain konsentrasi menjadi pulih kembali, juga dapat menumbuhkan semangat yang tinggi dari peserta pelatihan untuk melanjutkan pelatihan.

Selain itu yel-yel juga terbukti efektif untuk menanamkan esprit de corp atau kekompakan tim dalam suatu pelatihan.

Banyak jenis yel yang bisa dilakukan dalam suatu pelatihan, salah satunya model sapa jawab berikut ini:

Fasilitator menyapa
Peserta menjawab

Halo
Hai

Hai
Halo

Apakabar
Luar biasa

Selamat pagi
Siap-siap

Selamat siang
Kerja keras

Selamat sore
Terima gaji

Selamat malam
Enak tenan

Kita kembali ke…
Laptop

Are you ready?
Yes

Yel-yel tersebut dapat diciptakan sendiri, berdasarkan kesepakatan bersama dengan peserta pelatihan. Jika fasilitator memandang peserta gaduh karena berbicara sendiri, maka dapat menggunakan salah satu sapa jawab di atas.

2. Tepuk tangan

Tepuk tangan merupakan ekspresi kegembiraan, apresiasi, penghargaan, salute, simpati, empati, dsb.

Ice breaking jenis tepuk dapat dilakukan oleh siapa saja. Peserta yang kurang suka menyanyi atau  kurang percaya diri biasanya memilih model ini.

Contoh ice breaking tepuk tangan:

TEPUK ANGGOTA BADAN

Jika kita pegang hidung, peserta tepuk 1 x
Jika kita pegang bibir, peserta tepuk 2 x
Jika kita pegang telinga, peserta tepuk 3 x
Jika kita bersedekap, peserta tepuk 4 x

TEPUK DIBALAS TEPUK

Jika kita tepuk 1x, peserta tepuk 4 x
Jika kita tepuk 2x, peserta tepuk 3 x
Jika kita tepuk 3x, peserta tepuk 2 x
Jika kita tepuk 4x, peserta tepuk 1 x

3. Menyanyi

Ice breaking jenis ini adalah yang paling banyak disukai oleh peserta pelatihan, apalagi kalau pesertanya kebanyakan wanita.

Untuk kepentingan ice breaking, lagu yang dinyanyikan tidak harus orisinal ciptaan sendiri, tetapi bisa juga kita hanya menyanyikan lagu-lagu yang sedang trend tetapi dengan lirik yang diganti sesuai dengan tema pelatihan.

Misalnya, kita ajak peserta menyanyikan lagu “Munajat Cinta” pada pelatihan guru dengan lirik sebagai berikut:

Hari ini/ kami di sini
Memperhatikan/ materi penyaji
Seperti hari-hari/ yang sudah-sudah

Semuanya/ kami lakukan
untuk menambah/ keterampilan
seperti orang-orang/ yang profesional

Tuhan jadikanlah aku
Orang yang penuh dedikasi
Ntuk memajukan bangsaku
Indonesia tercinta




4. Jenis gerak anggota badan

Jenis ice breaking gerak anggota badan biasanya digunakan jika peserta sudah kecapaian. Anggota badan digerakkan agar kondisi psikologis kembali fresh.

Jenis ini bisa dilakukan secara individual maupun berpasangan. Salah satu contoh adalah sebagai berikut:

Jika kita katakan mangga, peserta mengangkat kedua tangan sambil berjinjit
Jika kita katakan jeruk, kedua tangan peserta mengacung ke depan.
Jika kita katakan kacang, peserta membungkukkan badan sambil kedua tangan memegang sepatu.

5. Jenis gerak dan lagu

Jenis lagu ini hampir sama dengan jenis gerak anggota badan, justru jenis ini lebih menarik, karena disertai dengan lagu.

Contoh-contoh ice breaking atau ice breaker sangat banyak. Anda bisa cek di link sumber di bawah ini.

Demikian Pengertian Ice Breaking, Permainan dalam Pelatihan, dan Contohnya. Wasalam. (www.komunikasipraktis.com).

Komunikasi Praktis Updated at: Sunday, April 21, 2019

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright © Komunikasi Praktis. All rights reserved. New Johny Wuss Template by Contoh Blog & Maskolis
Web Partners: Romeltea Media - Blog Romeltea - Risalah Islam - Info Bandung. Member of BATIC Media Network