Featured Posts

Pengertian Foto Jurnalistik, Jenis-Jenis, dan Contohnya

Pengertian Foto Jurnalistik, Jenis-Jenis, dan Contohnya

Foto jurnalistik adalah bentuk jurnalisme (mengumpulkan, menyunting, dan memperlihatkan bahan berita untuk publikasi atau penyiaran) yang menggunakan gambar-gambar dalam mengabarkan sebuah peristiwa atau kejadian. Foto Jurnalistik termasuk komunikasi visual.

Pengertian Foto Jurnalistik, Jenis-Jenis, dan Contohnya
Ilustrasi kamera (Foto: Pixabay)

Pengertian Foto Jurnalistik

Foto jurnalistik adalah hasil atau produk jurnalisme foto (photo journalism), yaitu prose peliputan dan pemberitaan dalam bentuk visual gambar dengan menggunakan kamera.

Foto jurnalistik biasa dibagi tiga, yaitu foto berita spot (spot news), foto berita umum (general news) dan foto esai (essay photos). 

Foto spot biasa foto berita yang dibuat tidak terduga seperti kejadian bencana alam, kriminalitas, dan peristiwa lain yang bernilai berita. 

Foto bertia umum merupakan foto berita yang merekam kejadian yang sudah bisa dipresiksi, seperti pelantinkan, seminar, dan peristiwa lain yang terjadwal dan punya nilai berita. 

Foto esei yaitu foto yang dibuat berupa rangkaian kejadian yang menceritakan suatu peristiwa. Disebut "foto cerita" karena berkisah melalui foto.

Foto jurnalistik bisa dikatakan sebagai fakta visual untuk merekam suatu peristiwa. Dengan begitu, foto jurnalistik memegang peranan penting dalam menyampaikan informasi dalam bentuk visual kepada para pembaca. 

Foto jurnalistik diperlukan dalam artikel agar menjadi lebih lengkap. Fungsi penting lainnya adalah sebagai pemberi informasi tambahan. 

Foto jurnalistik bisa dikatakan sebagai fakta visual untuk merekam suatu peristiwa. Dengan begitu, foto jurnalistik memegang peranan penting dalam menyampaikan informasi dalam bentuk visual.

Bukanlah hal yang mudah untuk menghasilkan sebuah foto jurnalistik. Tidak seperti foto-foto lain yang mementingkan aspek estetika, foto jurnalistik sangat mementingkan aspek informasi. 

Foto jurnalistik harus bisa menggiring pembaca melihat ke dalam latar kejadian sehingga mereka merasa sedang menyaksikan kejadian tersebut secara langsung.

Jenis-Jenis Foto Jurnalistik

Dikutip dari buku Jurnalistik Dasar: Resep dari Dapur Tempo, berikut ini jenis-jenis foto jurnalistik.

Foto jurnalistik terdiri dari beragam jenis. Setiap jenisnya membawakan suasana dan tema yang berbeda. 

1. Foto Hard News

Disebut juga berita foto, foto hard news bersifat aktual dan terikat dengan waktu. Jika tidak cepat terbit, foto tersebut bisa basi atau tidak penting lagi. 

Mengapa? Karena, biasanya foto hard news terbit untuk melengkapi dan menjelaskan berita aktual. Jika tidak diterbitkan secara cepat, nilai dari foto tersebut akan berkurang karena kejadian yang ditangkap sudah lewat. 

Contoh foto hard news adalah foto kebakaran, kecelakaan, demonstrasi, dan lain-lain.

2. Foto Feature

Foto feature juga berarti foto soft news. Foto feature adalah kebalikan dari foto hard news, yaitu bisa muncul kapan saja karena tidak terikat oleh waktu. 

Foto feature bersifat faktual sehingga bisa dinikmati kapan pun. Contoh foto feature adalah foto kesenian, upacara adat, dan lain-lain.

4. Foto Potret

Fokus utama foto jurnalistik jenis foto portet adalah manusia. Dengan melihat foto potret, pembaca bisa melihat secara jelas ekspresi dari subjek di foto tersebut. 

Oleh karena itu, foto potret bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Fotografer harus bisa menangkap ekspresi wajah si subjek agar pembaca bisa memaknai ekspresi tersebut.

3. Foto Ilustrasi
Foto ilustrasi adalah foto yang digunakan sebagai pelengkap berita atau disisipkan dalam naskah beriya sebagai pendukung atau penguat fakta. 

Foto ilustrasi digunakan untuk memberikan pembaca gambaran umum tentang isi dari berita tersebut. 

Contohnya adalah berita tentang bisnis restoran dan foto ilustrasi yang bisa digunakan untuk berita tersebut adalah gambar restoran.

4. Foto Esai

Foto esai adalah deretan foto yang menjelaskan suatu peristiwa. Pada umumnya, foto esai didampingi dengan narasi pendek yang menjelaskan suatu peristiwa secara singkat. 

Dengan melihat deretan foto tersebut, pembaca bisa membayangkan peristiwa atau kejadian yang diceritakan. 

Jika salah satu foto dari deretan tersebut dihilangkan, kronologis atau cerita dari peristiwa tersebut bisa berubah atau terasa tidak lengkap. 

Contohnya adalah foto-foto di bawah ini. Kumpulan foto tersebut menunjukkan proses tes fisik calon tentara India. Dapat dilihat bahwa foto-foto tersebut menunjukkan sebuah kejadian. Jika salah satu foto dihilangkan, satu tes fisik berarti hilang dan kurang bisa menunjukkan kejadian aslinya.



5. Foto Seri

Foto seri mirip dengan foto esai, yaitu kumpulan foto yang menjelaskan suatu peristiwa. Bedanya adalah setiap foto berdiri sendiri. 

Jadi, dihilangkannya satu foto tidak akan mengganggu atau mengubah cerita dari sebuah peristiwa. 

Contoh jenis foto seri adalah foto seri yang memiliki tema “Kerja Keras”. Di bawah ini adalah contoh kumpulan foto yang mencitrakan tema tersebut. 

Jika salah satu foto dihilangkan, tema tersebut tidak akan hilang karena setiap foto berdiri sendiri dan tetap bisa terkait dengan tema tersebut.



6. Foto Sekuens

Foto sekuens adalah beberapa foto yang menjelaskan terjadinya suatu peristiwa secara kronologis. Setiap potongan foto menjelaskan kejadian setelah foto sebelumnya. 

Foto sekuens juga bisa dilihat seperti potongan gambar dari video, padahal bukan. Bisa terlihat seperti itu, karena pengambilan gambar dilakukan secara cepat saat peristiwa tersebut terjadi. 

Contoh foto sekuens adalah kumpulan foto di bawah ini. Dapat dilihat foto-foto ini memperlihatkan kronologis jatuhnya perempuan dan polisi.




Demikian Pengertian Foto Jurnalistik, Jenis-Jenis, dan Contohnya. (Sumber: Tempo).*



Pengertian dan Perbedaan Etika dan Estetika

Pengertian dan Perbedaan Etika dan Estetika

Pengertian dan Perbedaan Etika dan Estetika

Etika dan estetika merupakan istilah yang mirip. Sama-sama mengandung kata "etika". Bahkan, “Ethics and aesthetics are one” kata Ludwig Wittgenstein, Tractatus Logico-Philosophicus.

Berikut ini Pengertian dan Perbedaan Etika dan Estetika.

Pengertian Etika

Etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak) (KBBI).

Selain etika, ada juga kata etik yang artinya kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak; nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. (KBBI).

Kata etika (ethics) berasal dari bahasa Yunani yaitu ethos yang berarti karakter, watak kesusilaan, atau adat kebiasaan.

Etika berhubungan erat dengan konsep individu atau kelompok sebagai alat penilai kebenaran atau evaluasi terhadap sesuatu yang telah dilakukan.

Etika merupakan pedoman perilaku tentang apa yang seharusnya dilakukan.

Secara metodologis, tidak setiap hal menilai perbuatan dapat dikatakan sebagai etika. Etika memerlukan sikap kritis, metodis, dan sistematis dalam melakukan refleksi.

Karena itulah etika merupakan suatu ilmu. Sebagai suatu ilmu, objek dari etika adalah tingkah laku manusia.

Akan tetapi berbeda dengan ilmu-ilmu lain yang meneliti juga tingkah laku manusia, etika memiliki sudut pandang normatif. Etika melihat dari sudut baik dan buruk terhadap perbuatan manusia.

Dengan demikian, kata “etika” mempunyai dua arti. 

  1. Sebagai suatu cabang filosofi
  2. Sebagai objek atau materi dalam kajian filosofi tersebut. 
Menurut Bambang Sulistyo dalam Teknik dan Etika Diskusi Ilmiah (2001), filosofi moral meliputi dua masalah utama: 


  1. Meta–etika yang menganalisis arti dan sifat elemen moral  normatif dalam tindakan, pikiran, serta bahasa manusia.
  2. Etika normatif yang menyangkut penilaian elemen tersebut dengan memberikan dan menilai kriteria   untuk membenarkan peraturan dan penilaian (judgment) tentang hal moral disebut benar dan salah atau baik dan buruk. 
Etika  normatif  mempunyai implikasi langsung dengan  tindakan, sifat, institusi, dan  cara  hidup manusia yang seharusnya.

Pengertian Estetika

Estetika adalah cabang filsafat yang menelaah dan membahas tentang seni dan keindahan serta tanggapan manusia terhadapnya. Estetika juga berarti kepekaan terhadap seni dan keindahan. (KBBI)

Kata estetika (aesthethics) berasal dari kata aesthesis yang artinya perasaan atau sensitifitas karena memang pada awalnya pengertian itu berhubungan dengan lidah dan perasaan.

Dalam pengertian teknis, estetika adalah ilmu keindahan atau ilmu yang mempelajari keindahan, kecantikan secara umum. Pengertian ini berdasarkan kepada, bila kita memandang sesuatu secara umum, maka objek itu dapat memberikan rasa senang, puas, dan sebagainya yang sejalur dengan kata tersebut, maka dapat dikatakan objek yang dipandang itu mengandung keindahan.

Estetika secara sederhana adalah ilmu yang membahas keindahan bagaimana ia bisa terbentuk, dan bagaimana seseorang bisa merasakannya.

Pembahasan lebih lanjut mengenai estetika adalah sebuah filosofi yang mempelajari nilai-nilai sensoris, yang kadang dianggap sebagai penilaian terhadap sentimen dan rasa. Estetika merupakan cabang yang sangat dekat dengan filosofi seni.

Perbedaan Etika dan Estetika

Dari uraian di atas, maka Perbedaan Etika dan Estetika adalah sebagai berikut:

  1. Etika - terkait nilai baik dan buruk dalam perilaku.
  2. Estetika - terkait keindahan; indah atau jelek.
Dengan demikian, etika membahas masalah tingkah laku perbuatan manusia (baik dan buruk). Estetika membahas tentang indah atau tidaknya sesuatu. Estetika berkaitan dengan nilai indah-jelek (tidak indah). Nilai estetika berarti nilai tentang keindahan.*


Pengertian Forum Ilmiah dan Jenis-Jenisnya

Pengertian Forum Ilmiah dan Jenis-Jenisnya

DI postingan sebelumnya sudah dibahas Jenis-Jenis Forum Ilmiah seperti seminar dan lokakarya. Kita juga sudah bahas Pengertian Artikel Jurnal dan Pengertian Karya Tulis Ilmiah. Kali ini kita bahas Pengertian Forum Ilmiah.

Pengertian Forum Ilmiah

Forum ilmiah merupakan suatu kegiatan yang banyak dilakukan dalam bidang akademik. Biasanya dilakukan di kampus.

Kegiatan ini dilakukan untuk membicarakan mengenai informasi ilmiah. Biasanya dilakukan dengan presentasi dan diskusi ilmiah.

Presentasi berfungsi untuk menyebarkan informasi ilmiah. Diskusi sebagai salah satu cara mencari solusi dan pengembangan materi ilmiah yang dikaji.

Pengertian Forum Ilmiah

Forum artinya tempat pertemuan untuk bertukar pikiran secara bebas. Ilmiah artinya bersifat ilmu, secara ilmu pengetahuan, atau memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan. (KBBI)

Forum ilmiah merupakan suatu pertemuan yang berfungsi sebagai sarana penyebaran informasi ilmiah. Dalam forum ilmiah biasanya dilakukan presentasi dan diskusi.

Diskusi berarti perundingan atau bertukar pikiran tentang suatu masalah untuk memahami, menemukan sebab terjadinya masalah, dan mencari jalan keluarnya. Diskusi merupakan suatu cara untuk mengatasi masalah dengan proses berpikir kelompok.

Presentasi dalam forum ilmiah adalah penyajian gagasan atau informasi untuk memberikan pemahaman ataupun bahan diskusi.

Jenis-Jenis Forum Ilmiah

Forum ilmiah terbagi menjadi beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan tujuan forum, jumlah penyaji meupun pendengar dan proses penyajian forum tersebut.

Berikut ini adalah beberapa jenis forum ilmiah.

1. Diskusi Panel

Diskusi panel adalah suatu diskusi yang terdiri atas seorang pemimpin, sejumlah peserta, dan beberapa pendengar. Dalam jenis diskusi ini tempat duduk diatur sedemikian rupa sehingga pendengar dapat mengikuti jalannya diskusi dengan seksama.

Setelah berlangsung tanya jawab antara pemimpin dan peserta, peserta dan pendengar, pemimpin merangkum hasil tanya-jawab atau pembicaraan, kemudian mengajak pendengar ikut mendiskusikan masalah tersebut sekitar separuh dari waktu yang tersedia.

2. Seminar

Seminar adalah pertemuan berkala yang biasanya diselenggarakan oleh sekelompok mahasiswa dalam rangka melaporkan hasil penelitiannya, dan umumnya di bawah bimbingan seorang dosen atau ahli.

Tujuan diskusi jenis ini tidak untuk memutuskan sesuatu. Seminar dapat bersifat tertutup atau terbuka. Yang terakhir dapat dihadiri oleh umum, tetapi mereka tidak ikut berdiskusi, melainkan hanya bertindak sebagai peninjau.

Untuk menyelenggarakan seminar harus dibentuk sebuah panitia. Pembicara yang ditentukan sebelumnya, umumnya menguraikan gagasan atau topiknya dalam bentuk kertas kerja.

3. Simposium

Simposium adalah pertemuan ilmiah untuk mengetengahkan atau membandingkan berbagai pendapatatau sikap mengenai suatu masalah yang diajukan oleh sebuah panitia.

Uraian pendapat dalam simposium ini diajukan lewat kertas kerja yang dinamakan prasaran. Beberapa prasaran yang disampaikan dalam simposioum harus berhubungan.

4. Konferensi

Konferensi adalah pertemuan yang diselenggarakan oleh suatu organisasi atau badan resmi sehubungan dengan masalah tertentu.

Konferensi biasanya dilakukan untuk mengambil keputusan dan akan dilakukan tindakkan dari pengambilan keputusan tersebut.

Jika konferensi hanya bertujuan menyampaikan hasil keputusan suatu organisasi atau badan pemerintah mengenai suatu masalah maka hal tersebut dinamakan dengar pendapat atau jumpa pers.

5 . Lokakarya (Academic Workshop)

Lokakarya adalah suatu acara tempat beberapa orang berkumpul untuk memecahkan masalah tertentu dan mencari solusinya.

Sebuah lokakarya adalah pertemuan ilmiah yang kecil. Lokakarya dimulai dengan pandangan umum tentang masalah yang akan dipecahkan. Sesudah itu, peserta dibagi dalam kelompok-kelompok.

Setiap kelompok didampingi oleh penasihat ahli. Dalam lokakarya, masalah yang dibahas spesifik, diskusi dan pengkajian sangat terarah dan mendalam secara teknis, dan kesimpulan/keputusan diambil sebagai hasil lokakarya.

6. Whole Group

Whole Group adalah bentuk diskusi kelompok besar (pleno, klasikal, paripurna, dan sebagainya).

7. Buzz Group

Buzz Group adalah diskusi kelompok kecil yang terdiri dari (4-5) orang. Diskusi ini biasanya dilakukan jika peserta berjumlah banyak dan materi yang didiskusikan bermacam-macam.

8. Syndicate Group

Syndicate Group adalah bentuk diskusi dengan cara membagi kelas menjadi beberapa kelompok kecil yangterdiri dari (3-6) orang yang masing-masing melakukan tugas-tugas yang berbeda.

9. Brain Storming

Brain Storming adalah diskusi uraian pendapat, yakni kelompok menyumbangkan ide baru tanpa dinilai, dikritik, dianalisis yang dilaksanakan dengan cepat (waktu pendek).

10. Informal Debate

Informal Debate adalah diskusi dengan cara membagi kelas menjadi dua kelompok yang pro dan kontra. Diskusi ini diikuti dengan tangkisan dengan tata tertib yang longgar agar diperoleh kajian yang dimensi dan kedalamannya tinggi.

Bila penyelesaian masalah tersebut dilakukan secara sistematis disebut diskusi informal. Langkah dalam diskusi informal adalah:
  1. Menyampaikan masalah
  2. Pengumpulan data
  3. Alternatif penyelesaian
  4. Memlilih cara penyelesaian yang terbaik.

11. Fish Bowl

Fish Bowl adalah diskuasi dengan beberapa orang peserta dipimpin oleh seorang ketua mengadakan diskusi untuk mengambil keputusan.

Diskusi model ini biasanya diatur dengan tempat duduk melingkar dengan 2 atau 3 kursi kosong menghadap peserta diskusi. Kelompok pendengar duduk mengelilingi kelompok diskusi sehingga seolah-olah peserta melihat ikan dalam mangkok.

12. Santiaji

Santiaji adalah pertemuan yang diselenggarakan untuk memberikan pengarahan singkat menjelang pelaksanaan suatu kegiatan.

13. Muktamar

Muktamar adalah pertemuan para wakil organisasi mengambil keputusan mengenai suatu masalah yang dihadapi bersama.

14. Diskusi Kelompok

Diskusi Kelompok adalah diskusi dengan anggota kelompok dalam suatu organisasi.

15. Bedah Buku

Bedah buku adalah kumpulan pakar ilmuwan untuk membicarakan hal-hal yang menyangkut ilmu pengetahuan tertentu yang ada pada sebuah buku yang dianggap sumber.*

Pengertian Artikel Jurnal Ilmiah Pengganti Skripsi dan Cara Membuatnya

Pengertian Artikel Jurnal Ilmiah Pengganti Skripsi dan Cara Membuatnya

Pengertian Artikel Jurnal Ilmiah Pengganti Skripsi dan Cara Membuatnya
Menteri Agama Fachrul Razi memperbolehkan para mahasiswa di seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) mengganti tugas akhir berupa penyusunan skripsi dengan membuat artikel yang dipublikasikan dalam jurnal milik Kemenag.

Dilansir CNN Indonesia, keputusan itu ia keluarkan sebagai kebijakan khusus penyelenggaraan perkuliahan bagi mahasiswa PTKIN saat masa pandemi virus corona (Covid-19).

Yang dimaksud artikel di sini adalah karya tulis ilmiah. Berikut ini Pengertian Artikel Jurnal Ilmiah Cara Membuatnya.

Pengertian Artikel Ilmiah

Artikel ilmiah dalam bahasa Inggris disebut artikel riset (research articles). Artikel ilmiah adalah tulisan yang berisi laporan sistematis mengenai hasil kajian atau hasil penelitian yang disajikan bagi masyarakat ilmiah tertentu, yang merupakan audiens khusus dengan tujuan menyampaikan hasil kajian dan kontribusi penulis artikel kepada mereka untuk dipikirkan, dikaji kembali, dan didiskusikan, baik secara lisan maupun tertulis.

Yang dimaksud dengan audien khusus antara lain mahasiswa, dosen, peneliti, dan ilmuwan.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa artikel ilmiah merupakan sebuah media komunikasi yang digunakan oleh dosen, mahasiswa, peneliti, dan ilmuwan untuk menyampaikan hasil kajian ilmu atau penelitian

Artikel dalam konteks ini memiliki pengertian sebagai karya tulis yang dirancang untuk dimuat dalam suatu jurnal atau pun buku kumpulan artikel yang ditulis dengan pedoman tata cara ilmiah yang telah disepakati.

Umumnya, artikel dibuat dari hasil penelitian lapangan, kajian pustaka, hasil pemikiran, atau hasil dari pengembangan proyek.

Karya tulis ilmiah yang dihasilkan dalam bentuk artikel harus ditulis secara sistematis mulai dari nama penulis, abstrak, pendahuluan, metode, hasil, pembahasan, simpulan dan saran, sampai daftar pustaka.

Semua bagian tersebut perlu ditulis secara sederhana, namun tidak mengurangi esensi karya tulis ilmiah itu sendiri.

Dengan kata lain, apa yang dituliskan dalam artikel hanya berisi hal-hal penting saja, yang dapat menginformasikan secara keseluruhan isi artikel tersebut. Dari sistematika penulisan yang sederhana, artikel umumnya hanya memiliki tebal sekitar 10-20 halaman.

Pengertian Jurnal Ilmiah

Jurnal ilmiah adalah sebuah publikasi yang diterbitkan secara berkala oleh suatu organisasi profesi atau institusi akademik yang memuat artikel-artikel yang merupakan produk pemikiran ilmiah secara empiris (artikel hasil penelitian) maupun secara logis (artikel hasil pemikiran) dalam bidang ilmu tertentu.

Jurnal ilmiah merupakan forum komunikasi bagi anggota masyarakat ilmiah disiplin ilmu tertentu. Karena dibaca oleh anggota masyarakat tertentu, maka jurnal ilmiah harus menyajikan artikel-artikel yang sesuai dengan minat dan kepentingan tersebut.

Isi jurnal ilmiah adalah artikel ilmiah (research article) yakni tulisan yang berisi laporan sistematis mengenai hasil kajian atau hasil penelitian yang disajikan bagi masyarakat ilmiah tertentu, yang merupakan audiens khusus dengan tujuan menyampaikan hasil kajian dan kontribusi penulis artikel kepada mereka untuk dipikirkan, dikaji kembali, dan diperdebatkan, baik secara lisan maupun secara tertulis.

Yang dimaksud dengan laporan yang sistematis adalah laporan yang disusun dengan mengikuti struktur dan format yang berlaku dalam suatu jurnal ilmiah.

Yang dimaksud dengan hasil kajian adalah hasil pemikiran intensif tentang suatu topik, sedangkan hasil penelitian umumnya lebih spesifik, karena harus melibatkan data, yang dipublikasikan di jurnal ilmiah, laporan dari surat kabar atau majalah, wawancara, laporan saksi mata, dokumen dan sebagainya.

Jurnal dikenal sebagai publikasi periodik yang berisikan sejumlah artikel yang diterbitkan secara berkala pada interval tertentu. Jurnal biasanya diterbitkan sebulan sekali, empat bulan sekali, enam bulan sekali atau satu tahun sekali.

Kaitannya dengan karya tulis ilmiah, jurnal juga dikatakan sebagai media tempat mempublikasikan karya ilmiah yang telah dibuat. Tujuan utama dari jurnal adalah untuk menyebarluaskan suatu pengetahuan dan temuan baru dari penelitian.

Cara Membuat Artikel Ilmiah

Cara membuat artikel ilmiah adalah dengan mengikuti sistematika penulisan sebagai berikut:
  1. Judul
  2. Nama Penulis -- tanpa gelar akademik
  3. Abstrak --ringkasan tulisan, gambaran umum isi artikel.
  4. Kata Kunci --3-5 keywords.
  5. Pendahuluan -- latar belakang masalah dan rumusan singkat (1-2 kalimat) pokok bahasan dan tujuannya.
  6. Kerangka Teori (Kajian Teori) --dasar teori yang menjadi acuan.
  7. Pembahasan --kupasan, analisis, argumentasi, komparasi, keputusan, dan pendirian atau sikap penulis
  8. Penutup -- simpulan dan saran
  9. Daftar Pustaka.
Berikut ini link contoh template artikel untuk jurnal

Demikian Pengertian Artikel Jurnal Ilmiah Pengganti Skripsi dan Cara Membuatnya. (Sumber)


Perbedaan Media Sosial dan Media Massa

Perbedaan Media Sosial dan Media Massa

Ringkasan: Perbedaan media sosial dan media massa dapat dilihat dari arti dan karakteristik keduanya. Salah satu perbedaan penting media sosial dan media massa adalah yang satu media sharing dan satunya media reporting.

Perbedaan Media Sosial dan Media Massa

MEDIA sosial (social media) merupakan salah satu jenis media baru yang lahir dan berkembang di era internet. Kehadirannya bahkan "mengalahkan" kekuatan media massa dari sisi kecepatan dan keaktualan informasi.

Seorang akademisi bahkan menilai Media Massa Kini Kalah dari Media Sosial. saat ini posisi dan peran media massa sudah kalah oleh media sosial dalam penyampaian informasi. Sebab, menurut Abdullah, perkembangan teknologi dan tingginya minat masyarakat menggunakan media sosial membuat peran media massa tak lagi sekuat dahulu.

Hari ini media massa dinilai berada di belakang media sosial, ketika media sosial sudah mengambil seluruh fungsi media massa. Untuk mengetahui sebuah peristiwa, publik kini lebih cenderung mengakses informasi dari media sosial. Di media sosial, informasi yang disampaikan hampir memenuhi seluruh unsur 5W+1H yang biasa ada dalam sebuah berita.
  Media sosial membuat semua orang kini bisa memainkan peran jurnalis (wartawan). Pengguna medsos dengan kecanggihan telepon pintar (smartphone) yang dimilikinya bisa memproduksi dan publikasi peristiwa tebaru, layaknya wartawan.

Lalu apa perbedaan media sosial dan media massa? Berikut ini ulasannya.

Perbedaan Media Sosial dan Media Massa

Keduanya sama-sama media, yaitu saluran atau channel penyebaran informasi. Yang menjadi pembeda utama adalah kualitas informasinya.

Media sosial merupakan tempat sharing (berbagi) penggunanya, yakni berbagi informasi, pemikiran, dan perasaan. Sedangkan media massa merupakan tempat reporting (pelaporan) wartawan, yakni melaporkan peristiwa berupa berita (news).

Perbedaan kedua media ini dengan baik digambarkan Andrew Chow dalam Mass Media in Social Media Age sebagai berikut:

Perbedaan Media Sosial dan Media Massa

Dari gambar di atas, media sosial dan media massa berbeda dari sisi kekuatan dan pengaruh.

Pengertian Media Sosial dan Media Massa

Dari segi definisi atau pengertian, kedua media ini juga berbeda.
Menurut McGraw Hill Dictionary, media sosial adalah sarana yang digunakan oleh orang-orang untuk berinteraksi satu sama lain dengan cara menciptakan, berbagi, serta bertukar informasi dan gagasan dalam sebuah jaringan dan komunitas virtual.

Contoh media sosial a.l. Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, dan Pinterest.


Media massa yang lebih dulu ada sudah banyak didefinisikan para ahli, sepeti Cangara.

Media massa adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber kepada khalayak dengan menggunakan alat-alat komunikasi seperti surat kabar, film, radio dan televisi (Canggara, 2010). 

Karakteristik media massa menurut Canggara antara lain bersifat melembaga. Artinya, pihak yang mengelola media terdiri dari banyak orang, yakni mulai dari pengumpulan,pengelolaan sampai pada penyajian informasi.


Contoh media massa: surat kabar, tabloid, majalah, radio, televisi, media siber (situs berita/media online). Di Indonesia, sebuah media massa disebut media resmi jika sudah terverifiksi Dewan Pers.

Konten dan Penanggung Jawab

Dari sisi konten atau isi, media massa diisi oleh wartawan. Media sosial diisi oleh pengguna dan siapa saja --perorangan ataupun lembaga-- bisa membuat akun medsos dan mengisinya dengan bebas.
Perbedaan penting lainnya antara media massa dan media sosial adalah media massa berbadan hukum yang dikelola oleh sebuah lembaga pers. Sedangkan media sosial hanyalah media kolaboratif yang didirikan sebuah perusahaan dengan konten dibuat oleh pengguna (user generated content).

Penanggung jawab media massa adalah lembaga. Secara per orangan, penanggung jawab isi media massa adalah pemimpin redaksi (chief editor). Tuntutan kesalahan pemberitaan ditujukan kepada lembaga yang diwakili pemred.

Sedangkan media sosial penanggung jawabnya secara konten adalah individu atau lembaga pengguna/pemilik akun. Tuntutan hukum --jika terjadi kasus-- ditujukan kepada pemilik akun, baik perorangan maupun lembaga.

Demikian Perbedaan Media Sosial dan Media Massa.*

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright © Komunikasi Praktis. All rights reserved. New Johny Wuss Template by Contoh Blog & Maskolis
Web Partners: Romeltea Media - Blog Romeltea - Risalah Islam - Info Bandung. Member of BATIC Media Network