Featured Posts

thumbnail

Pengertian Digital Imaging, Mengolah Gambar dari Dokumen Asli

Pengertian Digital Imaging, Mengolah Gambar dari Dokumen Asli

Digital Imaging adalah sebuah proses mengedit atau mengolah gambar dari dokumen asli menjadi file digital dalam bentuk pixel.

File digital ini dapat dibaca dan dimanipulasi oleh perangkat komputer dan software grafis --menggunakan perangkat pengubah citra seperti Adobe Photoshop-- sehingga membuat tampilan gambar menjadi jauh lebih bagus dari foto aslinya.

Digital Imaging

Digital Imaging di Wikipedia diartikan sebagai Pencitraan Digital, yaitu penciptaan gambar digital, biasanya dari adegan fisik.

Istilah ini sering dianggap menyiratkan atau meliputi pengolahan, kompresi, penyimpanan, percetakan, dan menampilkan gambar tersebut. Metode yang paling umum adalah dengan fotografi digital dengan kamera digital, namun metode lain juga digunakan

Fotografi digital, sebagai lawan dari fotografi film, adalah proses fotografi yang menggunakan media perekaman digital. Fotografi digital, berbeda dengan fotografi film yang menggunakan media film sebagai media penerima gambar, menggunakan sensor elektronik untuk merekam gambar, lalu selanjutnya diolah untuk disimpan dalam data biner.

Kamera digital adalah alat untuk membuat gambar dari objek untuk selanjutnya dibiaskan melalui lensa pada sensor CCD dan akhir-akhir ini pada sensor BSI-CMOS (Back Side Illuminated) sensor yang lebih irit daya untuk kamera yang lebih canggih yang hasilnya kemudian direkam dalam format digital ke dalam media simpan digital.

Kemudahan dari kamera digital adalah hasil gambar yang dengan cepat diketahui hasilnya secara instan dan kemudahan memindahkan hasil (transfer).

Berkat Digital Imaging,  banyak orang tidak menyadari bahwa sebuah foto yang mereka lihat sebenarnya bukan foto, melainkan sebuah karya yang disebut dengan digital image atau gambar digital.

Digital imaging berkembang sejak 1960 dan 1970 untuk mengatasi kelemahan dari hasil gambar kamera film. Digital imaging saat ini sangat berkaitan erat dengan munculnya kamera digital.

Dengan digital imaging, kita dapat memperbaiki kekurangan dari gambar dan memperbaiki warna dari gambar sesuai dengan selera.

Selain itu, proses digital imaging sendiri relatif lebih mudah, setiap orang yang menguasai desain grafis, dipastikan mampu melakukan proses ini.

Dalam industri periklanan teknik, Digital Imaging sangat mendukung sebuah karya fotografi. Karya fotografi yang ditampilkan seringkali mengalami pengolahan, perekayasaan, dan manipulatif.

Berkat Digital Imaging, kita bisa melihat foto seseorang sedang berjalan di tengah lautan. Hasil fotonya benar-benar artistik.

Di lain waktu, teman Anda yang baru saja menikah menunjukkan hasil photo pre-weddingnya, teman Anda terlihat sangat mempesona seperti putri salju dan hasil fotonya terlihat sangat halus. Anda bertanya-tanya bagaimana caranya mendapatkan hasil foto seperti itu? Ternyata, Digital imaging solusinya!

Seseorang yang memiliki sebuah smartphone atau komputer yang diperlengkapi dengan perangkat lunak pengolah citra (photo / image editting software) bisa juga menghasilkan gambar atau image. Ia bisa menghasilkan image dengan cara yang berbeda dari kedua golongan terdahulu.

Contoh Digital Image dan Foto

Foto 1 :

Digital Imaging

Foto 2 :

Digital Imaging

Digital Image :

Digital Imaging

Proses Digital Imaging

Berikut ini beberapa Operasi yang terdapat pada Digital Image Processing :

  1. Image-Enchantment: sebuah operasi untuk memperbaiki kualitas image, seperti sharpening(penajaman) dan perbaikan kontras.
  2. Image-Restoration: adalah sebuah operasi yang bertujuan memperbaiki cacat image, seperti menghilangkan noise.
  3. Image-Segmentation: adalah sebuah operasi untuk memecah image menjadi beberapa bagian.
  4. Image-Analysis, adalah sebuah operasi untuk menghitung besaran kuantitatif image, seperti mendeteksi tepi objek dan representasi area.
  5. Image-Reconstruction: adalah sebuah operasi untuk membentuk ulang objek dari hasil projeksi objek, seperti gambar yang dihasilkan dari rontgen.
Proses Digital Imaging juga meliouti:

  1. Editing atau perubahan warna diperkenankan
  2. Sharpening (mempertajam) foto diperkenankan
  3. Melakukan perubahan terhadap kontras dari sebuah foto biasanya tidak dilarang
  4. Saturasi warna juga bukan sesuatu yang diharamkan
  5. Cropping atau pemotongan juga bukan sebuah masalah.
Proses Digital Imaging


CONTOH DIGITAL IMAGING

1. Manipulasi Foto

Manipulasi Foto


2. Penggabungan Foto dan Elemen Vector

Penggabungan Foto dan Elemen Vector


Sumber:
https://www.nawadwipa.co.id/mengenal-digital-imaging/
http://www.fotografi.lovelybogor.com/apa-itu-digital-image-dan-digital-imaging-tidak-semua-image-keluar-dari-kamera/
http://imaging99.blogspot.com/2015/11/digital-imaging-dan-digital-imager-nya.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Digital_imaging

Komunikasi Praktis Updated at: Sunday, November 24, 2019
thumbnail

Daihatsu Indonesia, Merek Spesialis Jualan Mobil Murah

Daihatsu Indonesia, Merek Spesialis Jualan Mobil Murah

PT Astra Daihatsu Motor (ADM), akhirnya resmi berdiri setelah merger tiga perusahaan, yang terdiri dari PT Daihatsu Indonesia, PT. Daihatsu Engine Manufacturing Indonesia, dan PT. National Astra Motor.

Sejak awal di dunia otomotif, Daihatsu dikenal sebagai spesialis untuk mobil kecil dan kendaraan off-road. Sejak 1970-an, Daihatsu telah mengembangkan teknologi hijau dan ramah lingkungan, di mana mereka mulai dengan menciptakan mobil listrik dan hybrid.

Sekarang, Daihatsu Indonesia semakin memantapkan diri untuk mengembangkan teknologi guna mewujudkan komitmen mereka dalam menghadirkan model yang ringkas, ramah lingkungan, dan terjangkau.

Bermain di segmen mobil kompak, Daihatsu menghadapi persaingan sengit dari beberapa kepala sekolah yang keduanya berasal dari Negeri Matahari Terbit. Mereka yang menjadi pesaing termasuk Toyota, Honda dan Suzuki. Sementara itu, pesaing lain juga hadir dari pabrikan Korea Selatan seperti Hyundai dan Kia.

Di Tanah Air, Daihatsu adalah merek otomotif terbesar kedua. Kendati posisinya tengah terancam oleh merek lain. Tapi dengan menyasar segmen low end untuk mobil city car, minivan / SUV kecil, hatchback, dan LCGC, membuat merek Daihatsu masih tetap perkasa.

Daihatsu Indonesia telah aktif di pasar otomotif Indonesia sejak 1970-an, dan terus bermain di segmen kendaraan kecil dan komersial.

Meskipun Daihatsu saat ini berkonsentrasi pada kendaraan penumpang, sasis yang digunakan masih berbasis pada kendaraan komersial. Beberapa kendaraan Daihatsu yang cukup populer di Indonesia termasuk:

Model Mobil Daihatsu terlaris di Indonesia


Daihatsu Indonesia, Merek Spesialis Jualan Mobil Murah

Daihatsu Xenia

Daihatsu Xenia adalah kendaraan jenis MPV yang dapat menampung hingga 7 penumpang. Selain itu, Xenia memiliki model yang sama dengan saudara kembarnya tetapi dari pabrikan yang berbeda, Toyota Avanza.

Untuk Daihatsu Xenia generasi perdana, MPV ini diperkenalkan di Tanah Air dengan tiga variant utama, yakni, Xenia Mi, Li, dan Xi. Pada varian Mi serta Li, pakai mesin 1.0L, sementara Xenia tipe Xi gunakan mesin 1.3L. Produksi MPV ini sudah mulai dari tahun 2003 hingga 2011.

Daihatsu Gran Max

Daihatsu Gran Max diperkenalkan untuk pertama kalinya pada tahun 2007 untuk menggantikan posisi Daihatsu Zebra. Ditawarkan dengan dua opsi mesin, 1.3L dan 1.5L, Gran Max tersedia dalam dua varian bodi, minibus dan blind van.

Daihatsu Luxio

Daihatsu Luxio adalah kendaraan jenis MPV untuk 7 orang dan didasarkan pada Daihatsu Gran Max yang diperkenalkan pada tahun 2009, tetapi memiliki perbedaan dalam tubuh dan interior.

Luxio dipasarkan lebih sebagai kendaraan penumpang, sedangkan Gran Max lebih ditujukan sebagai kendaraan komersial. Ada dua varian Luxio, yaitu tipe D dan M, yang mengusung mesin berkapasitas 1.5L. Untuk tipe D hanya menyediakan transmisi manual, sedangkan tipe X tersedia dalam transmisi manual dan otomatis.

Daihatsu Ayla

Daihatsu Ayla


Daihatsu Ayla diperkenalkan untuk pertama kalinya kepada publik di negara ini pada tahun 2012, sebagai tanggapan atas tantangan pemerintah yang menginginkan kendaraan murah dan ramah lingkungan (LCGC).

Sebagai city car untuk lima penumpang dengan model hatchback, Ayla juga mengusung sasis yang sama dengan Toyota Agya.

Daihatsu Terios

Daihatsu Terios adalah jenis SUV yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1997 lalu. Kolaborasi yang ada antara Daihatsu dan Toyota, akhirnya membuat Toyota merilis produk yang sama dengan Terios, yang disebut Toyota Rush.

Awalnya diperkenalkan dalam dua varian, TS dan TX, sekarang varian diubah menjadi X dan R. Keduanya membawa mesin 1.5L dan ditawarkan dalam dua jenis transmisi, manual dan otomatis.*

Komunikasi Praktis Updated at: Sunday, November 24, 2019
thumbnail

Daftar Tulisan Arab Salam, Basmalah, Hamdalah, dan Lainnya

Daftar Tulisan Arab Salam, Basmalah, Hamdalah, dan Lainnya

Berikut ini Daftar Tulisan Arab Salam (Assalamu'alaikum, Wa'alaikum Salam), Basmalah (Bismillahir rohmaanir rohim), Hamdalah (Alhamdulillah), Tasbih (Subhanallah), Takbir (Allahu Akbar), dan lainnya.

Tulisan Arab kalimat thayibah ini bisa di-copas ke Facebook, Twitter, atau Blog dan media sosial lainnya untuk komunikasi tulisan, menyapa, mengirim pesan, menjawab salam, menjawab kabar baik alhamdulillah, atau update status.

Kadang kita memerlukan tulisan Arabnya untuk ucapan tertentu, guna menghindari "perdebatan" tentang cara penulisan kata/kalimat bahasa Arab dalam bahasa Indonesia.

Daftar Tulisan Arab Salam, Basmalah, Hamdalah, dan Lainnya

Berikut ini Daftar Tulisan Arab Salam, Basmalah, Hamdalah, dan Lainnya, dimulai dari Allah SWT.

Allah SWT

 اَللّهُ 
(Allah)

Tahlil - Kalimat Tauhid

لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّهُ 
(laa ilaaha illallah)

Basmalah

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ 
(Bismillahirrahmanirrahim)


salam islam assalamu'alaikum


Salam Islam

 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 
(Assalamu 'alaikum Wr. Wb)

 وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 
(Wa 'alaikum salam Wr. Wb )

 وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 
(Wassalamu 'alaikum Wr. Wb)

Ucapan Selamat Datang

اَهْلاًوَسَهْلاً 
(Ahlan wa sahlan)

Takbir

اَللّهُ اَكْبَرُ 
(Allahu Akbar )

Tahmid

اَلْحَمْدُلِلّهِ 
(Alhamdulillah)

Amin

آمِّينَ 
(amin)

Istigfar

اَسْتَغْفِرُ اَللّهَ 
(Astaghfirullah)

Doa bagi Pengantin

بَارَكَ اللّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرِ 
(Do'a untuk Pengantin )

Halal-Haram

حَلاَلً 
(halal)

حَرَمً 
(haram)

Istirja' (Doa Musibah/Meninggal)

اِنّا لِلّهِ وَاِنّا اِلَيْهِ رَجِعُوْنَ 
(innalillahi wa inna ilaihi raaji'uun)

اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ 
(insya Allah)

Ucapan Terima Kasih Islam

جَزَاكَ اللّهُ 
(jazakallah - untuk pria)

جَزَاكِ اللّهُ 
(jazakillah - untuk perempuan)

جَزَاكُمُ اللّهُ 
(jazakumullah - untuk banyakan)

Kalimat Hauqalah

لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ
(laa haula wa laa quwwata illa billah)
Masya Allah

مَاشَآءَاللّهُ 
(masya Allah)

Tasbih

سُبْحَانَ اللّهُ 
(subhanallah)

Takbir

اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّهُ اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، وَلِلّهِ الْحَمْدِ 
(lafadz takbiran)

Ucapan Idul Fitri

تقبل الله منا ومنكم 
(taqabalallahu minna wa minkum)

تَقَبَّلْ يَا كَرِيْمُ 
(taqabal ya kariim)

وَ اِيَّكُمْ 
(wa iyyakum)

Demikian Daftar Tulisan Arab Salam, Basmalah, Hamdalah, dan Lainnya. (www.komunikasipraktis.com).*

Komunikasi Praktis Updated at: Saturday, November 23, 2019
thumbnail

5 Kesalahan MC dalam Memandu Acara

5 Kesalahan MC dalam Memandu Acara

SEORANG Pembawa Acara atau Master of Ceremony (MC) "pemula" (newbie emcee) sering melakukan kesalahan dalam penggunaan kata-kata atau kalimat.

Sang MC umumnya meniru MC senior, padahal yang dikatakan senior itu keliru secara bahasa karena menggunakan kalimat tidak logis.

5 Kesalahan MC dalam Memandu Acara

Berikut ini lima kesalahan MC dalam menggunakan kata, frasa, atau kalimat. Salah karena menggunakan kalimat tidak logis. Jadi, ini kesalahan dari sudut bahasa yang baik dan benar (baku) menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

1. Mempersingkat Waktu

Jangan gunakan frasa "untuk mempersingkat waktu" karena waktu tidak bisa disingkat. Waktu hanya bisa dihemat atau diefisienkan.

Karenanya, gunakan frasa "Untuk efisiensi waktu, acara selanjutnya..." atau langsung saja gunakan frasa "acara selanjutnya".

Misalnya: Hadirin, mari kita buka acara ini dengan mengucapkan basmalah... bismillahirrohmanirrohim...// Acara selanjutnya sambuta-sambutan// Sambutan pertama/ dari ketua panitia// Kepada Ketua Panitia, Bapak Ahmad Fulan, kami persilakan (atau "kami silakan").

2. Menginjak Acara

Selain frasa "untuk mempersingkat waktu", frasa keliru MC lainnya yaitu "menginjak acara". Menurut KBBI, "injak" artinya "letakkan kaki (ke tanah, permukaan, dan sebagainya)". Menginjak = meletakkan kaki ke tanah, permukaan, dsb.

Acara diinjak? O, tentu tidak bisa! Itu namanya "kekerasan dalam acara" (KDA). Jadi, ngomong apa dong? Ucapkan saja: "Acara selanjutnya". Simple 'kan?

3. Waktu dan Tempat 

"Waktu dan tempat kami persilakan" sangat sering digunakan oleh pemandu acara yang belum paham atau belum pernah ikut Pelatihan MC.

Mempersilakan waktu dan tempat tampil adalah hal tidak logis. Waktu dan tempat bukan orang, bukan pengisi acara, bukan pemateri. Karenanya, jangan gunakan frasa "waktu dan tempat", tapi gunakan nama orang yang kita silakan tampil.

Contoh:
- Kepada Bapak Lurah, kami persilakan...
- Kepada Bapak Ketua Panitia, kami silakan....

Persilakan? Iya, persilakan, kenapa emang? Oh... awalan "per" ya? Baiklah. Menurut KBBI, salah satu arti "per" adalah "membuat lebih", seperti "perluas" (sudah luas, ditambah luas).

Maka, kata "persilakan" bermakna lebih disilakan karena biasanya pengisi acara menang sudah lebih dulu disilakan ketika namanya dicantumkan dalam susunan acara.

Bagaimana dengan kata "disilakan". Konon, itu untuk ungkapan lebih hormat. Tapi, kata "sila" sendiri sudah bermakna "memohon dengan hormat".

Disilakan bermakna "diminta dengan hormat". Nah, siapa yang meminta? Kesimpulan, karena yang komunikasinya antara MC sebagai orang pertama dan pembicara sebagai orang kedua, maka seharusnya gunakan kata "kami persilakan" atau "kami silakan".

4. Hadirin Sekalian/Para Hadirin

Kata “hadirin” merupakan serapan dari bahasa Arab dari akar kata “hadoro” yang artinya menghadiri atau ada di tempat. Dalam bahasa Arab, hadir artinya orang yang hadir, hadironi (dua orang yang hadir), dan hadirun/hadirin (orang-oran yang hadir).

Jadi, "hadirin" sudah bermakna banyak (plural), yakni orang-orang yang hadir, sehingga tak perlu lagi menggunakan kata "sekalian" atau "para" yang juga menunjukkan banyak. Cukup: hadirin!

Frasa "hadirin sekalian" atau "para hadirin" adalah pleonasme, yaitu majas bahasa yang menambahkan informasi pada pernyataan yang sudah jelas atau menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak dibutuhkan, sebaimana "dia turun ke bawah" (turun pasti ke bawah dong!) atau "naik ke atas" (naik sudah pasti ke atas dong!).

5. Yang Terhormat

MC sering menyapa tamu khusus atau pejabat yang hadir dalam sebuah acara dengan ungkapan "yang terhormat". Jika hanya menyebutkan satu nama, maka tidak masalah.

Namun, dalam banyak kasus, MC menyebutkan frasa "yang terhormat" berkali-kali untuk menyebut nama lain. Misalnya:

  • Yang terhormat Bapak Camat
  • Yang terhormat Bapak Kapolsek
  • Yang terhormat Bapak Lurah
Penggunakan frasa "yang terhormat" bagi ketiga pejabat di atas keliru, tidak logis, karena fras "yang terhormat" hanya untuk SATU orang, yaitu orang yang tertinggi jabatannya di antara hadirin/tamu undangan.

Awalan "ter-" pada kata "terhormat" artinya "yang paling" sehingga "terhormat" artinya "paling dihormati". Logikanya, orang yang paling dihormati harus satu orang, sebagaimana siswa terbaik (paling baik), gunung tertinggi (paling tinggi), anak tertua (paling tua), anggota termuda (paling muda), dan sebagainya.

Lalu, bagaimana seharusnya?

Gunakan "yang terhormat" hanya untuk satu nama, yaitu pejabat tertinggi yang hadir di ruangan. Sisanya, gunakan frasa "yang kami hormati".


Contoh:
- Yang terhormat Bapak Camat
- Yang kami hormati Bapak Lurah, Bapak RW, dan Bapak RT.
- Hadirin yang berbahagia.

Namun demikian, tidak keliru juga menggunakan frasa "yang terhormat" berkali-kali untuk beberapa nama, jika yang dimaksud"ter-" dalam kata "terhormat" itu bermakna "dalam keadaan" (terhormat = dalam keadaan dihormati).

Menurut laman Badan Bahasa, arti awalan ter- ada empat:

  1. Paling. Berlaku kalau awalan ter- melekat pada kata sifat, seperti cantik, pandai, dan tinggi. Jadi, kata tercantik, terpandai dan tertinggi berarti ‘paling cantik’, ‘paling pandai’, dan ‘paling tinggi’. 
  2. Tidak sengaja atau tiba-tiba. Contohnya adalah terjatuh, tersenggol, terbangun, dan teringat. Kata-kata itu berarti 'tidak sengaja jatuh', 'tidak sengaja menyenggol', 'tiba-tiba bangun', dan 'tiba-tiba ingat'.
  3. Dapat di. Kata "terkira" dan "terangkat" adaIah contoh kata berawalan ter- yang berarti 'dapat di-'. Jadi, kata terkira dan terangkat itu berarti 'dapat dikira' dan 'dapat diangkat'. 
  4. Telah dilakukan atau dalam keadaan. Contoh awalan ter- yang berarti 'telah dilakukan' atau 'dalam keadaan' terdapat pada kata terbuka dan tergeletak. Terbuka ber­arti 'telah dibuka', 'dalam keadaan dibuka' dan tergeletak berarti 'dalam keadaan menggeletak'.


Kenapa "Kami"?

Contoh-contoh di atas menggunakan kata "kami", bukan "saya" (sebagai emsi). Kenapa?

Menggunakan "kami" karena MC mewakili panitia acara atau tuan rumah. Wasalam. (www.komunikasipraktis.com).*

Komunikasi Praktis Updated at: Saturday, October 05, 2019
thumbnail

Keterampilan Berbicara - Speaking Skills

BERBICARA (speaking) merupakan bagian dari komunikasi, selain mendengarkan (listening) dan menulis (writing).

Keterampilan berbicara (speaking skills) menjadi kunci sukses dalam karier atau pekerjaan dan pergaulan sosial. Keterampilan Berbicara akan memudahkan penyampaian pesan secara lisan atau verbal.

Keterampilan Berbicara - Speaking Skills

Secara umum, keterampilan berbicara meliputi 4 hal berikut ini:
  1. Kefasihan (Fluency) atau Kelancaran.
  2. Kosa Kata (Vocabulary)
  3. Tata Bahasa (Grammar)
  4. Pengucapan (Pronounciation)

Pengertian Berbicara 

Para ahli banyak menggunakan sudut pandang yang berbeda dalam mendefinisikan berbicara.

Suhendar (1992) mengatakan, berbicara adalah proses perubahan wujud pikiran atau perasaan menjadi wujud ujaran berupa bunyi-bunyi bahasa yang bermakna.

Depdikbud (1985) mengartikan berbicara sebagai penyampaian maksud (ide, pikiran, isi hati) seseorang kepada orang lain dengan menggunakan bahasa lisan sehingga maksud tersebut dapat dipahami oleh orang lain.

Tarigan (1983): berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan serta menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan.

Menurut Brown dan Yule (2007), berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi bahasa untuk mengekspresikan atau menyampaikan pikiran, gagsan atau perasaan secara lisan.

Dengan demikian, dapat disimpulkan, pengertian berbicara adalah penyampaian pikiran berupa ide, gagasan, atau isi hati dalam bentuk ujaran atau bahasa lisan.

Fungsi dan Hakikat Berbicara

1. Komunikasi

Menurut Tarigan (1983), tujuan utama berbicara adalah untuk berkomunikasi atau penyampaian pesan (ide, informasi, pemikiran).

2. Ekspresi Diri

Kepribadian seseorang dapat dilihat dari pembicaraannya. Berbicara merupakan ekspresi diri. Dengan berbicara seseorang dapat menyatakan kepribadian dan pikirannya.

3. Mental Motorik

Berbicara melibatkan aspek mental. Bagaimana bunyi bahasa dikaitkan dengan gagasan yang dimaksud pembicara merupakan suatu keterampilan tersendiri.

Kemampuan mengaitkan gagasan dengan bunyi-bunyi bahasa (kata dan kalimat) secara tepat merupakan kemampuan yang mendukung keberhasilan.

Menurut Djago, dkk (1997) tujuan pembicaraan meliputi:
(1) menghibur,
(2) menginformasikan,
(3) menstimulasi,
(4) meyakinkan,
(5) menggerakkan.

Keterampilan Berbicara

Keterampilan berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, mengatakan serta menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan (Tarigan, 1983).

Berbicara adalah keterampilan menyampaikan pesan melalui bahasa lisan. Kaitan antara pesan dan bahasa lisan sebagai media penyampaian sangat berat. Pesan yang diterima oleh pendengar tidaklah dalam wujud asli, tetapi dalam bentuk lain yakni bunyi bahasa. Pendengar kemudian mencoba mengalihkan pesan dalam bentuk bunyi bahasa itu menjadi bentuk semula.

Menurut Arsjad dan Mukti U.S. (1993), kemampuan berbicara adalah kemampuan mengucapkan kalimat-kalimat untuk mengekspresikan, menyatakan, menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan.

Keterampilan berbicara merupakan suatu keterampilan menyampaikan pesan secara lisan kepada orang lain.

Penggunaan bahasa secara lisan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang secara praktis langsung bisa kita simak:

(a) pelafalan;
(b) intonasi;
(c) pilihan kata;
(d) struktur kata dan kalimat;
(e) sistematika pembicaraan;
(f) isi pembicaraan;
(g) cara memulai dan mengakhiri pembicaraan; dan
(h) penampilan.

Menurut Supriyadi (2005), jika seseorang memiliki keterampilan berbicara yang baik, maka dia akan memperoleh keuntungan sosial maupun profesional.

Keuntungan sosial berkaitan dengan kegiatan interaksi sosial antarindividu. Keuntungan profesional diperoleh sewaktu menggunakan bahasa untuk membuat pertanyaa-pertanyaan, menyampaikan fakta-fakta dan pengetahuan, menjelaskan dan mendeskripsikan.

Keterampilan berbahasa lisan tersebut memudahkan peserta didik berkomunikasi dan mengungkapkan ide atau gagasan kepada orang lain.

Jenis-Jenis Berbicara

Berdasarkan situasinya, berbicara dapat dibagi menjadi dua, yaitu berbicara resmi (formal) dan berbicara informal (tidak resmi).

Berbicara formal (resmi) antara lain public speaking (ceramah, pidato, presentasi), debat, dan wawancara.

Berbicara informal adalah berbicara pada situasi nonformal, tidak terikat oleh aturan-aturan seperti pada berbicara formal, seperti mengobrol, menyampaikan berita (kabar), menyampaikan pengumuman, telepon, dll.

Berbicara Efektif

Kita akan berbicara secara efektif jika memenuhi unsur keterampilan berbicara sebagai berikut:

1. Ketepatan pengucapan

Pelafalan atau pengucapan bunyi-bunyi bahasa yang tidak tepat atau cacat akan menimbulkan kebosanan, kurang menyenangkan, atau kurang menarik sehingga dapat mengalihkan perhatian pendengar, mengganggu komunikasi, atau pemakainya dianggap aneh (Maidar dan Mukti, 1991).

2. Ketepatan intonasi

Intonasi terkait dengan tekanan suara yang biasanya jatuh pada suku kata terakhir atau suku kata kedua dari belakang. Intonasi yang tidak tepat akan menimbulkan pemahaman yang keliru atau berbeda dengan yang dimaksud.

3. Pilihan kata (diksi)

Pilihan kata (diksi) hendaknya tepat, jelas, dan bervariasi. Jelas maksudnya mudah dimengerti oleh pendengar yang menjadi sasaran. Pendengar akan lebih terangsang dan lebih paham, kalau kata-kata yang digunakan sudah dikenal oleh pendengar.

4. Kelancaran 

Pembicara yang baik menghindari berbicara terputus-putus, tidak mengeluarkan bunyi-bunyi tertentu yang sangat mengganggu (misalnya ee, hmmm, oo, aa). Namun, pembicara yang terlalu cepat dalam berbicara juga menyulitkan pendengar menangkap pokok pembicarannya.

Keterampilan Berbicara - Speaking Skills

Faktor Penunjang Terampil Berbicara

Faktor penunjang pada kegiatan berbicara menyangkut kebahasaan  (linguistik)  dan non kebahasaan (nonlinguistik) ssebagai berikut:

  1. Ketepatan ucapan,
  2. Penempatan tekanan nada, sendi atau durasi yang sesuai,
  3. Pilihan kata,
  4. Ketepatan penggunaan kalimat serta  tata bahasanya,
  5. Ketepatan sasaran pembicaraan. 
  6. Sikap yang wajar, tenang dan tidak kaku,
  7. Pandangan harus diarahkan ke lawan bicara,
  8. Kesediaan menghargai orang lain, 
  9. Gerak-gerik dan mimik yang tepat,
  10. Kenyaringan suara,
  11. Kelancaran,
  12. Relevansi, penalaran,
  13. Penguasaan topik.

Menurut Rusmiati (2002), ciri-ciri pembicara yang baik antara lain meliputi hal-hal di bawah ini.

1. Memilih topik yang tepat. 

Pembicara yang baik selalu dapat memilih materi atau topik pembicaraan yang menarik, aktual dan bermanfaat bagi para pendengarnya, juga selalu mempertimbangkan minat, kemampuan, dan kebutuhan pendengarnya.

2. Menguasai materi.

Pembicara yang baik selalu berusaha mempelajari, memahami, menghayati, dan menguasai materi yang akan disampaikannya.

3. Mengenal audiens

Pembicara yang baik akan memahami latar belakang pendengar. Sebelum pembicaraan berlangsung, pembicara yang baik berusaha mengumpulkan informasi tentang pendengarnya.

4. Kontak dengan pendengar. 

Pembicara berusaha memahami reaksi emosi, dan perasaan mereka, berusaha mengadakan kontak batin dengan pendengarnya, melalui pandangan mata, perhatian, anggukan, atau senyuman.

Demikian ulasan tentang Keterampilan Berbicara (Speaking Skills). Wasalam. (www.komunikasipraktis.com).*

Referensi
  • Henry Guntur Tarigan. 1981. Berbicara Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
  • Listia. 2014. Hubungan Ketrampilan Berbicara dengan Ketrampilan Berbahasa Lain.
  • Asep Syamsul M. Romli. 2012. Lincah Menulis Pandai Bicara. Bandung: Nuansa.

Komunikasi Praktis Updated at: Friday, September 13, 2019

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright © Komunikasi Praktis. All rights reserved. New Johny Wuss Template by Contoh Blog & Maskolis
Web Partners: Romeltea Media - Blog Romeltea - Risalah Islam - Info Bandung. Member of BATIC Media Network