Featured Posts

thumbnail

Pengertian, Prinsip, dan Unsur Desain dalam Komunikasi Visual (DKV)

Pengertian, Prinsip, dan Unsur Desain - Komunikasi Visual
DI posting sebelumnya sudah diulas pengertian komunikasi visual dan Desain Komunikasi Visual (DKV).

Komunikasi Visual membutuhkan sebuah gambar untuk menyampaikan pesan secara efektif.

Untuk menghasilkan gambar dibutuhkan desain.

Ulasan berikut ini berisi pengertian, prinsip, dan unsur desain dalam komunikasi visual.

Pengertian Desain

Secara harfiyah, desain (design) dalam bahasa Inggris artinya potongan, bentuk, model,  pola, kontruksi, mode, dan tujuan atau maksud.

Dalam KBBI kata "desain" diartikan sebagai
  • kerangka bentuk; rancangan: -- mesin pertanian itu dibuat oleh mahasiswa fakultas teknik
  • motif; pola; corak: -- batik Indonesia banyak ditiru di luar negeri
Secara istilah, desain biasa diterjemahkan sebagai seni terapan, arsitektur, dan berbagai pencapaian kreatif lainnya. (Wikipedia)

Dalam sebuah kalimat, kata "desain" bisa digunakan, baik sebagai kata benda maupun kata kerja. Sebagai kata kerja, "desain" memiliki arti "proses untuk membuat dan menciptakan obyek baru".

Penggunaan istilah desain bermula dari gambar teknik arsitektur (gambar potong untuk bangunan) serta di awal perkembangan, istilah desain awalnya masih berbaur dengan seni dan kriya.

Istilah desain paling populer dilekatkan dengan grafis, menjadi desain grafis. Grafis adalah ilmu merancang titik-titik atau garis-garis menjadi sebuah bentuk yang berhubungan dengan percetakan.

Desain grafis merupakan ilmu perancangan bentuk menggunakan kreatifitas untuk kepentingan percetakan, contohnya spanduk, poster, logo, layout majalah, cover buku.

Desain grafis atau rancang grafis adalah proses komunikasi menggunakan elemen visual, seperti tulisan, bentuk, dan gambar yang dimaksudkan untuk menciptakan persepsi akan suatu pesan yang disampaikan. Bidang ini melibatkan proses komunikasi visual.

Prinsip Desain

Prinsip desain meliputi hal-hal berikut ini
1. Kesederhanaan (Simplicity)
2. Kejelasan (Clarity)
3. Keseimbangan (Balance)
4. Kesatuan (Unity)
5. Penekanan (Emphasis)
6. Irama (Rhytm)
7. Proporsi (Proportion)

Prinsip Desain


Prinsip #1 Kesederhanaan

Yang dimaksud kesederhanaan dalam prinsip desain ini adalah tidak lebih dan tidak kurang atau tepat dan tidak berlebihan. Prinsip ini mengandung tujuan hasil desain menjadi menarik dan pesan yang terdapat dalam karya tersampaikan dengan jelas.

prinsip desain sederhana


Penerapan prinsip misalnya dalam penggunaan huruf dalam judul (headline), subjudul (subheading), dan tubuh berita (body text).

Kesalahan yang paling sering ditemui adalah pemilihan font yang tidak seirama dengan desain yang dibuat sehingga hasilnya malah terlihat berantakan, cukup gunakan maksimal 2-3 font saja dalam sebuah desain tidak lebih dari itu.

Dalam prinsip kesederhanaan ini juga menyangkut Ruang Kosong (White Space). Desain hendaknya menyisakan ruang kosong agar hasil desain tidak terlalu padat, penuh, sehingga tidak menarik untuk dilihat.

Fungsi ruang kosong untuk memberikan fokus utama kepada audiens terhadap suatu elemen dalam desain, untuk kejelasan, sekaligus memberikan kesan professional serta sederhana.

ruang kosong prinsip desain


Desainer grafis lazim juga menyebut prinsip ini sebagai KISS (Keep It Simple Stupid). Prinsip ini bisa diterapkan dengan penggunaan elemen ruang kosong (white space) dan tidak menggunakan terlalu banyak unsur-unsur aksesoris. Seperlunya saja.

Prinsip #2 Kejelasan (Clarity)

Kejelasan mempengaruhi penafsiran audien akan sebuah karya. Bagaimana sebuah karya tersebut mudah dimengerti dan tidak menimbulkan ambigu atau makna ganda.


prinsip kejelasan desain

Kejelasan juga menyangkut warna latar (background).


Prinsip #3 Keseimbangan (Balance)

Keseluruhan komponen-komponen desain harus tampil seimbang. Tidak berat sebelah. Desainer harus memadukan keseimbangan antara tulisan, warna, atau pun gambar sehingga tidak muncul kesan berat sebelah.

Ada dua pedekatan dasar dalam prinsip keseimbangan, pertama adalah keseimbangan simetris yang merupakan susunan dari elemen agar merata ke kiri dan kanan dari pusat. 

Kedua adalah keseimbangan asimetris yang merupakan pengaturan yang berbeda dengan berat benda yang sama di setiap sisi halaman. Warna, ukuran, bentuk dan tekstur dapat digunakan sebagai unsur balancing.

keseimbangan

Keseimbangan (Balance)

Prinsip #4 Kesatuan (Unity)

Kesatuan dalam prinsip desain grafis adalah kohesi, konsistensi, ketunggalan atau keutuhan, yang merupakan isi pokok dari komposisi. 

Prinsip ini sesungguhnya adalah prinsip hubungan, jika salah satu atau beberapa unsur rupa mempunyai hubungan (warna, raut, arah dan lain-lain), maka kesatuan tersebut telah tercapai.

kesatuan desain

Dengan prinsip kesatuan dapat membantu semua elemen menjadi sebuah kepaduan dan menghasilkan tema yang kuat, serta mengakibatkan sebuah hubungan yang saling mengikat.

kesatuan

Prinsip #5 Penekanan (Emphasis)

Ada hal yang perlu ditonjolkan lebih dari yang lain sehingga dapat mengarahkan pandangan ke elemen tersebut.

Emphasis disebut juga pusat perhatian. Buat bagian utama (pesan utama yang ingin ditampilkan) dari desain berbeda dari yang lain, baik dari segi warna ataupun bentuknya, agar perhatian audiens lebih tertuju pada bagian utama tersebut.

penekanan

Hal pertama yang dilihat oleh audien yang menjadi pusat perhatian adalah lingkaran dengan warna berbeda tersebut. Inilah yang dimaksud dengan Prinsip Emphasis.

Prinsip penekanan dapat dilakukan dengan distorsi ukuran, bentuk, irama, arah, warna kontras, dan lain-lain.

penekanan

Prinsip Penekanan disebut juga Dominasi (Domination) yang sering juga disebut Conter Of Interest, Focal Point dan Eye Catcher. Dominasi mempunyai bebera tujuan, yaitu untuk menarik perhatian, menghilangkan kebosanan, dan untuk memecah keberaturan.


dominasi

Prnsip #6 Irama, Ritme (Rhythm)

Ritme adalah pembuatan desain dengan prinsip yang menyatukan irama. Bisa juga berarti pengulangan atau variasi dari komponen-komponen desain grafis. 

Irama adalah pengulangan gerak yang teratur dan terus menerus. Dalam bentuk-bentuk alah bisa kita ambil contoh pengulangan gerak pada ombak laut, barisan semut, gerak dedauan, dan lain-lain.

Pengulangan (mengulangi unsur serupa ddengan cara yang konsisten) dan variasi (perubahan dalam bentuk, ukuran, posisi atau elemen) adalah kunci untuk menciptakan visual ritme. Menempatkan elemen dalam sebuah layout secara berkala memberikan kesan halus, tenang dan santai.

ritme desain

Jenis irama meliputi regular, mengalir (flowing), dan prosesif atau gradual. Prinsip ritme dalam desain disebut juga prinsip pengulangan (repetisi).

Prinsip #7. Proporsi

Proporsi dapat diartikan pula sebagai perubuhan ukuran/size tanpa perubahan ukuran panjang, lebar, atau tinggi, sehingga gambar dengan perubahan proporsi sering terlihat distorsi.

proporsi

Pada dasarnya, proporsi adalah perbandingan matematis dalam sebuah bidang. Dalam bidang desain, semua unsur berperan menentukan proporsi, seperti hadirnya warna cerah yang diletakkan pada bidang/ruang sempit.

proporsi

Demikian ulasan tentang prinsip desain den contohnya. Berikutnya kita bahas unsur desain.

Unsur- Unsur Desain 

Unsur-unsur desain terdiri dari garis, bidang, tekstur, ruang, ukuran, warna, dan value.

Unsur- Unsur Desain

Beriku ini penjelasan unsur-unsur desain dan contohnya.

1. Garis (Line)

Garis merupakan unsur dasar dalam desain. Unsur garis adalah unsur yang merupakan titik/poin yang saling terhubung dengan titik/poin lainnya yang akan membentuk sebuah bentukan gambar garis seperti garis lurus, lengkung, zigzag, tidak beraturan, horizontal, vertikal, diagonal.

Di dalam dunia komunikasi visual, seringkali kita menggunakan garis titik-titik (dotted line), solid line, dan garis putus-putus (dashed).

Garis vertical memiliki kesan stabil, gagah,dan elegan. Garis horizontal memilki arti pasif, tenang, dan damai. Garis diagonal memiliki kesan aktif, dinamis dan menarik perhatian.

garis line

Garis dapat diartikan sebagai goresan pensil, pena, atau mouse dalam komputer dan lain sebagainya. 

Penggunaan variasi garis yang sangat bagus akan menambah unsur estetika dan kenyamanan untuk orang yang melihat.

2. Bentuk/Bidang (Shape)

Shape adalah sebuah bentukan yang memiliki bentuk seperti lingkaran (circle), kotak (rectangle), segitiga (triangle) ataupun bentukan lain yang memiliki diameter tinggi dan lebar.

bidang shape desain

Bidang geometris memiliki kesan yang formal, sedangkan bidang non geometris memiliki kesan yang lebih dinamis dan tidak formal.

3. Tekstur (Texture)

Pada desain grafis, tekstur merupakan tampilan dari sebuah gambar (desain) yang pada visualisasi permukaannya memiliki suatu bentuk, corak dan pola yang bisa dilihat dan dicermati oleh mata bahwa permukaan gambar tersebut terlihat halus, kasar, lembut. 

Tekstur adalah tampilan permukaan (corak) dari suatu benda yang dapat dinilai dengan cara dilihat atau diraba. 

Pada prakteknya, tekstur sering dikategorikan sebagai corak dari suatu permukaan benda, misalnya permukaan karpet, baju, kulit kayu, cat dinding, cat canvas, dan lain sebagainya.

Tekstur (Texture)

Dalam desain grafis tekstur adalah nilai halus dan kasarnya sebuah benda, atau juga bisa disebut nilai raba. 

Dalam sebuah desain komunikasi visual tekstur sering digunakan untuk mengatur keseimbangan dan kontras. Penggunaan tekstur dalam desain grafis juga biasanya sering diaplikasikan pada latar desain atau sering kita sebut background desain

Tekstur dibagi menjadi dua yaitu Tekstur nyata dan Semu.  Tekstur yang lebih sering digunakan adalah tekstur semu yang dapat menimbulakan tekstur kasar, seperti kayu dan batu, tanpa harus langsung menggunakan benda-benda itu. 

Begitu juga dengan tekstur halus yang lebih mudah mendapatkan kesan halus ketika menggunakan tekstur semu (tidak nyata).

4. Ruang/Jarak (Space)

Space adalah ruang atau jarak antara elemen-elemen yang terdapat pada desain grafis. Elemen-elemen tersebut berupa object, background, dan text. 

Ruang (Space)

Ruang atau space merupakan jarak anatara suatu bentuk dengan bentuk yang lainnya, yang pada desain grafis biasanya dapat dijadikan sebagai unsur pemberi efek estetika desain. 

Bidang kosong dimaksudkan untuk menambah kesan nyaman dan “istirahat” serta memberikan kesan tekanan kepada objek visual yang ada dalam sebuah desain.

Dalam bentuk fisiknya, pengidentifikasian ruang digolongkan menjadi dua unsur, yaitu objek (figure) dan latar belakang (background).

5. Ukuran (Size)

Ukuran adalah unsur yang sangat penting dalam desain grafis. Ukuran dalam hal ini adalah panjang dan pendek, tinggi dan rendah, serta besar dan kecilnya sebuah objek. 

Objek yang mau diperlihatkan lebih dulu (ditonjolkan) akan memiliki ukuran lebih besar dari objek lainnya yang tidak ditonjolkan. 

ukuran

Dengan menggunakan unsur ini seorang desainer grafis akan dapat menciptakan kontras dan penekanan (emphasis) pada objek desain, sehingga orang akan tahu skala prioritas objek yang akan dilihat terlebih dahulu dibandingkan yang lainnya, misalnya saja untuk ukuran suatu judul akan lebih besar dari skala objek yang lainnya.

Sangat dianjurkan untuk melakukan pencocokan ukuran pada masing-masing objek atau teks yang ada pada setiap desain, supaya tidak terlihat aneh. Deskripsi gambar tidak lebih besar dari gambar itu sendiri.

6. Warna (Color)

Warna juga adalah unsur yang sangat kompleks untuk diperhatikan. Pemilihan warna menentukan arah dan tujuan sebuah desain grafis, karena warna mewakili visual yang bisa dinilai oleh mata. 

Contohnya warna latar yang hitam bisa dipadukan dengan objek atau teks yang berwarna putih. Terlalu banyak warna juga akan menimbulkan kesan norak (memiliki warna yang terlalu banyak). Maka berhati-hatilah dalam memilih warna.

warna

Warna memiliki karakteristik, kegunaan, dan makna masing-masing.

7. Gelap-terang (Value)

Value merupakan dimensi terang-gelapnya warna. Pada dasarnya setiap warna bisa diterangkan menjadi warna yang lebih muda. Contohnya, jika warna biru diterangkan, maka akan menghasilkan biru muda.

Value merupakan unsur yang menentukan sebuah desain menjadi lebih indah dipandang mata atau tidak. Value tersebut adalah gelap terangnya warna sebuah objek, background (latar), atau teks. 

Extra: Pengertian Desain Grafis

Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin.

Dalam disain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan. disain grafis diterapkan dalam disain komunikasi dan fine art.

Seperti jenis disain lainnya, disain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (disain).

Seni disain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan visual, termasuk di dalamnya tipografi, ilustrasi, fotografi, pengolahan gambar, dan tata letak.

Kata Desain Grafis pertama kali digunakan pada tahun 1922 di sebuah esai berjudul New Kind of Printing Calls for New Design yang ditulis oleh William Addison Dwiggins, seorang desainer buku Amerika.

Raffe's Graphic Design, yang diterbitkan pada tahun 1927, dianggap sebagai buku pertama yang menggunakan istilah Desain Grafis pada judulnya

Desain grafis pada awalnya diterapkan untuk media-media statis, seperti buku, majalah, dan brosur. Desain grafis juga diterapkan dalam media elektronik, yang sering kali disebut sebagai desain interaktif atau desain multimedia.

Peralatan Desain Grafis

Peralatan yang digunakan oleh desainer grafis adalah ide, akal, mata, tangan, alat gambar tangan, dan komputer.

Daftar Software Desain Grafis
  • Adobe Photoshop
  • Adobe Illustrator
  • Adobe Indesign
  • Coreldraw
  • GIMP
  • Inkscape
  • Adobe Freehand
  • Adobe image ready
  • CorelDraw
  • Adobe Page Maker
  • Paint Tool SAI
Webdesign
  • Adobe Dreamweaver
  • Microsoft Frontpage
  • Notepad
  • Adobe Photoshop
Audiovisual
  • Adobe After Effect
  • Adobe Premier
  • Final Cut
  • Adobe Flash, atau sebelumnya Macromedia Flash
  • Ulead Video Studio
  • Magic Movie Edit Pro
  • Power Director
Rendering 3 Dimensi
  • 3D StudioMax
  • Maya
  • AutoCad
  • Google SketchUp
  • Light Wave
  • Blender
  • Softimage
SUMBER 

Rakhmat Supriyono.2010.Desain Komunikasi Visual-Teori dan Aplikasi
http://www.ilmugrafis.com/artikel.php?page=prinsip-prinsip-desain-grafis
http://www.conceptmagz.com/magazine/detail/25
http://www.ahlidesain.com/unsur-definisi-prinsip-dan-istilah-dkv.html
http://www.sjm.sch.id/p/desain-grafis-adalah-suatu-bentuk.html
http://staffnew.uny.ac.id/upload/132319839/pendidikan/prinsip+desain.pdf

http://www.jagodesain.com/2017/06/prinsip-desain-grafis.html
http://ilmuseni.com/seni-rupa/seni-grafis/unsur-desain-grafis

http://teoridesain.com/2016/05/pebedaan-dkv-dan-desain-grafis.html
https://tribox.co.id/7-unsur-desain-grafis/

Komunikasi Praktis Updated at: Monday, September 17, 2018
thumbnail

Kamus Bahasa Gaul: Daftar Kata Slang & Singkatan Inggris Beserta Artinya

Kamus Bahasa Gaul: Daftar Kata Slang & Singkatan Inggris
BAHASA gaul atau bahasa percakapan sehari-hari, termasuk di media sosial, termasuk komunikasi praktis.

Bahasa gaul adalah dialek bahasa Indonesia nonformal yang digunakan oleh komunitas tertentu atau di daerah tertentu untuk pergaulan

Bahasa gaul disebut juga slang. 

Menurut KBBI, slang artinya adalah ragam bahasa tidak resmi dan tidak baku yang sifatnya musiman, dipakai oleh kaum remaja atau kelompok sosial tertentu untuk komunikasi intern dengan maksud agar yang bukan anggota kelompok tidak mengerti.

Kata gaul atau istilah slang yang sering digunakan di media sosial akhir-akhir ini misalnya kata KUY dan RECEH.
  • Kata 'Kuy' merupakan kebalikan dari 'Yuk'. Kata ini biasa digunakan ketika seseorang mengajak temannya pergi ke suatu tempat
  • Kata 'Receh' memiliki arti 'murahan'. Biasanya orang memakainya untuk melengkapi kalimat 'Jokes lo receh'
Kata gaul lainnya dalam bahas gaul/lang antara lain TERCYDUK. Kata 'Tercyduk' berasal dari kata 'Terciduk' sama artinya dengan tertangkap, kepergok, atau ketahuan.

Kamus Bahasa Gaul: Daftar Kata Slang

Berikut ini daftar bahasa gaul atau kata slang yang dihimpun dari berbagai sumber. 

MBB = Maaf Baru Balas
Kuy  = Yuk, Ayo
Receh = Murahan
Recehkan = Murahkan, Anggap Rendah

Fudul = stalking, kepo.
Gengges = ganggu
Kicep = diam, mematung, biasanya karena malu atau nggak tau apa yang mesti dilakuin.
Malay = malas
Unyu = lucu

Keles = kali, barangkali. Contoh: "Ga gtu juga Keles" = "Ga gtu juga kali"
Cabe Cabean = anak ABG (remaja) cewek yang "nakal" dan suka nongkrong di jalanan
Terong Terongan = anak ABG (remaja) laki-laki yang nakal dan suka nongkrong dijalan

Bingit = Banget
Rempong = Ribet, sibuk, repot
Peres = Palsu, bohong, pura-pura
Kepo = Knowing Everything Particular Object, serba ingin tahu, ingin tau aja

Couldi = Galau
Cuco = "Cakep" atau "keren"
Akika = Saya, aku

Jayus = Gak Lucu, garing
Ember = Memang, emang
Suteralah = Sudahlah" atau "Biarlah"

Lamreta = Lama, Jadul
Lamreta Bingit = Lama Banget

Afgan = Sadis
No Afhan = Jangan Sadis, Jangan terlalu murah nawar harganya!
No Rosa = Jangan terlalu
No Rhoma = Jangan terlalu

Bais = habis
Boil = Mobil

Curcol = Curhat Colongan
Asber = Asal nyamber
Gaje = GJ = Geje = enggak jelas.
Logika = Lo pergi gw merdeka/bebas

FLU = Falling Love You, Falling in Love With You
PHP = Pemberi Harapan Palsu, omong kosong
Kam Se U Pay = Kamseupay = Kampungan Sekali Udik dan Payah.
Unyu = Lucu, menggemaskan

Bonyok = Bokap Nyokap, Bapak Ibu
Woles = Slow dibaca terbalik = Santai, slow aja, jangan buru-buru
Otre = Oke.

Modus = Modal Dusta
Modus = Strategi, cara, akal-akalan
Cepe deh = Capek Deh

Andi Lau = Antara Dilema dan galau
JJM = Jalan-jalan Malam
Bondan = Bocah Edan.
BT = Bete = Boring Total
GPL = Gak Pake Lama

Gretongan = Gratisan
Heri = Heboh Sendiri
Hugel = Hubungan gelap, selingkuh.
DL = Derita Lu, penderitaan kamu
Ilfeel = ilfil = hilang perasaan, menjadi tidak suka
Imelda = Item Mengkilap Dakian

Intel = Indomie Telur
Jaki = Jalan kaki
Basbang = Basi Banget
Boam = Bodo amat
KamSeUdIN = KAMpungan SEkali Udik Idiot Norak

CDMA = Cape Dech… Males Ahh…
PJ = Peje= Pajak Jadian
Mager = Males Gerak, Malas ke mana-mana.
Jutek = judes, galak, nggak ramah.
Cukstaw = cukup tahu.

Lebeh = Lebay = berlebihan
Garing = Gak lucu
Beud = Banget
MAHO = Manusia Homo
Metyaw = Selamat Ya!

Ababil = Anak Baru Gede Labil = ABG Labil
Cekidot = Check it out = silakan dilihat
Baryaw = Sabar ya!
Capcus = Cabut, pergi, beranjak dari suatu tempat

Arti Kata Gaul dalam Singkatan Inggris

WTH = What the hell = apa-apaan?
ATM = At The Moment = Saat ini
BOT = Back On Topic = Kembali ke pokok masalah
FYI = For Your Information = Cuma Sekadar info
HTH = Hope That Helps =Semoga membantu

IDK = I Don’t Know = Gw Gak tahu
MHO = In My Humble Opinion = Cuma opini saya
JK = Just Kidding = Cuma bercanda
LOL = Laugh Out Loud = Tertawa terbahak-bahak, Ngakak Gue

STW = Search The Web = Cari di internet
THX = Thanks = makasi
YW = Your Welcome = sama-sama(thanx)
CMIIW = Correct Me If I'm Wrong, Koreksi saya jika salah

ASAP = As Soon As Possible = sesegera mungkin
BF = Best Friend/ Boy Friend = Sahabat/ pacar
TFI = Thank For Information 

IWSN = I want sex now
GNOC = Get naked on camera
GWS = God Well Soon = Semoga Lekas Sembuh.
NIFOC = Naked in front of computer
PIR = Parent in room, Orangtua ada di kamar

KOTL = Kiss on the lips
(L)MIRL = Let's meet in real life
PRON - Porn
TDTM - Talk dirty to me
AFAIK = As Far As I Know, sepengetahuan saya

AKA = Also Known As, alias, dikenal juga sebagai
BRB = Be Right Back, segera kembali
DIY = DIYS = Do it by yourself, kerjakan sendiri, lakukan sesuai dengan keinginanmu
LMAO = Laughing My Ass Off, tertawa terpingkal

OOT = Out Off Topic, keluar topik
IDK = I Don’t Know
XOXO = Hugs and Kisses, Peluk dan Cium
IYKWIM = If You Know What I Mean, kalau kamu mengerti maksudku

Demikian sebagian daftar kata gaul atau istilah slang dan singkatan Inggris beserta artinya yang biasa digunakan dalam komunikasi praktis, khususnya di media sosial. Wasalam. (www.komunikasipraktis.com).*

Komunikasi Praktis Updated at: Saturday, September 15, 2018
thumbnail

Pengantar Jurnalistik

Pengertian Jurnalistik

APA itu jurnalistik?

Kita mulai ulasan tentang pengantar jurnalistik (introduction to journalism) ini dengan membuka kamus dulu untuk melihat arti jurnalistik secara bahasa.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) disebutkan, jurnalistik artinya adalah
  1. yang menyangkut kewartawanan dan persuratkabaran.
  2. seni kejuruan yang bersangkutan dengan pemberitaan dan persuratkabaran
Dalam bahasa Inggris, di Kamus Merriam-Webster, kata journalistic berarti "relating to journalists or journalism" (berkaitan dengan jurnalis/wartawan atau jurnalisme).

Jurnalisme sendiri artinya:
  1. The collection and editing of news for presentation through the media; 
  2. The public press; 
  3. An academic study concerned with the collection and editing of news or the management of a news medium
  4. Writing designed for publication in a newspaper or magazine
  5. Writing characterized by a direct presentation of facts or description of events without an attempt at interpretation
  6. Writing designed to appeal to current popular taste or public interest.
Laman American Press menuliskan pengertian jurnalistik sebagai berikut:
Journalism is the activity of gathering, assessing, creating, and presenting news and information. It is also the product of these activities.

Dengan demikian, dapat disimpulkan, jurnalistik adalah aktivitas atau proses mencari, mengumpulkan, mengolah, menyusun, menulis, menyunting, dan menyajikan atau mempublikasikan berita dan informasi (news and information) tentang peristiwa.

Berita (news) sendiri artinya informasi tentang peristiwa atau kejadian terbaru, misalnya informasi tentang aksi demo, seminar, pelantikan, kriminalitas, bencana, dan peristiwa sehari-hari lainnya.

Astrid S. Susanto mendefinisikan jurnalistik sebagai kejadian pencatatan dan atau pelaporan serta penyebaran tentang kejadian sehari-hari.

Onong Uchjana Effendy menyatakan bahwa jurnalistik merupakan kegiatan pengolahan laporan harian yang menarik minat khalayak, mulai dari peliputan sampai penyebaran kepada masyarakat.

A.W. Widjaja menyatakan jurnalistik merupakan suatu kegiatan komunikasi yang dilakukan dengan cara menyiarkan berita ataupun ulasannya mengenai berbagai peristiwa atau kejadian sehari-hari yang actual dan factual dalam waktu yang secepat-cepatnya.

Djen Amar menyatakan, jurnalistik adalah kegiatan mengumpulkan, mengolah, dan menyebarkan berita kepada khalayak seluas-luasnya dengan secepat-cepatnya.

Asal-usul Kata Jurnalistik

Acta Diurna
Jurnalistik berasal dari bahasa Prancis, du jour, yang berarti catatan harian. Dalam bahasa Inggris, jurnalistik berasal dari kata journal yang artinya laporan.

Berbagai literatur tentang sejarah jurnalistik senantiasa merujuk pada “Acta Diurna” pada zaman Romawi Kuno masa pemerintahan kaisar Julius Caesar (100-44 SM) sebagai asal-usul kata dan kelahiran jurnalistik dan media.

Acta Diurna adalah papan pengumuman (sejenis majalah dinding atau papan informasi sekarang). Acta Diurna disebut-sebut sebagai produk jurnalistik pertama; pers, media massa, atau surat kabar harian pertama di dunia. Julius Caesar pun disebut sebagai “Bapak Pers Dunia”.

Caesar memerintahkan agar hasil sidang dan kegiatan para anggota senat setiap hari diumumkan pada “Acta Diurna”. 

Demikian pula berita tentang kejadian sehari-hari, peraturan-peraturan penting, serta apa yang perlu disampaikan dan diketahui rakyatnya. Papan pengumuman itu ditempelkan atau dipasang di pusat kota yang disebut “Forum Romanum” (Stadion Romawi) untuk diketahui oleh umum.

Isi pengumuman itu dibagi menjadi dua:

1. Acta Senatus -- berisi laporan singkat tentang jalannya persidangan yang diikuti oleh anggota senat. Keputusan yang diambil dalam rapat senat dipajang dalam papan pengumuman ini.

2. Acta Diurna -- berisi keputusan hasil rapat-rapat dan kejadian penting lainnya, hangat atau yang tengah menjadi perhatian umum (aktual). 

Berita di “Acta Diurna” kemudian disebarluaskan. Saat itulah muncul para “Diurnarii”, yakni orang-orang yang bekerja membuat catatan-catatan tentang hasil rapat senat dari papan “Acta Diurna” itu setiap hari, untuk para tuan tanah dan para hartawan.

Dari kata “Acta Diurna” inilah secara harfiah kata jurnalistik berasal yakni kata “Diurnal” dalam Bahasa Latin berarti “harian” atau “setiap hari.” 

Kata "Diurnal" diadopsi ke dalam bahasa Prancis menjadi “Du Jour” dan bahasa Inggris “Journal” yang berarti “hari”,“catatan harian”, atau “laporan”. 

Dari kata “Diurnarii” muncul kata “Diurnalis” dan “Journalist” (wartawan) serta jurnalistik atau jurnalisme.

Media Jurnalistik

Jurnalistik melahirkan media sebagai sarana publikasi atau penyebarluasan berita dan informasi. Media dalam konteks jurnalistik merupakan singkatan dari media massa (mass media). 

Media massa sendiri singkatan dari media komunikasi massa (mass media communication), yakni saana komunikasi atau penampaian pesan kepada orang banyak.

Media Jurnalistik saat ini terdiri dari tiga macam:
  1. Media Cetak -- Suratkabar/koran, majalah, tabloid.
  2. Media Elektronik -- Radio, televisi, film.
  3. Media Online -- Situs web berita, Media Siber.
Mesin cetak pertama kali dibuat oleh Johann Gutenbuerg tahun 1450 di Kota Minz Jerman. Melalui mesin cetak ciptaan Gutenbuerg ini, terbitlah koran pertama di Eropa tahun 1609 di kota Wolfenbuttel yang diberi nama Avisa Relation Order Zeitung.

Di Amerika Serikat, surat kabar pertama bernama The Boston News Letter tahun 1704.

Ensiklopedia Indonesia menyebutkan, surat kabar tertua di dunia adalah Tjin Tie Kwan Po dan Hino Tsjao yang diterbitkan di Cina tahun 400 sesudah Masehi.

Dari mesin cetak ciptaan Gutenbuerg kemudian muncul istilah "Pers" (Press) yang merujuk pada media massa dan wartawan.

Dalam KBBI, pers diartikan sebagai berikut:
  • usaha percetakan dan penerbitan
  • usaha pengumpulan dan penyiaran berita
  • penyiaran berita melalui surat kabar, majalah, dan radio
  • orang yang bergerak dalam penyiaran berita
  • medium penyiaran berita, seperti surat kabar, majalah, radio, televisi, dan film

Produk Jurnalistik 

Jurnalistik adalah aktivitas atau proses mencari, mengumpulkan, mengolah, menyusun, menulis, menyunting, dan menyajikan atau mempublikasikan berita dan informasi (news and information) tentang peristiwa.

Dengan demikian, produk jurnalistik atau hasil kerja para jurnalis (wartawan) adalah berita dan informasi.

Namun, dalam ilmu jurnalistik, dikenal tiga jenis produk utama jurnalistik, yaitu:
  1. Berita (News). Baca: Jenis-Jenis Berita
  2. Feature (Features). Baca: Pengertian & Jenis-Jenis Feature
  3. Opini (Views). Baca: Pengertian Artikel Opini

media jurnalistik

Dalam dunia jurnalistik, dikenal pula Kode Etik Jurnalistik sebagai pedoman wartawan dalam melaksanakan tugasnya dan Sembilan Elemen Jurnalisme sebagai panduan umum para jurnalis, serta Bahasa Jurnalistik, yaitu gaya bahasa yang digunakan wartawan dalam menulis berita.

Demikian ulasan ringkas tentang Pengantar Jurnalistik. Wasalam. (www.komunikasipraktis.com).*

Sumber:

  • Romli, Asep Syamsul M. 2000. Jurnalistik Terapan. Bandung. Penerbit: Batic Press. 
  • Anwar, R. 2004. Bahasa Jurnalistik Indonesia & Komposisi. Yogyakarta: Penerbit Media Abadi.
  • Budiman, K. 2005. Dasar-Dasar Jurnalistik. Makalah yang disampaikan dalam Pelatihan Jurnalistik dan Dimuat di www.infojawa.org. 12—15 Desember 2005.
  • Eriyanto. 2002. Analisis Framing: Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media. Yogyakarta: Penerbit LKiS.
  • Ishwara, L. 2005. Catatan-Catatan Jurnalisme Dasar. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.
  • Kusumaningrat, H. & Kusumaningrat, P. 2005.Jurnalistik Teori dan Praktik. Bandung: Rosdakarya.
  • Putra, R.M.S. 2006. Teknik Menulis Berita dan Feature. Jakarta: Indeks.
  • Sumadiria, A.S.H. 2006. Bahasa Jurnalistik: Panduan Praktis dan Jurnalis. Bandung: Penerbit Simbiosa Rekatama Media.
  • Thornborrow, J. 1999. Language and the Media. Dalam Thomas, L. & Wareing, S. (Ed.), Language, Society, and Power: An Introduction. London: Routledge.
  • http://romeltea.com/dasar-dasar-jurnalistik/

Komunikasi Praktis Updated at: Friday, September 07, 2018
thumbnail

Komunikasi Visual: Pengertian, Prinsip, dan Contoh

Komunikasi Visual: Pengertian, Prinsip, dan Contoh
Komunikasi Visual (Visual Communication) adalah proses penyampaian informasi atau pesan menggunakan media penggambaran yang hanya terbaca oleh indra penglihatan.

Bentuk komunikasi visual bisa bersifat langsung (menggunakan bahasa isyarat) dan menggunakan media perantara yang lazim disebut Media Komunikasi Visual.

Komunikasi visual merupakan payung dari berbagai kegiatan komunikasi yang menggunakan unsur rupa (visual) pada berbagai media: percetakan / grafika, luar ruang (marka grafis, papan reklame), televisi, film /video, internet dan lain-lain.

Desain Grafis yang mengacu pada foto dan gambar temasuk bagian dari prses Komunikasi Visual.

Pengertian Komunikasi Visual

Secara harfiyah, komunikasi visual artinya komunikasi melalui penglihatan. Visual dalam bahasa Inggris artinya ketajaman mata, dapat dilihat, kasat mata, atau dapat disaksikan/dilihat dengan mata.

Kata visual sendiri bermakna segala sesuatu yang dapat dilihat dan direspons oleh indra penglihatan, yaitu mata. Visual berasal dari kata latin videre yang artinya "melihat".

Komunikasi visual dikenal juga dengan sebutan bahasa isyarat (language of gesture). 

Komunikasi Visual merupakan proses komunikasi berupa kombinasi seni, lambang, tipografi, gambar, desain grafis, ilustrasi, dan warna.

Komunikasi visual ini biasa dilakukan melalui gambar, iklan pamflet, atau video tanpa suara.

Konsep komunikasi visual adalah memadukan unsur-unsur desain grafis, seperti kreativitas, estetika, efisiensi, komunikatif dan lain-lain, untuk menciptakan suatu media yang dapat menarik perhatian, juga menciptakan media komunikasi yang efektif agar diapresiasi oleh komunikan / audiens.

Contoh Komunikasi Visual

Contoh paling sederhana dan umum komunikasi visual adalah rambu-rambu lalu lintas dan ikon-ikon di dalam program komputer atau aplikasi di smartphone. Karu kuning dan kartu merah dalam pertandingan sepakbola juga termasuk komunikasi visual.

komunikasi visual rambu lalu lintas

komunikasi visual layar komputer

komunikasi visual layar smartphone

Fungsi & Ruang Lingkup Komunikasi Visual

Sebagaimana fungsi komunikasi pada umumnya, komunikasi visual berfungsi sebagai sarana informasi atau untuk menyampaikan pesan.

Secara khusus, fungsi sekaligus tujuan komunikasi visual antara lain: 
  1. Identifikasi --mengarahkan pada pengenalan identitas
  2. Informasi -- memberikan pengetahuan baru
  3. Promosi -- termasuk provokasi
  4. Persuasi
  5. Propaganda, termasuk pencitraan (image building)
Ruang Lingkup Komunikasi Visual:
  1. Desain Grafis Periklanan (Advertising). 
  2. Animasi (Anime). 
  3. Desain Identitas Usaha (Corporate Identity). 
  4. Desain Multimedia -- Banner, Backdrop, Stiker.
  5. Desain Grafis Media -- Buku, Suratkabar, Majalah
  6. Komik atau Cerita Bergambar (Cergam, Karikatur, Poster. 
  7. Fotografi, Tipografi, Ilustrasi.
Komunikasi visual biasanya diasosiasikan dengan seni rupa, simbol, fotografi, tipografi lukisan, desain grafis, ilustrasi, dan lain-lain. 

Prinsip Komunikasi Visual

Beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam Komunikasi visual adalah :

1. Keseimbangan

Keseimbangan adalah kesamaan distribusi dalam bobot. Mendesain dengan keseimbangan cenderung dirasakan keterkaitan bersama, kelihatan bersatu, dan perasaan harmonis.

Simetris: yaitu terkesan resmi atau formal (sama dalam ukuran, bentuk, bangun dan letak dari bagian-bagian atau obyek-obyek yang akan disusun di sebelah kiri dan kanan garis suatu sumbu khayal.

Asimetris: yaitu terkesan tidak resmi atau informal tetapi tampak dinamis apabila garis, bentuk, tangan, atau massa yang tidak sama dengan ukuran, isi atau volume diletakkan sedemikian rupa sehingga tidak mengikuti aturan (Kusmiati, 1999).

Keseimbangan horizontal: keseimbangan yang diperoleh dengan menjaga keseimbangan antara bagian bawah dan bagian atas.

2. Prinsip Titik Fokus

Prinsip titik fokus menonjolkan salah satu unsur untuk menarik perhatian. Misalnya antara merek dan ilustrasi. Keduanya merupakan dua unsur yang saling berebut perhatian. Agar tidak membingungkan konsumen maka diperlukan suatu penonjolan baik dari segi warna maupun dari segi ukuran.

3. Prinsip Hierarki Visual

Merupakan prinsip yang mengatur elemen-elemen mengikuti perhatian yang berhubungan secara langsung dengan titik fokus. 

Tiga pernyataan penting mengenai heirarki visual yaitu:
  • Mana yang anda lihat pertama?
  • Mana yang anda lihat kedua?
  • Mana yang anda lihat ketiga?

4. Prinsip Ritme

Prinsi Ritme merupakan pola yang diciptakan dengan mengulang atau membuat variasi elemen dengan pertimbangan yang diberikan terhadap ruang yang ada diantaranya dan dengan membangun perasaan berpindah dari satu elemen ke elemen lainnya.

5. Prinsip Kesatuan (unity)

Mengorganisasi seluruh elemen dalam suatu tampilan grafis. Untuk mencapai kesatuan desainer harus mengerti tentang garis, bentuk, warna, tekstur, kontras nilai, format, keseimbangan, titik fokus dan ritme.

6. Proporsi

Proporsi adalah perbandingan antara satu bagian dari suatu obyek atau komposisi terhadap bagian yang lain atau terhadap keseluruhan obyek atau komposisi. Ada kemiripan pengertian dengan skala, hanya saja unsur proporsi tidak berdiri sendiri, melainkan selalu dikaitkan dengan ukuran obyek lain yang telah diketahui sebelumnya (Kusmiati, 1999).

7. Dominasi

Dominasi merupakan salah satu prinsip dasar tatarupa yang harus ada dalam karya seni dan deisan. Dominasi berasal dari kata Dominance yang berarti keunggulan . Sifat unggul dan istimewa ini akan menjadikan suatu unsure sebagai penarik dan pusat perhatian.

Dalam dunia desain, dominasi sering juga disebut Center of Interest, Focal Point dan Eye Catcher. Dominasi mempunyai bebrapa tujuan yaitu untuk menarik perhatian, menghilangkan kebosanan dan untuk memecah keberaturan.

8. Ilustrasi

Gambar untuk membantu memperjelas isi buku, atau karangan (Hasan Alwi,2002). Pengertian ilustrasi menurut Maya Ananda, adalah sesuatu yang dapat menyemarakkan halaman-halaman buku atau media lainnya sebagai karya seni yang memiliki nilai estetis. Bentuk gambar ilustrasi dapat berupa : foto, karikatur, kartun, potret manusia, binatang, dan tumbuh-tumbuhan.

Ilustrasi kalau dilihat dari segi teknisnya dapat digolongkan menjadi beberapa teknik yaitu:

  • Ilustrasi Tangan (Hand Drawing). Yaitu gambar teknik ilustrasi dengan cara mengandalkan keterampilan tangan sepenuhnya baik itu menggunakan kuas, pensil, pena, air brush dan alat-alat yang dipakai menggambar lainnya.
  • Ilustrasi Fotografi. Yaitu teknik membuat gambar ilustrasi berupa foto dengan bantuan kamera baik itu manual maupun digital. Biasanya obyek fotografi menjadi lebih realistis, eklusif dan persuasif. 
  • Teknik Gabungan. Yaitu ilustrasi bentuk komunikasi dengan struktur visual atau rupa yang terwujud dari perpaduan antara teknik fotografi/ilustrasi manual dengan teknik drawing di komputer (Pujiriyanto, 2005).


9. Teks

Adalah sederetan kata atau kalimat yang menjelaskan suatu barang atau jasa untuk
tujuan tertentu. Bahasa yang digunakan untuk penyusunan teks pada iklan hendaknya sederhana jelas, singkat, dan tepat serta memiliki daya tarik pada kalimatnya (Ananda, 1978).

Teks dibagi menjadi beberapa sistem penamaan dan masing-masing memiliki fungsi berbeda, yaitu:

  • Judul (Headline/ Heading). Terletak di bagian paling atas pada sebuah iklan, dengan ukuran huruf paling besar antara huruf yang lainnya dan biasanya berfungsi untuk menyampaikan pesan yang paling penting (Santosa, 2002:54).
  • Sub Judul (Sub Headline). Berfungsi untuk melengkapi serta memperjelas pengertian headline dan untuk membagi dan sebagai penyela teks berikutnya. Biasanya ukurannya lebih kecil daripada judul dengan warna yang berbeda.
  • Teks Isi (Body Copy). Teks ini digunakan untuk menerangkan produk atau maksud secara detail, lebih detail dari judul atau sub judul dan menjelaskan kandungan dalam produk.
  • Slogan (Semboyan). Slogan (semboyan) adalah kalimat pendek yang unik dan khas yang dimiliki oleh sebuah produk untuk memancing ingatan konsumen.
  • Kata Penutup (Closing Word). Kata penutup difungsikan sebagai penutup teks yang berisikan harapan dan janji dengan kalimat yang singkat dan jelas.

10. Tipografi

Kata tipografi berasal dari bahasa latin yaitu terdiri dari kata typos dan graphia. Typos artinya cetakan bentuk dan sejenisnya, sedangkan graphia artinya hal tentang seni tulisan (Schender, 1997).

Secara umum tipografi diartikan seni mencetak dengan menggunakan huruf, seni menyusun huruf dan cetakan dari huruf atau penyusunan bentuk dengan gaya- gaya huruf. 

Tifografi sama dengan menata huruf yang merupakan unsur penting dalam sebuah karya desain komunikasi visual untuk mendukung terciptanya kesesuaian antara konsep dan komposisi karya (Santosa, 2002).Tifografi lebih dari sepuluh ribu berlaku secara internasional dan sudah dibakukan.

11 . Warna

Warna adalah hal pertama yang dilihat oleh seseorang,setiap warna akan memberikan kesan dan identitas tertentu,walaupun hal ini tergantung dari latar belakang pengamatnya. Warna dikelompokkan menjadi warna primer, sekunder, dan tersier.

warna favorit
Warna Favorit. Sumber: Joe Hallock

Desain Komunikasi Visual

Di perguruan tinggi, komunikasi visual umumnya menjadi mata kuliah dengan nama Desain Komunikasi Visual (DKV) dengan materi kuliah, antara lain:
  • Pengertian Desain
  • Unsur Desain
  • Prinsip Desain
  • Pengertian, jenis, dan elemen Logo
  • Stationary (Surat-Menyurat, Business Stationary -- Header-Footer, Logo, Kontak, Warna, Font, Material)
  • Leaflet
  • Brosur
  • Poster
  • Cover Majalah/Buku
  • Cover CD/DVD
  • Kalender
  • Katalog
  • Company Profile
  • Komputer Grafis -- Photoshop, Illustrator, Corel Draw.
DKV pada dasarnya merupakan istilah penggambaran untuk proses pengolahan media dalam berkomunikasi mengenai pengungkapan ide atau penyampaian informasi yang bisa terbaca atau terlihat.

Baca Juga: Tugas Pokok & Media Humas

Desain Komunikasi Visual erat kaitannya dengan penggunaan:
  • Tanda-tanda (signs)
  • Ggambar (drawing)
  • Lambang dan simbol
  • Penulisan huruf (tipografi)
  • Ilustrasi 
  • Warna 
Perkuliahan DKV harus didukung fasilitas laboratorium komputer, laboratorium audio visual, dan studio fotografi.

Demikian ulasan ringkas tentang pengertian Komunikasi Visual serta Prinsip dan Contohnya. Wasalam. (www.komunikasipraktis.com).*

Referensi
  • David Sless (1981). Learning and visual communication. p.187
  • Kenneth Louis Smith (2005). Handbook of visual communication: theory, methods, and media. p.123. ISBN 978-0-8058-4178-7
  • Jorge Frascara (2004). Communication design: principles, methods, and practice. p.68
  • Jamieson, G. H. Visual Communication: More Than Meets the Eye. Bristol: Intellect Books, 2007. ISBN 978-1-84150-141-3. p.16.
  • Kenneth Louis Smith (2005). Handbook of visual communication: theory, methods, and media. Routledge. p. 12. ISBN 978-0-8058-4178-7
  • Paul Martin Lester. Visual Communication: Images with Messages. Belmont, CA: Thomson Wadsworth, 2006. ISBN 978-0-534-63720-0
  • "Presenting Effective Presentations with Visual Aids". U.S. Department of Labor.
  • Rothwell, J. Dan (2010). In the company of others : an introduction to communication (3rd ed.). New York: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-533630-6.
  • Kumu, Ka. "Using Visual Aids Effectively". University of Hawai'i Maui Community College Speech Department. 
  • https://www.dictio.id/t/apa-yang-dimaksud-dengan-komunikasi-visual/3797/2
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_visual

Komunikasi Praktis Updated at: Friday, September 07, 2018

Contact Form

Name

Email *

Message *

Subscribe via Email
Copyright © Komunikasi Praktis. All rights reserved. New Johny Wuss Template by Contoh Blog & Maskolis
Web Partners: Romeltea Media - Blog Romeltea - Risalah Islam - Info Bandung. Member of BATIC Media Network