Basic Presenting: Cara Menjadi Presenter TV

Related Posts

Presenter Televisi (TV) adalah satau satu jenis pembawa acara, yakni membawakan atau memandu acara, program, atau siaran TV.  Presenter TV juga termasuk public speaker. Siaran TV termasuk aktivitas public speaking. 


Cara Menjadi Presenter TV

Pengertian Presenter TV

Dalam konteks ilmu komunikasi, presenter TV adalah komunikator media sekaligus komunikator profesional. Jika membawakan program atau siaran berita --disebut news presenter-- maka presenter TV masuk kategori jurnais atau wartawan.

Mayoritas presenter televisi di Indonesia saat ini adalah selebritas atau artis. Komika (stand-up comedian) juga banyak yang jadi presenter. Programmer atau produser TV lebih suka memilih sosok yang sudah terkenal sebagai presenter ketimbang memilih lulusan kursus penyiaran televisi.

Lowongan presenter yang terbuka umum tampaknya hanya presenter berita.

Presenter televisi adalah pembawa acara atau program televisi. Saat ini istilah itu banyak melekat pada selebriti yang sering memainkan peran ini, meski ada juga orang yang bukan selebriti yang berhasil menekuni karier ini, terutama dalam dunia program anak televisi, di mana selebriti menjadi kurang penting (Wikipedia).

Presenter TV disebut juga host. Istilah lainnya adalah penyiar, namun penyiar lebih identik dengan pembawa acara di radio.

Jenis-Jenis Presenter TV

Presenter dalam dunia pertelevisian dibagi lagi ke dalam beberapa kategori sesuai jenis dan karakter tugasnya.

Kategori presenter berita atau pembawa acara berita dibagi menjadi tiga kategori yakni pembaca berita (newsreader), penyiar berita (newscaster), dan jangkar berita (anchor).

1. News Reader (Pembaca Berita)

News Reader adalah presenter siaran berita yang bertugas hanya membacakan berita atau pangkal berita (lead in).

Meski hanya membacakan pangkal berita, news reader harus berwawasan luas dan memahami berita yang disampaikannya.

2. News Caster (Penyiar Berita)

Penyiar berita adalah orang yang menyiarkan program berita sekaligus sebagai jurnalis yang ikut dalam peliputan berita atau produksi berita, membuat naskah berita yang akan dibacakannya.

3. News Anchor (Jangkar Berita)

News anchor adalah presenter berita yang terlibat dalam keseluruhan proses berita, mulai dari perancangan (proyeksi) sampai penyusunan rundown (budgeting). Tak jarang, news anchor pun ikut meliput sebuah berita.

News anchor memainkan peran sebagai produser sekaligus penyaji berita. Karena itu, news anchor pun punya hak menentukan sebuah berita untuk ditayangkan atau tidak.

News anchor biasanya adalah seorang jurnalis senior di stasiun televisi. News anchor sering terlibat memberikan improvisasi komentar dalam siaran langsung.

4. Reporter

Selain ketiga presenter berita tersebut ada juga reporter yang bertugas meliput dan menyampaikan berita dari lokasi kejadian. Menjadi news presenter harus berawal jadi reporter terlebih dahulu.

Presenter dan reporter TV --sebagaimana umumnya wartawan-- wajib memahami nilai berita, unsur berita, dan kode etik jurnalistik.

5. Host

Untuk presenter TV kategori program hiburan atau non-berita, misalnya talkshow, kuis, musik, atau variety show, dikenal beberapa istilah sebagai host atau pesenter saja.

Seorang host acara talkshow menjadi "tuan rumah" bagi beberapa orang tamu --yakni narasumber-- yang diundang.

Kelas host talkshow sejajar dengan news anchor. Tak jarang seorang host talkshow sebelumnya adalah news anchor senior.  

Syarat Jadi Presenter TV

Presenter TV umumnya berpenampilan menarik, camera face, berwawasan luas, dan menguasai teknik public speaking.

Menurut Media College, syarat menjadi presenter TV adalah sebagai berikut:

  • Pengetahuan dasar tentang terminologi televisi dan prosedur operasi (SOP).
  • Suara yang jelas.
  • Percaya diri.
  • Kemampuan interpesonal.
  • Keterampilan improvisasi.
  • Kemampuan bekerja dengan tenang di bawah tekanan.
  • Dalam sebagian besar kasus, beberapa pengetahuan tentang topik program (mis. Olahraga, dll).

Cara Menjadi Presenter TV

Berikut ini cara menjadi penyiar televisi.

1. Kursus atau Kuliah

Untuk menjadi presenter TV, Anda bisa mengikuti kursus penyiar. Selain mendapatkan wawasan dan skills TV presenting, di tempat kursus itu Anda bisa membangun jaringan, kenalan, sekaligus lebih banyak mendapatkan informasi lowongan presenter.

2. Jadi Penyiar Radio

Banyak presenter TV yang mengawali karier sebagai penyiar radio. Bahkan, setelah menjadi prssenter pun, profesi penyiar tetap dijalani.

Penyiar radio adalah jalan terbaik untuk menjadi presenter TV. Kemampuan komunikasi lisan atau kelancaran berbicara akan terasah dengan baik di ruang siaran.

Siaran radio dan televisi hahikatnya sama. Pembeda utamanya: 
  1. Audio-Visual: radio hanya menghadirkan suara (audio, sound), sedangkan TV suara dan gambar (audio-visual).
  2. Mikrofon-Kamera: radio hanya menggunakan mikrofon, sedangkan TV mikrofon dan kamera.

Elemen Presenting

Dalam menjalankan tugasnya, presenter televisi memperhatikan hal-hal berikut:
  • Teknik Vokal
  • Kontak Mata
  • Gesture/Posisi Tangan
  • Ekspresi wajah yang rileks, bersahabat, ramah.

Penampilan Presenter

Presenter TV harus berpenampilan menarik dan suara yang enak didengar

Televisi sebagai media audio visual, penampilan fisik presenter menjadi penting artinya. Bukan berarti yang boleh menjadi presenter harus mempunyai wajah yang cantik atau ganteng. 

Untuk itu memiliki wajah yang menarik, orang yang akan menekuni dunia presenter televisi harus berusaha menjaga penampilannya dan mensiasati hal-hal yang dapat mengganggu penampilannya, seperti: riasan wajahnya, tata rambut, busana, sorot mata, senyuman, suara, dan sebagainya.

Suara sangat berperan penting dalam penampilan presenter televisi. Suara yang enak didengar akan mempermudah penonton menerima informasi yang disampaikan. Semua orang memiliki suara, tetapi tidak semua orang memiliki suara yang enak didengarkan. Untuk itu perlu juga bagi seorang presenter untuk berlatih mengolah suara.

Berkepribadian baik
Presenter televisi harus memiliki kepribadian yang baik. Ia akan menjadi public figur dan akan menjadi pusat perhatian. 

Tidak jarang presenter TV juga menjadi idola. Jika seorang presenter memiliki attitude yang buruk, maka tidak akan begitu disukai oleh penonton.

Referensi Presenter TV:
  • Teknik dan Etik Profesi TV Presenter, Anita Rahman, Yayasan Pustaka Obor Indonesia;
  • https://www.academia.edu/28603420/Langkah-Langkah_Menjadi_Presenter_Televisi_How_to_be_a_good_TV_Presenter_
  • https://swaragamatc.com/2018/05/07/modal-wajib-seorang-presenter-tv/
  • https://www.bbc.com/news/entertainment-arts-26766230
  • https://www.mediacollege.com/employment/television/presenter.html
  • https://news.okezone.com/read/2016/12/26/337/1576045/tips-menjadi-pembawa-berita-hebat-dari-presenter-rcti


» Thanks for reading: Basic Presenting: Cara Menjadi Presenter TV   edit post
Previous
« Prev Post
Komunikasi Praktis Updated at: Wednesday, March 20, 2019

0 comments:

Post a Comment

Komentar Spam dan yang menyertakan alamat blog atau link aktif tidak akan muncul.

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright © Komunikasi Praktis. All rights reserved. New Johny Wuss Template by Contoh Blog & Maskolis
Web Partners: Romeltea Media - Blog Romeltea - Risalah Islam - Info Bandung. Member of BATIC Media Network